Senin, H / 15 Juni 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#EQ

#BI

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#BK

#UI

#NU

#MK

#GM

#RS

#

#IT

#bi

#QX

#MU

#MC

#SD

# P

#S1

#Ti

#CC

#Pa

#as

#DJ

#LG

#UN

#8

#3A

#5P

#HC

#\

#US

#BU

#PS

#Hu

#DO

#qx

#KB

#HP

#5G

#TJ

#FK

#Wo

#U

#K3

#Ke

#VW

#PK

#RT

# M

#WA

# t

#UU

#Em

#02

#01

#VR

#Al

TERKINI

INTERNASIONAL

 

At 20th HR EXPO, Rina Sarif Unveils Visionary 'E.S.Q.D.N.A' Model to Forge Future-Ready Leaders in the Disruptive Era

ESQNews.id, JAKARTA – Amidst a massive wave of disruption demanding swift evolution from the business world, the role of Human Resources (HR) has transformed into a critical cornerstone of modern organizational survival.Standing on the prestigious stage of the 20th HR EXPO held at the Jakarta International Conference Center (JICC) on December 10-11, 2025, renowned human capital expert Rina Sarif emphasized that HR serves as the backbone, the conscience, and the future-shaper of every organization.Rina Sarif, who currently serves as the Advisor to President HC Transformation ESQ Corp and Senior Regional HR Advisor ESQ Corp, delivered a highly anticipated keynote titled "Leading Beyond Code: Leadership in the Disruptive Era."Rina Sarif, The Kuala Lumpur-based former Group CHRO and Certified Master Coach—who was recently recognized as a 2025 Top 100 Most Influential HR Leader and 2025 Top 50 Most Influential Woman HR Leader—addressed an amazingly full-house audience of HR practitioners, executives, and corporate thinkers."Across Southeast Asia, I see one truth: Disruption does not destroy organizations who refuse to evolve; it destroys leaders' courage. And today, HR leaders showed the opposite—curiosity, and commitment to evolve faster than the world changes," Rina asserted.Navigating the Pulse of DisruptionDuring her highly engaging and high-energy session, Rina delved into Indonesia's strategic position at the epicenter of global disruption. She outlined four critical realities that organizations must address immediately:* Indonesia’s pivotal standing amidst rapid regional economic and digital shifts.* The undeniable rise of AI-driven talent decisions in modern workplaces.* The massive 39% skills shift projected to rewrite workforce requirements by 2030.* The urgent need for a new leadership DNA tailored to navigate this unprecedented era.Formulating the Future via 'E.S.Q.D.N.A'As a tactical response to these disruptions, Rina introduced a groundbreaking leadership model framework designed to cultivate agile, innovative, yet deeply human-centered leaders, known as E.S.Q.D.N.A:*E - Enlightenment: Leading with deep consciousness, ethics, and a profound sense of purpose.*S - Systemic: Adopting a holistic, integrated approach to understanding organizational ecosystems.*Q - Quantum Change: Driving massive, high-impact transformational leaps rather than mere incremental adjustments.*D - Dynamic Culture: Cultivating an agile, highly adaptive, and resilient corporate culture.*N - Neuro Coaching: Utilizing brain science and advanced coaching methodologies to unlock human capital potential.*A - AI and Innovation: Leveraging cutting-edge technology and artificial intelligence to accelerate growth without losing the human touch."It was such a joy sharing this model with so many forward-thinking leaders. I felt the energy in the room was fully engaged, reflective, and optimistic—proving that HR in Indonesia is ready not just to adapt, but to lead transformation at scale," she added.A Celebration of Two Decades of DedicationThe climax of her session was marked by the presentation of a Certificate of Appreciation to Rina Sarif for her continuous thought leadership and dedication to the Southeast Asian HR community. Expressing her thoughts later on her professional LinkedIn network, Rina extended her deep gratitude to the organizers, Intipesan Conference.She gave a special shout-out to Kus Heryuwono, Melani Fitri Valupi, and Slamet Supriyanto for painstakingly and consistently pulling off this benchmark event every year for 20 years. She also acknowledged the steadfast dedication of her ESQ Corp (ACT Consulting International) team."I am humbled and energized to continue serving the HR community in Southeast Asia towards building future-ready, human-centered organizations. Here's to leading with purpose, empathy, consciousness, and courage. To the Indonesia HR Community—the future is ours to shape," Rina concluded.

4 hari yang lalu

INTERNASIONAL

 

Pukau Ratusan Pemimpin HR di 20th HR EXPO, Rina Sarif Perkenalkan Formula Baru Kepemimpinan 'E.S.Q.D.N.A' di Era Disrupsi

ESQNews.id, JAKARTA – Di tengah gelombang disrupsi yang menuntut adaptasi cepat dari dunia usaha, peran Human Resources (HR) kini bertransformasi menjadi lebih krusial dari sebelumnya. Menggema di panggung 20th HR EXPO yang diselenggarakan di Jakarta International Conference Center (JICC) pada 10-11 Desember 2025, pakar transformasi human capital kelas dunia, Rina Sarif, menegaskan bahwa HR adalah tulang punggung, hati nurani, dan pembentuk masa depan dari setiap organisasi.Rina Sarif, yang menjabat sebagai Advisor to President HC Transformation ESQ Corp sekaligus Senior Regional HR Advisor ESQ Corp, tampil sebagai salah satu pembicara utama yang paling dinantikan. Figur yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia, dan baru saja dianugerahi predikat 2025 Top 100 Most Influential HR Leader serta 2025 Top 50 Most Influential Woman HR Leader ini, membawakan sesi inspiratif bertajuk "Leading Beyond Code: Leadership in the Disruptive Era" .Di hadapan ruang konferensi yang dipadati ratusan praktisi dan pemikir HR dari seluruh Indonesia (full house), Rina menyoroti sebuah realitas baru di lanskap bisnis Asia Tenggara.“Disrupsi tidak menghancurkan organisasi yang menolak untuk berevolusi; disrupsi menghancurkan keberanian para pemimpinnya. Namun hari ini, para pemimpin HR menunjukkan hal sebaliknya: rasa ingin tahu dan komitmen penuh untuk berkembang lebih cepat daripada perubahan dunia,” ungkap mantan Group CHRO dan Certified Master Coach tersebut.Empat Pilar Utama Hadapi Era DisrupsiDalam sesinya yang interaktif dan penuh energi, Rina mengajak para peserta mengeksplorasi tantangan dan kesiapan Indonesia yang kini berada di episentrum disrupsi. Terdapat empat poin utama yang dibedah secara mendalam yakni Posisi strategis Indonesia di tengah pusaran disrupsi global. Kemudian, Peningkatan tren pengambilan keputusan talenta berbasis Kecerdasan Buatan (AI-driven talent decisions).Selanjutnya yaitu Proyeksi pergeseran keterampilan (skills shift) sebesar 39% yang akan terjadi pada tahun 2030. Serta, DNA kepemimpinan baru yang mutlak dibutuhkan untuk memimpin di era ini.Melahirkan Pemimpin Masa Depan Melalui E.S.Q.D.N.ASebagai solusi taktis dan strategis atas tantangan tersebut, Rina memaparkan model kepemimpinan visioner yang disebutnya sebagai E.S.Q.D.N.A. Model ini dirancang untuk menciptakan pemimpin yang adaptif, inovatif, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kemanusiaan:• E - Enlightenment (Pencerahan): Kesadaran dan tujuan mendalam dalam memimpin.• S - Systemic (Sistemik): Pemikiran menyeluruh yang melihat organisasi sebagai satu kesatuan ekosistem.• Q - Quantum Change (Perubahan Kuantum): Lompatan transformasi berskala besar.• D - Dynamic Culture (Budaya Dinamis): Pembentukan budaya kerja yang tangkas dan resilien.• N - Neuro Coaching: Pendekatan pembinaan talenta berbasis ilmu saraf otak.• A - AI and Innovation (AI dan Inovasi): Integrasi teknologi mutakhir untuk mempercepat pertumbuhan organisasi."Merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri dapat membagikan model ini kepada begitu banyak pemimpin yang berpikiran maju. Energi di dalam ruangan sangat terasa—penuh keterlibatan, reflektif, dan optimistis. Ini membuktikan bahwa komunitas HR di Indonesia tidak hanya siap untuk beradaptasi, tetapi juga siap untuk memimpin transformasi dalam skala yang luas," tambah Rina.Apresiasi untuk Dua Dekade DedikasiMomen puncak dari kehadiran Rina ditandai dengan penyerahan Certificate of Appreciation atas dedikasi dan sumbangsih pemikirannya. Melalui pernyataan resminya di jejaring profesional LinkedIn, Rina menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan yang mendalam kepada penyelenggara, yakni Intipesan Conference.Ia memberikan apresiasi khusus (special shout-out) kepada figur-figur di balik layar: Kus Heryuwono, Melani Fitri Valupi, dan Slamet Supriyanto, yang dinilainya telah bekerja keras secara konsisten mempertahankan kualitas HR EXPO selama 20 tahun berturut-turut.Rina juga mengapresiasi dukungan penuh dari tim ESQ Corp (ACT Consulting International) yang mendampinginya."Saya merasa sangat terhormat dan semakin terpacu untuk terus melayani komunitas HR di Asia Tenggara, demi membangun organisasi masa depan yang berpusat pada manusia (human-centred organisations).Mari memimpin dengan tujuan, empati, kesadaran, dan keberanian. Komunitas HR Indonesia, masa depan ada di tangan kita untuk dibentuk!" tutup Rina.

4 hari yang lalu

HAJI UMROH

 

Diaspora Indonesia di Luar Negeri Berhak Daftar Haji Indonesia, Proses Pendaftarannya Kini Semakin Mudah

Oleh: Muhamad Solihin[Direktur Sales & Operasional ESQ Tours, Pengurus HIMPUH Bidang Hukum dan Regulasi]ESQNews.id, JAKARTA - Jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di luar negeri terus meningkat. Mereka tersebar di Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Korea Selatan, Jepang, Timur Tengah hingga berbagai negara di Eropa. Di tengah kesibukan mencari nafkah di negeri orang, banyak di antara mereka mulai merencanakan untuk menunaikan ibadah haji.Namun, masih banyak diaspora Indonesia yang belum mengetahui bahwa mereka tetap memiliki hak untuk mendaftar Haji Khusus (Haji Plus) di Indonesia meskipun berdomisili dan bekerja di luar negeri.Berdasarkan regulasi penyelenggaraan Haji Khusus, salah satu syarat utama pendaftaran adalah berstatus sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Selama status kewarganegaraannya masih Indonesia dan memenuhi persyaratan administrasi, diaspora Indonesia tetap dapat memperoleh nomor porsi Haji Khusus melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) resmi.Bahkan, proses pendaftaran kini jauh lebih mudah dibandingkan beberapa tahun lalu. Diaspora Indonesia tidak harus pulang ke Indonesia hanya untuk melakukan pendaftaran.Calon jemaah cukup menghubungi PIHK resmi yang dipilih. Selanjutnya, dokumen persyaratan seperti KTP, Kartu Keluarga, pas foto, dan dokumen pendukung lainnya dapat dikirimkan secara elektronik melalui WhatsApp atau email sesuai prosedur yang ditetapkan oleh PIHK.Setelah proses verifikasi administrasi selesai, calon jemaah melakukan pembayaran setoran awal Biaya Perjalanan Ibadah Haji Khusus melalui Bank Penerima Setoran (BPS Bipih). Setelah pembayaran berhasil, sistem akan menerbitkan Nomor Porsi Haji Khusus sebagai bukti bahwa calon jemaah telah resmi masuk dalam daftar tunggu keberangkatan haji.Kemudahan digital ini menjadi kabar baik bagi jutaan diaspora Indonesia yang selama ini mengira harus pulang ke Tanah Air untuk memulai proses pendaftaran.Di sisi lain, masih terdapat kesalahpahaman mengenai warga negara asing (WNA) yang tinggal di Indonesia. Banyak yang beranggapan bahwa seseorang yang telah lama bekerja di Indonesia, memiliki KITAS, KITAP, atau izin kerja dapat menggunakan kuota haji Indonesia. Padahal ketentuannya tidak demikian.Regulasi Indonesia secara tegas mensyaratkan bahwa pendaftaran Haji Reguler maupun Haji Khusus hanya diperuntukkan bagi Warga Negara Indonesia. Oleh karena itu, warga negara asing yang tinggal di Indonesia tetap harus mengikuti mekanisme penyelenggaraan haji melalui negara kewarganegaraannya masing-masing.Prinsip ini menegaskan bahwa yang menjadi dasar memperoleh kuota haji Indonesia bukanlah domisili atau lamanya tinggal di Indonesia, melainkan status kewarganegaraan.Melihat masa tunggu Haji Khusus yang diperkirakan sekitar empat hingga enam tahun, saya mengimbau para diaspora Indonesia agar tidak menunda pendaftaran. Justru selama masih bekerja di luar negeri dan memiliki kemampuan finansial, inilah waktu yang tepat untuk memperoleh nomor porsi sehingga masa tunggu dapat berjalan lebih awal.Hasil kerja keras di negeri orang bukan hanya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga dapat menjadi investasi spiritual menuju Baitullah. Dengan memahami regulasi yang benar dan memanfaatkan kemudahan proses pendaftaran secara digital melalui PIHK resmi, semakin banyak diaspora Indonesia diharapkan dapat mewujudkan impiannya menunaikan ibadah haji.

4 hari yang lalu

NEWS

HARMONY

 

Lagi! FKA, ESQ Kemanusiaan dan PT Grha 165 Tbk Gelar Kolaborasi Khitanan Massal Gratis

ESQNews.id, JAKARTA – Sebagai wujud nyata kepedulian sosial dan komitmen dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat, PT Grha 165 Tbk berkolaborasi dengan ESQ Kemanusiaan dan Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ menggelar program sosial bertajuk "Khitan Massal Gratis 2026" .Program ini ditargetkan dapat memberikan layanan khitanan gratis kepada 50 anak dari keluarga yang membutuhkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.50 anak peserta khitan massal adalah anak-anak atau keluarga dari Cleaning Service Menara 165, Penjaga Parkir Menara 165, Office Boy dari tiap lantai/tenant Menara 165, serta Masyarakat sekitar Menara 165.Kegiatan mulia ini dijadwalkan akan berlangsung pada Rabu, 24 Juni 2026 Pukul 08.00 WIB s.d. selesai di Ruang Cordoba, Menara 165, Jakarta Selatan.Sinergi Kebaikan untuk Kesehatan dan SyariatSelain memfasilitasi anak-anak untuk menjalankan salah satu syariat penting dalam Islam, program ini mengedepankan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan sejak dini. Khitan secara medis terbukti memberikan manfaat besar, mulai dari menjaga kebersihan diri, mencegah berbagai risiko penyakit, hingga membentuk pribadi anak yang sehat secara fisik dan mental.Manajemen PT Grha 165 Tbk menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar langsung kebutuhan mendasar masyarakat. Melalui sinergi bersama ESQ Kemanusiaan dan FKA ESQ, diharapkan program ini dapat menghadirkan senyum kebahagiaan serta meringankan beban para orang tua.Membuka Dompet Kebaikan: Ajakan BerdonasiUntuk menyukseskan gerakan sosial ini, panitia penyelenggara membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat, korporasi, maupun alumni ESQ yang ingin ikut ambil bagian dalam menebar kebaikan.Paket donasi dibuka senilai Rp 1.500.000,- per anak. Melalui donasi tersebut, setiap anak akan mendapatkan fasilitas lengkap berupa paket khitan (dokter dan obat-obatan), santunan tunai, perlengkapan ibadah (baju koko dan sarung), bingkisan perlengkapan sekolah, serta konsumsi dan kudapan (snack). Panitia juga menegaskan bahwa sekecil apa pun bantuan yang diberikan akan sangat berarti bagi kesehatan dan masa depan mereka.Bagi masyarakat yang ingin menyalurkan donasi terbaiknya, dapat melalui rekening resmi berikut:• CIMB Niaga Syariah: 8600 0907 0700(a.n. Yay Lembaga Kemanusiaan ESQ)• Bank Syariah Indonesia (BSI): 700 0540 767(a.n. Yay Lembaga Kemanusiaan ESQ)Sesuai dengan nilai-nilai luhur yang diajarkan, langkah ini diharapkan menjadi ladang amal jariyah bagi para donatur. Sebagaimana hadis riwayat Muslim: “Barang siapa memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat.”Informasi Pendaftaran dan KontakBagi masyarakat yang ingin mendaftarkan putra mereka sebagai peserta khitan massal, atau bagi donatur yang memerlukan konfirmasi lebih lanjut, dapat memindai QR Code yang tersedia pada brosur resmi atau langsung menghubungi pusat informasi melalui:• Bebi: 0815 8589 7466• June: 0811 1337 165Mari bersama-sama kita hadirkan kesehatan dan senyuman di wajah anak-anak generasi penerus bangsa melalui kepedulian nyata.

2026-06-05 17:58:00

HAJI UMROH

 

Menteri Haji dan Umrah RI Tinjau Langsung Jemaah ESQ Tours di Mina, Apresiasi Kesuksesan Haji 2026

ESQNews.id, ARAB SAUDI – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, ke tenda Mina Maktab 111 yang ditempati jemaah haji ESQ Tours pada 11 Dzulhijjah 1447 H. Nama Menteri Haji dan Umrah RI tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 31 Tahun 2025.Tenda Maktab 111 yang berjarak sekitar 200–300 meter dari area Jamarat tersebut menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi Menteri untuk melihat langsung kondisi jemaah Indonesia yang sedang menjalankan rangkaian ibadah haji di Mina.Dalam pertemuan tersebut, CEO ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Haji 2026 yang dinilai berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.“Alhamdulillah, kami melihat beberapa indikator positif pada penyelenggaraan Haji tahun ini. Salah satunya adalah biaya yang lebih kompetitif serta tingkat kematian jemaah yang menurun secara signifikan dibandingkan musim haji sebelumnya. Ini tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi,” ujar Prof. Ary Ginanjar.Menanggapi hal tersebut, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Haji 2026 merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat sejak kementerian baru tersebut mulai beroperasi.“Kementerian Haji dan Umrah baru dibentuk dan saya baru ditugaskan pada semester kedua tahun 2025. Dalam waktu yang relatif singkat, kami bersama seluruh jajaran bekerja keras mempersiapkan penyelenggaraan Haji 2026.Tentu tantangan selalu ada dan tidak mungkin semuanya dapat berjalan 100 persen sempurna. Namun yang terpenting adalah integritas tetap dijaga dan setiap permasalahan berusaha diselesaikan dengan baik,” ujar Menteri.Beliau juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi pada musim haji tahun ini adalah kenaikan harga avtur menjelang operasional keberangkatan jemaah.“Kenaikan biaya avtur cukup signifikan menjelang musim haji. Namun alhamdulillah berbagai upaya dapat dilakukan sehingga kenaikan tersebut tidak sampai membebani jemaah haji,” tambahnya.Pada kesempatan yang sama, Muhamad Solihin, A.Par., S.E., M.Par., Direktur Sales dan Operasional ESQ Tours, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan haji tidak hanya ditentukan oleh pelayanan di Tanah Suci, tetapi juga oleh proses pembinaan yang dilakukan jauh sebelum keberangkatan.“Alhamdulillah, pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan melalui manasik, pelatihan fisik, penguatan mental, serta pendalaman ilmu haji memberikan dampak positif terhadap kesiapan jemaah dalam menjalankan seluruh prosesi ibadah haji,” jelas Solihin.Menurutnya, aspek kesiapan finansial juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan haji khusus.“Yang juga sangat menggembirakan, para jemaah haji tunggu telah mempersiapkan kemampuan finansial mereka dengan baik sehingga proses pelunasan dapat berjalan lancar. Tahun ini ESQ Tours memberangkatkan total 824 jemaah yang terbagi dalam tujuh program dan enam kelompok terbang,” katanya.Adapun program yang ditawarkan ESQ Tours meliputi Paket Awal Bintang 4 dan Bintang 5, Paket Tengah, Paket Arbain Bintang 4 dan Bintang 5, serta Paket Non-Arbain Bintang 4 dan Bintang 5.Lebih lanjut Solihin menjelaskan bahwa ESQ Tours yang beroperasi melalui PT Fajril Ikhsan Wisata saat ini telah memulai sosialisasi dan edukasi bagi calon jemaah Haji 2027.“Kami mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi keuangan, kesehatan, maupun ilmu manasik. Semakin awal mempersiapkan diri, semakin baik peluang untuk menjalankan ibadah haji dengan tenang, aman, dan nyaman,” ujarnya.Kunjungan Menteri Haji dan Umrah RI ke Maktab 111 ini menjadi momentum penting yang menunjukkan sinergi antara pemerintah, penyelenggara ibadah haji khusus, dan para jemaah dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi tamu Allah SWT.

2026-05-31 22:58:00

HAJI UMROH

 

Menunggu Kurs Rp15.000 atau Mengamankan Nomor Porsi Haji?

Oleh: Muhammad Solihin(Direktur Sales & Operasional ESQ Tours Travel)ESQNews.id, ARAB SAUDI - Pernyataan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengenai target penguatan nilai tukar rupiah hingga Rp15.000 per dolar AS mendapat perhatian luas masyarakat. Bagi sebagian orang, kabar tersebut menjadi angin segar. Tidak sedikit pula calon jemaah haji khusus (haji plus) yang mulai mempertimbangkan untuk menunda pendaftaran dengan harapan dapat memperoleh kurs yang lebih baik di masa mendatang.Pertanyaannya, apakah keputusan menunda pendaftaran haji demi menunggu kurs turun merupakan langkah yang tepat?Secara ekonomi, target kurs Rp15.000 tentu bukan sesuatu yang mustahil. Namun persoalannya bukan pada “apakah bisa tercapai”, melainkan “kapan akan tercapai”. Di tengah dinamika ekonomi global, suku bunga Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, serta berbagai faktor eksternal lainnya, tidak ada pihak yang dapat memastikan kapan target tersebut akan benar-benar terwujud.Sementara itu, jika melihat pergerakan nilai tukar dalam dua tahun terakhir, kurs rata-rata berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS. Dengan posisi kurs saat ini yang mendekati Rp17.800, memang terdapat potensi penghematan apabila suatu saat kurs kembali menguat. Namun penghematan tersebut perlu dibandingkan dengan konsekuensi yang mungkin timbul akibat penundaan pendaftaran.Berbeda dengan produk investasi yang dapat dibeli kapan saja, ibadah haji memiliki faktor waktu tunggu yang sangat menentukan. Untuk haji khusus, masa tunggu saat ini berkisar antara lima hingga tujuh tahun, tergantung pada kondisi kuota nasional dan jumlah pendaftar setiap tahunnya.Artinya, seseorang yang mendaftar hari ini mungkin memiliki estimasi keberangkatan pada tahun 2032 atau 2033. Namun jika ia memilih menunda dua tahun dengan harapan kurs turun, maka estimasi keberangkatannya berpotensi bergeser menjadi tahun 2034 atau bahkan lebih lama.Di sinilah letak persoalan yang sering tidak disadari. Banyak orang fokus menghitung potensi penghematan akibat perubahan kurs, tetapi lupa menghitung nilai waktu yang hilang akibat mundurnya posisi antrean.Dalam praktiknya, antrean haji bekerja berdasarkan urutan pendaftaran. Ketika banyak masyarakat memilih menunggu karena faktor ekonomi atau kurs, justru terbuka peluang bagi mereka yang siap mendaftar lebih awal untuk memperoleh posisi antrean yang lebih baik.Dengan kata lain, saat sebagian orang menunda, sebagian lainnya justru bergerak maju.Tentu keputusan mendaftar haji tetap harus mempertimbangkan kemampuan finansial masing-masing. Namun bagi masyarakat yang secara ekonomi sudah memenuhi syarat untuk mengambil nomor porsi, keputusan tersebut sebaiknya tidak semata-mata didasarkan pada spekulasi pergerakan kurs.Kurs dolar bisa naik dan turun. Target Rp15.000 bisa tercapai, bisa juga membutuhkan waktu yang lebih panjang dari perkiraan. Tetapi satu hal yang pasti, waktu tunggu haji akan terus berjalan.Karena itu, dalam konteks perencanaan ibadah haji, yang perlu dipertimbangkan bukan hanya berapa rupiah yang bisa dihemat hari ini, tetapi juga berapa tahun yang mungkin bisa dihemat untuk menuju Baitullah.Pada akhirnya, bagi sebagian besar calon jemaah, tujuan utama bukanlah mendapatkan kurs termurah, melainkan memperoleh kesempatan menunaikan ibadah haji pada waktu yang masih memungkinkan secara usia, kesehatan, dan kondisi keluarga.Sebab kurs dapat berubah setiap hari, tetapi waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali.

2026-05-31 22:55:00

INTERNASIONAL

 

Two Global Awards in a Single Night: Concrete Proof that Southeast Asian HR is World-Class

ESQNews.id, MALAYSIA - The Southeast Asian Human Resources (HR) community has once again recorded a stellar achievement on the international stage. Puan Rina Sarif, who currently serves as the Advisor to the President for Human Capital (HC) Transformation and Senior Regional HR Advisor at ESQ Corp, successfully clinched two prestigious global awards simultaneously on May 20, 2026.This extraordinary milestone further solidifies Rina Sarif’s position as one of the most influential HR figures in the region, following her previous inclusion in the Top 50 Most Influential HR Leaders Southeast Asia 2025 list. Securing the "HR Iconic Leader (Malaysia)" Title at the Golden Globe Tigers Awards 2026Held in Kuala Lumpur, Malaysia, Puan Rina Sarif was officially honored with the HR Iconic Leader (Malaysia) accolade at the 14th Edition of The Golden Globe Tigers Awards on Wednesday, May 20, 2026.The Golden Globe Tigers Awards is an independent international selection platform that recognizes visionary organizations and individuals across crucial sectors, including Human Resources, marketing, social innovation, education, and global leadership. This award is specifically dedicated to those who demonstrate excellence and outstanding, highly impactful practices in human capital management.Winner of the HR TODAY Global Women Leader HR Excellence Award 2026On the very same day, an official announcement from a premier global HR community platform completed Rina Sarif’s historic night. She was declared the winner of the HR TODAY Global Women Leader HR Excellence Award 2026.This international accolade is initiated by HR TODAY, a leading global media platform and a benchmark for the world's HR community through its market research, certification services, and global leadership coverage. The special award is designed to honor female HR leaders who demonstrate exceptional leadership capabilities, strategic innovation, and significant contributions to organizational transformation at a global level.In a written statement, Puan Rina Sarif expressed that these two international awards are not merely personal achievements, but concrete proof that the character- and value-based Human Capital transformation consistently championed at ESQ Corp is globally recognized. "This serves as momentum to continue inspiring others and bringing a greater impact to talent development across Southeast Asia," she said.A Track Record of Sustainable TransformationSecuring two global awards at once validates Rina Sarif’s long-standing dedication to advancing the world of Human Resources.As a strategic expert at ESQ Corp, her involvement in driving corporate culture transformation and talent management has proven capable of elevating regional HR standards to a higher level.This double appreciation not only brings pride to ESQ Corp on the regional stage but also confirms that female HR leadership from Southeast Asia possesses strong competitiveness and is highly recognized on the global platform.

2026-05-22 18:08:00

INTERNASIONAL

 

Dua Penghargaan Global dalam Satu Malam: Bukti Nyata bahwa HR Asia Tenggara Sudah Sekelas Dunia

ESQNews.id, MALAYSIA – Dunia praktisi Human Resources (HR) Asia Tenggara kembali mencatatkan prestasi gemilang di panggung internasional. Puan Rina Sarif, yang saat ini menjabat sebagai Advisor to President HC Transformation ESQ Corp sekaligus Senior Regional HR Advisor ESQ Corp, berhasil menyabet dua penghargaan bergengsi sekaligus dalam kurun waktu yang bersamaan pada 20 Mei 2026.Pencapaian luar biasa ini semakin memperkokoh posisi Rina Sarif sebagai salah satu tokoh HR paling berpengaruh di kawasan regional, setelah sebelumnya dinobatkan dalam daftar Top 50 Most Influential HR Leaders Southeast Asia 2025.Sabet Gelar "HR Iconic Leader (Malaysia)" di Golden Globe Tigers Awards 2026Bertempat di Kuala Lumpur, Malaysia, Puan Rina Sarif resmi dianugerahi penghargaan HR Iconic Leader (Malaysia) dalam ajang The Golden Globe Tigers Awards (14th Edition) pada Rabu (20 Mei 2026).The Golden Globe Tigers Awards merupakan ajang seleksi internasional independen yang memberikan pengakuan kepada organisasi dan individu visioner di berbagai sektor krusial, seperti Human Resources, pemasaran, inovasi sosial, pendidikan, serta kepemimpinan global. Penghargaan ini khusus didedikasikan bagi mereka yang menunjukkan keunggulan (excellence) serta praktik manajemen modal manusia yang luar biasa dan berdampak nyata.Pemenang HR TODAY Global Women Leader HR Excellence Award 2026Di hari yang sama, pengumuman resmi dari platform komunitas HR dunia melengkapi torehan prestasi Rina Sarif. Ia dinyatakan sebagai pemenang HR TODAY Global Women Leader HR Excellence Award 2026.Penghargaan internasional ini diinisiasi oleh HR TODAY, sebuah platform media global terkemuka yang menjadi kiblat komunitas HR dunia melalui layanan riset pasar, sertifikasi, serta liputan kepemimpinan global. Penghargaan khusus ini dirancang untuk mengapresiasi para pemimpin perempuan di bidang HR yang menunjukkan kapabilitas kepemimpinan luar biasa, inovasi strategi, serta kontribusi signifikan dalam transformasi organisasi di tingkat global.Puan Rina Sarif dalam keterangan tertulisnya mengatakan bahwa dua penghargaan internasional ini bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan bukti nyata bahwa transformasi Human Capital berbasis karakter dan nilai yang konsisten kita gaungkan di ESQ Corp diakui secara global."Ini menjadi momentum untuk terus menginspirasi dan membawa dampak yang lebih besar bagi pengembangan talenta di Asia Tenggara," ujarnya.Rekam Jejak Transformasi BerkelanjutanKeberhasilan menyandingkan dua penghargaan global ini menjadi validasi atas dedikasi panjang Rina Sarif dalam memajukan dunia Human Resources. Sebagai pakar strategis di ESQ Corp, keterlibatannya dalam mendorong transformasi budaya kerja (corporate culture) dan manajemen talenta terbukti mampu membawa standar HR regional ke level yang lebih tinggi.Apresiasi ganda ini tidak hanya mengharumkan nama ESQ Corp di kancah regional, namun juga menegaskan bahwa kepemimpinan HR perempuan dari Asia Tenggara memiliki daya saing yang kuat dan diperhitungkan di panggung dunia.

2026-05-22 09:06:00

LIFESTYLE

 

Plastik Makin Mahal, Sustainable Living Kini Jadi Jurus Hemat Masyarakat

ESQNews.id, JAKARTA – Saat ini, sebagian besar konsumen secara aktif menerapkan hidup berkelanjutan (sustainable living) dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pergeseran menuju gaya hidup ramah lingkungan ini telah menjadi arus utama, dengan individu semakin memprioritaskan kesehatan lingkungan jangka panjang daripada kenyamanan jangka pendek.Namun, terlepas dari transisi hijau ini, plastik tetap menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari karena kebutuhan fungsionalnya.Ketergantungan ini ditantang oleh lonjakan harga plastik baru-baru ini, yang dipicu oleh melonjaknya biaya bahan bakar akibat konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah[1].Jakpat melakukan survei untuk mendalami tren gaya hidup berkelanjutan sekaligus memotret respons publik terhadap kenaikan harga plastik. Laporan ini merangkum perspektif dari 1373 responden mengenai pergeseran pola konsumsi mereka.Menariknya, meskipun hanya 87% responden yang mengaku paham secara teoritis, nyatanya hampir seluruh peserta (97%) sudah mempraktikkan sustainable living, baik secara sadar maupun tidak. Antusiasme ini diprediksi akan terus tumbuh, mengingat 4 dari 5 responden menyatakan komitmen mereka untuk menerapkan pola hidup ini di masa depan.Lebih dari Tren: Realita Praktik dan Motivasi Hidup BerkelanjutanDalam praktiknya, mematikan lampu dan perangkat elektronik saat tidak digunakan menjadi aksi sustainable living yang paling populer (68%). Kesadaran untuk meminimalisir limbah juga mulai mendarah daging; setengah dari responden telah terbiasa membawa peralatan makan (botol minum, tempat makan, dan alat makan) serta tas belanja sendiri. Selain itu, 1 dari 2 orang memilih untuk berjalan kaki atau bersepeda saat menempuh jarak dekat, dan 44% lainnya aktif melakukan penghematan air bersih.Motivasi untuk menerapkan sustainable living beragam. Sebanyak 65% responden tergerak untuk menjaga kelestarian bumi melalui pengurangan sampah. Lalu, alasan praktis seperti mengurangi penumpukan barang di rumah serta efisiensi pengeluaran bulanan turut menjadi pendorong utama dengan persentase masing-masing 53%.Motivasi emosional pun muncul, di mana 50% responden ingin mewariskan lingkungan sehat bagi generasi mendatang, dan 46% merasa bangga dapat berkontribusi langsung pada kebersihan lingkungan."Kami melihat bahwa sustainable living kini sudah menjadi kebiasaan lintas generasi, bukan lagi sekadar tren," ucap Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna.Ia melanjutkan, jika ditelusuri lebih dalam, Gen Z muncul sebagai penggerak utama dengan pemahaman dan motivasi yang lebih kuat, terutama dari sisi personal seperti rasa bangga dalam berkontribusi terhadap lingkungan. "Ini menunjukkan bahwa praktik hidup berkelanjutan semakin relevan karena tidak hanya didorong oleh kesadaran, tetapi juga oleh nilai dan kepuasan individu," simpul Hasna.Namun, transisi ini bukan tanpa tantangan. Bagi sebagian kecil responden yang belum atau tidak tertarik mempraktikkan sustainable living, kendala ekonomi menjadi hambatan terbesar (38%). Selain itu, minimnya informasi mengenai cara memulai serta fasilitas publik yang belum memadai, seperti keterbatasan tempat sampah pilah dan akses transportasi umum; menjadi dua faktor penghambat yang dirasakan oleh 30% responden.Respons Masyarakat Terhadap Kenaikan Harga PlastikMomentum gaya hidup berkelanjutan ini semakin menguat seiring dengan kenaikan harga plastik sejak April 2026. Plastik sekali pakai, khususnya kantong plastik, kini tidak lagi sekadar limbah, melainkan beban biaya nyata bagi konsumen. Temuan Jakpat menunjukkan bahwa 9 dari 10 pengguna plastik merasakan dampak tersebut, terutama pada kenaikan harga kantong plastik (61%). Efek lain, kebijakan kantong plastik berbayar (53%) hingga ketiadaan penyediaan kantong plastik di pusat perbelanjaan (42%), kian mempertegas urgensi perubahan perilaku.Kondisi tersebut memicu gelombang niat untuk mengurangi penggunaan plastik melalui berbagai strategi mandiri. Cara yang paling diminati adalah membawa tas belanja sendiri (71%), disusul dengan kebiasaan membawa wadah mandiri (57%) serta perlengkapan makan dan botol minum pribadi (48%).Masyarakat juga mulai mengeksplorasi alternatif non-plastik seperti penggunaan kardus atau daun (40%), hingga langkah hemat dengan menggunakan kembali plastik yang sudah ada (37%) demi memperpanjang masa pakai material tersebut."Menariknya, tekanan seperti kenaikan harga justru mempercepat terbentuknya kebiasaan baru. Ketika penggunaan plastik tidak lagi semudah sebelumnya, konsumen mulai beradaptasi, dan dari situ perlahan terbentuk pola perilaku yang lebih berkelanjutan sebagai bagian dari keseharian," terang Hasna.Apa saja manfaat dari sustainable living yang dirasakan? Dari mana orang-orang mendapat informasi terkait gaya hidup ini? Dapatkan hasilnya dengan data mendetail dalam laporan Jakpat “Sustainable Living & Plastic Pivot: Responding to Market Changes” pada tautan berikut: https://insight.jakpat.net/sustainable-living-the-plastic-pivot-responding-to-market-changes/[1] https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260330072937-92-1342397/harga-plastik-naik-hingga-rp6000-per-pak-zulhas-ungkap-penyebabnya

2026-05-19 22:32:00

IN PICTURES