Senin, H / 27 April 2026

ESQ Raih Penghargaan Banda Aceh Collaboration Award 2026

Sabtu 25 Apr 2026 19:52 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Pemerintah Kota Banda Aceh menyerahkan “Banda Aceh Collaboration Award” kepada 21 penerima pada malam puncak peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh di Blang Padang, Rabu (22/4/2026).

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah kepada para penerima di panggung utama.

Para penerima berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, instansi pemerintah dan swasta, komunitas, hingga pelaku UMKM yang dinilai berkontribusi positif dalam pembangunan Kota Banda Aceh.

Salah satu penerimanya yakni Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian. Illiza katakan, "Hari ini TalentDNA menjadi sangat penting. Jadi selama ini yang menjadi persoalan bangsa adalah salah menempatkan orang, seharusnya The Right Man on the Right Place.

Itu bukan hanya slogan atau kata-kata tapi dengan menggunakan TalentDNA kita sudah tau siapa dia dan bagaimana dia melakukan sesuatu. 

Siapapun dia pasti punya kelebihannya. Kalau dia bisa memanfaatkan kelebihannya. Maka dia akan luar biasa percepatannya juga. Kemajuan yang bisa kita wujudkan," tuturnya.

Dalam sebuah kesempatan yang penuh keakraban, pakar pembangunan karakter Ary Ginanjar Agustian itu menyoroti tantangan klasik dalam dunia kerja: fenomena "salah jurusan" dan ketimpangan antara kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta. 

Menanggapi kondisi tersebut, Ary menawarkan sebuah solusi konkret berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan khusus bagi pemuda di Aceh.

"Setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang sempurna dengan keunikannya masing-masing," ungkap Ary. Namun, ia menekankan bahwa tantangan sesungguhnya adalah bagaimana melakukan link and match antara potensi alami tersebut dengan kebutuhan lapangan kerja.

Menurutnya, pengusaha seringkali kesulitan mencari karyawan yang tepat, sementara di sisi lain, banyak generasi muda yang merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan meskipun memiliki keinginan kuat untuk berkarya.

Sebagai bentuk kecintaannya kepada Aceh, Ary memberikan akses gratis terhadap alat pemetaan talenta digital miliknya. Teknologi yang telah digunakan oleh satu juta lebih anak di Indonesia dan telah menjalin kerja sama dengan Dikdasmen ini, mampu memetakan potensi ribuan orang dalam waktu singkat.

"Saya bukan hanya ingin memberi inspirasi, tapi memberikan solusi teknologi berbasis AI. Jika kita butuh seribu orang goal getter yang memiliki komitmen, konsistensi, dan resiliensi tinggi, sistem ini bisa menemukannya hanya dalam hitungan detik," jelasnya.

Ary menggambarkan betapa efisiennya teknologi ini jika dibandingkan dengan metode konvensional. Menggunakan jasa ratusan ribu psikolog atau asesor untuk memetakan seratus ribu pemuda di Banda Aceh bisa memakan biaya hingga ratusan miliar rupiah. 

Namun, dengan klik tombol pada sistem AI, pemerintah atau perusahaan dapat langsung menemukan kandidat dengan karakter spesifik, mulai dari sosok yang analitis untuk bidang pertambangan, hingga inspektur dengan tingkat presisi tinggi untuk menjaga akuntabilitas keuangan daerah.

Lebih lanjut, Ary menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya berhenti pada pemetaan. Jika ditemukan celah kompetensi, sistem tersebut telah menyediakan puluhan ribu modul pelatihan vokasi yang akan dikirimkan langsung ke ponsel masing-masing anak berdasarkan bakat mereka.

"Harus ada kecocokan antara talenta dengan pendidikan. Kita tidak ingin ada insinyur yang lelah berhitung atau humas yang justru tidak bisa bergaul," tegasnya. 

Program ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi "Banda Aceh Academy" dan institusi pendidikan seperti Universitas Syiah Kuala untuk mencetak generasi yang benar-benar unggul di bidangnya masing-masing.

"Saya juga ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin, atas penghargaan yang diberikan kepada ESQ. 

Kami mengapresiasi kesungguhannya dalam mengembangkan sumber daya manusia di Banda Aceh," katanya.

Pemerintah Kota Banda Aceh menyatakan, Banda Aceh Collaboration Award 2026 merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak atas kolaborasi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA