ESQNews.id, JAKARTA – Semangat untuk membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di era digital menjadi inti pertemuan hangat antara Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.M., M.H., dengan Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, pada Jumat 24 April 2026.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pimpinan Universitas Pancasila, antara lain Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, M.M., IPU., CMA., MSS. (Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni), Prof. Dr. Sri Widyastuti, S.E., M.M. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya) beserta jajarannya.
Pertemuan ini bukan sekadar audiensi biasa, melainkan sebuah langkah strategis dalam merespons tantangan dunia pendidikan tinggi sekaligus merayakan capaian membanggakan yang diraih oleh Universitas Pancasila.
Di bawah kepemimpinan Prof. Adnan Hamid, Universitas Pancasila berhasil mencatatkan prestasi prestisius dengan masuk dalam 10 Besar Kampus Berprestasi versi Pusprenas 2025.
Namun, di balik kegemilangan tersebut, Prof. Adnan secara terbuka memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan saat ini.
"Kami merasa sangat perlu untuk kembali memperkuat penanaman nilai Pancasila, meningkatkan meaning & purpose dalam bekerja dan belajar, serta melakukan pemetaan kompetensi dosen dan karyawan demi kemajuan universitas," ungkap Prof. Adnan.
Menanggapi hal tersebut, Ary Ginanjar Agustian memberikan apresiasi tinggi terhadap visi Rektor Universitas Pancasila. Ia menekankan bahwa penanaman nilai Pancasila tidak bisa lagi hanya dilakukan secara kognitif (IQ) atau sekadar hafalan materi.
"Esensi Pancasila harus masuk melalui jalur afektif, lebih menyentuh hati agar nilai-nilai kebaikannya benar-benar meresap ke dalam jiwa setiap insan kampus.
Jika sudah menyentuh hati, maka setiap persoalan akan terkikis dengan sendirinya," ujar Ary Ginanjar.
Ary juga sepakat dengan Prof. Adnan mengenai pentingnya Personal Branding bagi Universitas Pancasila. Menurutnya, kampus ini harus memiliki differentiation, positioning, dan branding yang kuat agar tetap menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa di masa depan.
Sekilas informasi dibahas dalam audiensi bahwa sejauh ini, kolaborasi antara Universitas Pancasila dan ESQ telah membuahkan hasil nyata melalui beberapa program, di antaranya Capacity Building (Melibatkan 100 dosen dan tendik di Fakultas Farmasi).
Kemudian PTP (Character Building) (Diikuti oleh 500 mahasiswa baru Fakultas Teknik), Leadership for Future Leader (Pembekalan bagi 100 pengurus organisasi/himpunan mahasiswa Fakultas Teknik).
Pertemuan ditutup dengan komitmen kuat untuk melanjutkan transformasi karakter di lingkungan kampus.
Sinergi ini diharapkan mampu membawa Universitas Pancasila tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi emas yang berkarakter Pancasila dan memiliki kecerdasan emosional serta spiritual yang mumpuni.
