Senin, H / 05 Oktober 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#EQ

#BI

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#BK

#NU

#MK

#UI

#RS

#GM

#MC

#

#IT

#MU

#QX

#SD

#bi

#PS

#DJ

#BU

#as

# P

#HC

#UU

#US

#Pa

#CC

#Ti

#\

#Hu

#8

#3A

#5P

#KB

#HP

#LG

#S1

#UN

#qx

#DO

#TJ

#FK

#5G

#VW

#K3

#Ke

#HR

# M

#RT

#PK

# t

#VR

#WA

#Wo

#U

#01

#02

#Em

#Al

TERKINI

INTERNASIONAL

 

Marak Kebocoran Data di Mana-mana, ESQ Lolos Standardisasi Ketat & Kantongi 2 Sertifikasi Standar Internasional ISO/IEC!

ESQNews.id, JAKARTA – Di tengah maraknya isu kebocoran data pribadi yang kian meresahkan publik dan ekosistem bisnis digital nasional, langkah tegas dan tak main-main diambil oleh PT. Arga Bangun Bangsa (ESQ). Lembaga pelatihan kepemimpinan dan transformasi karakter terkemuka di Indonesia ini secara resmi berhasil mengantongi dua sertifikasi standar internasional bergengsi sekaligus terkait keamanan informasi dan perlindungan data pribadi.Sertifikasi tersebut diterbitkan langsung oleh lembaga sertifikasi independen terpercaya, PT TSI SERTIFIKASI INTERNASIONAL, yang telah ditandatangani oleh Presiden Direkturnya.Dua Standar ISO Kelas Dunia yang Diberikan kepada PT. Arga Bangun BangsaTSI mengonfirmasi bahwa sistem manajemen PT. Arga Bangun Bangsa (ESQ) telah terdaftar dan memenuhi seluruh standar kualifikasi ketat ISO.Adapun sertifikasi yang diraih adalah ISO/IEC 27701 : 2025 terkait Privacy Information Management Systems (PIMS) dengan Nomor Registrasi Sertifikat PIMS 26811. Sertifikasi ini mencakup peran PT. Arga Bangun Bangsa sebagai PII Controller dalam pengumpulan, pemrosesan, analisis, penyimpanan, penggunaan, pengungkapan, transfer, hingga penghapusan data pribadi yang diproses oleh aplikasi internal perusahaan, sesuai dengan Statement of Applicability Dokumen No. ABB-IMS-SOA-001 Version 1.0 Rev.00 tertanggal 23 Juli 2026.Tidak berhenti di situ, PT. Arga Bangun Bangsa juga mengantongi sertifikasi SNI ISO/IEC 27001 : 2022 untuk Information Security Management Systems (ISMS) dengan Nomor Registrasi Sertifikat ISMS 26312. Sertifikasi keamanan informasi ini mencakup seluruh cakupan pengembangan, operasional, dan pemeliharaan aplikasi internal perusahaan, termasuk fungsi pendukung terkait, infrastruktur teknologi informasi, hingga layanan pihak ketiga yang terlibat dalam penyampaian layanan.Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, mengungkapkan rasa syukur mendalam atas keberhasilan timnya menembus audit dan kriteria ketat standar internasional tersebut."Alhamdulillah kita sudah memenuhi standard ISO untuk kerahasiaan data dan perlindungan data pribadi," ujar Ary Ginanjar Agustian.Ary menambahkan bahwa di era transformasi digital dan pesatnya ancaman siber (cyber threat), perlindungan terhadap data masyarakat dan alumni adalah bentuk integritas, komitmen, serta tanggung jawab moral tertinggi lembaga kepada publik.Langkah ini mempertegas komitmen ESQ yang tidak hanya fokus membangun kecerdasan emosional dan spiritual, serta pembangunan karakter bangsa, tetapi juga memperkuat benteng pertahanan data serta privasi jutaan alumni serta mitra korporasinya.Siap Jawab Tantangan UU Perlindungan Data Pribadi (UU PDP)Keberhasilan meraih ISO/IEC 27701 : 2025 dan SNI ISO/IEC 27001 : 2022 sekaligus memosisikan PT. Arga Bangun Bangsa sebagai pelopor lembaga pelatihan dan edukasi di Indonesia yang fully-compliant terhadap regulasi Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP).Dengan standar tata kelola siber ini, seluruh alumni, peserta training, instansi pemerintah, serta korporasi nasional maupun multinasional yang bekerja sama dengan ESQ Corp dijamin mendapatkan perlindungan data berbasis best practice keamanan siber tingkat dunia.

3 hari yang lalu

NEWS

 

Peringati Hari Bahasa Isyarat Internasional, ESQ Kemanusiaan dan Paragon Mengubah Driver Ojek Online Tuli Tampil Percaya Diri & Profesional

ESQNews.id, JAKARTA — Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional, ESQ Kemanusiaan bersama Paragon menggelar kegiatan apresiasi dan pemberdayaan bagi Driver Ojek Online Tuli yang tergabung dalam Program Paradaya 2.0 Ojek Online Tuli. Kegiatan dilaksanakan di Kantor Paragon Hub pada Senin, 28 September 2026. Mengusung semangat “Sahabat Roda Setara: Tampil Percaya Diri, Melayani dengan Hati, Setara dalam Berkarya", kegiatan ini menjadi momentum untuk memberikan apresiasi sekaligus memperkuat kepercayaan diri dan profesionalisme para driver tuli dalam menjalankan aktivitasnya.Kegiatan utama adalah Beauty Class & Personal Grooming yang ditujukan bagi peserta laki-laki maupun perempuan. Peserta Perempuan diberikan keterampilan make-up sederhana untuk penampilan sehari hari, untuk peserta laki – laki diberikan layanan potong rambut dan tips agar menjaga kerapihan rambut, semua bertujuan agar mereka tampil lebih baik, lebih percaya diri sehingga customer merasa nyaman. ESQ Kemanusiaan juga berkolaborasi dengan Penerima manfaat program Paradaya dari Dompet Dhuafa yaitu para Capster penata rambut untuk membantu merapihkan rambut peserta laki- laki.Kolaborasi ini menjadi tanda bahwa kebaikan memang harus dilakukan bersama-sama agar mendapatkan hasil yang maksimal.Bagi para driver, penampilan yang bersih dan rapi merupakan bagian dari profesionalisme. Hal sederhana seperti menjaga kebersihan diri, kerapian rambut dan pakaian, serta tampil percaya diri dapat menjadi bagian dari upaya memberikan rasa nyaman kepada customer.ESQ Kemanusiaan: Mendampingi Menuju KemandirianSebagai pelaksana sekaligus pendamping Program Paradaya 2.0 Ojek Online Tuli, ESQ Kemanusiaan tidak hanya berfokus pada akses pekerjaan, tetapi juga pada proses pendampingan dan penguatan kapasitas para peserta.Melalui program ini, para driver mendapatkan ruang untuk mengembangkan kemandirian ekonomi sekaligus membangun kepercayaan diri dalam menjalankan profesinya.“Bagi kami, pemberdayaan bukan hanya memberikan kesempatan untuk bekerja, tetapi juga mendampingi seseorang agar semakin percaya diri, mampu mengembangkan potensinya, dan mandiri. Teman-teman driver tuli memiliki kemampuan dan semangat yang luar biasa untuk terus berkarya," ujar Dewi Anjani selaku General Manager ESQ Kemanusiaan.ESQ Kemanusiaan memandang bahwa perbedaan cara berkomunikasi bukan menjadi penghalang untuk memberikan pelayanan terbaik. Dengan dukungan yang tepat, para driver tuli dapat terus berkontribusi dan berinteraksi dengan masyarakat melalui profesinya.Bahasa Berbeda, Kesempatan Tetap SetaraPeringatan Hari Bahasa Isyarat Internasional menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa kesetaraan bukan berarti semua orang harus memiliki cara yang sama, melainkan setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang, bekerja, dan memberikan manfaat.Selain Beauty Class dan Personal Grooming, kegiatan juga diisi dengan sesi inspirasi “Setara dalam Berkarya”, makan bersama, pemberian bingkisan apresiasi, serta interaksi antara peserta, Paragon, dan ESQ Kemanusiaan.Suasana kebersamaan menjadi bagian penting dalam kegiatan ini. Para peserta tidak hanya mendapatkan pembekalan, tetapi juga ruang untuk saling berbagi pengalaman, berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat, dan memperkuat jejaring sesama driver tuli.“Bahasa boleh berbeda dan cara berkomunikasi boleh tidak sama. Namun kesempatan untuk berkarya, bekerja secara profesional, dan memberikan manfaat adalah milik semua orang," lanjut Dewi.Melalui kegiatan ini, ESQ Kemanusiaan berharap semangat setara dalam kesempatan, setara dalam berkarya, dan setara dalam memberikan manfaat dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari perjalanan para Driver Ojek Online Tuli.Dewi juga ucapkan, "Terimakasih Paragon atas Amanah kebaikan ini."Tentang ESQ KemanusiaanESQ Kemanusiaan merupakan lembaga kemanusiaan yang menjalankan berbagai program pemberdayaan dan kemanusiaan, termasuk pengembangan kapasitas, pendidikan, sosial, serta pemberdayaan kelompok masyarakat yang membutuhkan akses dan kesempatan untuk berkembang.Melalui Program Paradaya Ojek Online Tuli, ESQ Kemanusiaan berperan sebagai pelaksana dan pendamping program dalam mendukung para peserta untuk membangun kemandirian melalui aktivitas ekonomi dan pekerjaan yang produktif.

6 hari yang lalu

NEWS

 

Hadapi AI! Training ESQ & TalentDNA di Jepara Jadi Senjata Rahasia Cetak Guru Berkarakter Demi Generasi Emas 2045

ESQNews.id, JEPARA — Ledakan Bonus Demografi menuju terwujudnya Generasi Emas 2045 bisa menjadi bumerang mematikan jika kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) gagal dibentuk sejak dini. Di tengah gempuran Artificial Intelligence (AI) alias kecerdasan buatan yang kian merajalela, peran guru kini diuji keras. Akankah sosok tenaga pendidik tergantikan oleh mesin?Menjawab tantangan krusial tersebut, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, memberikan 'warning' dan pesan menohok kepada seluruh tenaga pendidik di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa Generasi Emas tidak akan pernah lahir tanpa totalitas seorang guru.Sebagai kepala daerah, Witiarso menitipkan satu poin fundamental: guru tidak boleh sekadar menjadi mesin transfer ilmu (kecerdasan intelektual) dan emosional semata. Lebih dari itu, guru wajib memiliki kecerdasan spiritual untuk membentengi keimanan dan membentuk akhlak peserta didik."Guru harus bisa digugu dan ditiru. Berikanlah contoh yang baik, ilmu yang baik, dan jangan lupa kecerdasan spiritualnya juga. Jadi tidak hanya pengajar yang memiliki kecerdasan intelektual, tapi juga bagaimana memiliki kecerdasan spiritual yang ditularkan pada anak didik," tegas Witiarso.50 Guru Digembleng Lewat Training ESQ Menghadapi Era AISebagai langkah konkret penyelamatan generasi bangsa, sebanyak 50 tenaga pendidik di Kabupaten Jepara digembleng secara intensif dalam Training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) 165 Peduli Pendidikan. Pelatihan perdana di Jepara ini berlangsung selama dua hari, Senin–Selasa (21-22/9/2026), di Meeting Room Medina Dental Clinic, Jepara.Trainer ESQ, Kurnia Setiya Putra, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memompa semangat para pendidik dalam membangun generasi emas. Fokus utamanya adalah melahirkan pribadi unggul melalui penggabungan tiga kekuatan: Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional (EQ), dan Kecerdasan Spiritual (SQ).Senada dengan hal itu, Trainer ESQ Novriza Ardhana melontarkan fakta yang membuka mata terkait fenomena digitalisasi saat ini. Menurutnya, perkembangan pesat teknologi tidak seharusnya membuat guru merasa tersaingi, melainkan menjadi momentum untuk memperkuat sisi kemanusiaan dalam sistem pendidikan."AI memang bisa memberikan jawaban, tetapi hanya guru yang bisa memberikan arah," kata Novriza.Ia menilai, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi sekadar membuat siswa pintar menjawab soal, melainkan bagaimana membentuk mental yang tangguh, peduli, dan sadar spiritual di tengah gempuran media sosial dan konten serba instan.Untuk itu, pelatihan ESQ ini juga mengintegrasikan pendekatan TalentDNA, sebuah metode yang membantu insan pendidikan membedah potensi dan karakter individu setiap siswa. "Guru harus kembali kepada fitrah profesinya. Karena ketika AI semakin pintar, guru justru harus semakin manusiawi," tegas Novriza.Testimoni Dampak dari pelatihan ESQ ini langsung dirasakan oleh para peserta. Endri Susanto, salah satu peserta yang juga guru di SMPN 2 Bangsri, mengaku mendapatkan pencerahan luar biasa tentang bagaimana membangun disiplin dan menjadi role model yang nyata bagi siswanya."Kita diajarkan bagaimana memahami diri bahwa kita sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa. Apa yang kita punya sudah sepatutnya diajarkan kepada peserta didik. Itulah tugas sejati guru dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa," ungkap Endri, melansir dari media massa.Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah daerah dan penguatan kapasitas guru lewat training ESQ ini, Jepara bersiap membuktikan bahwa secanggih apa pun teknologi di masa depan, sentuhan moral dan spiritual seorang guru akan selalu menjadi kunci utama penentu nasib bangsa di tahun 2045.

2026-09-27 08:56:00

NEWS

INTERNASIONAL

 

Wakil Perdana Menteri Malaysia Kunjungi Menara 165, Prof. Ary: Diplomasi Spiritual Menjadi Jembatan Persaudaraan Indonesia-Malaysia

ESQNews.id, Jakarta — Di tengah agenda kenegaraan Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato' Seri Dr. Ahmad Zahid Hamidi di Indonesia, Menara 165 menjadi salah satu tujuan silaturahim yang memiliki makna tersendiri. Bagi Pendiri ESQ Corp dan Universitas Ary Ginanjar, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, kunjungan tersebut bukan sekadar pertemuan dua sahabat lama, melainkan cerminan apa yang ia sebut sebagai diplomasi spiritual, persaudaraan yang dibangun di atas nilai, budaya, dan kemanusiaan.Hubungan keduanya telah terjalin lebih dari dua dekade, sejak Ahmad Zahid Hamidi menjabat sebagai Menteri Agama Malaysia. Kesamaan visi dalam membangun manusia melalui keseimbangan kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual menjadi fondasi persahabatan yang terus bertahan hingga kini, melewati berbagai fase kepemimpinan beliau sebagai Menteri Pertahanan, Menteri Dalam Negeri, hingga Wakil Perdana Menteri Malaysia."Persahabatan kita tidak melihat jabatan, tetapi persahabatan hati. Dalam keadaan suka maupun duka, hubungan itu tetap terjaga," ujar Prof. Ary.Persaudaraan yang Pernah Meredakan KeteganganProf. Ary mengenang salah satu momen paling berkesan ketika hubungan Indonesia dan Malaysia memanas akibat sengketa Ambalat. Saat itu, Ahmad Zahid Hamidi yang menjabat Menteri Pertahanan Malaysia tetap datang ke Menara 165, bahkan mempertemukan berbagai tokoh pertahanan kedua negara dalam suasana dialog.Menurut Prof. Ary, pendekatan berbasis hubungan personal dan spiritual tersebut membantu membangun kembali kepercayaan di tengah situasi yang tegang."Beliau menyebutnya diplomasi spiritual. Hubungan Indonesia-Malaysia tidak cukup didekatkan melalui politik saja, tetapi juga melalui hubungan kultural dan spiritual," tuturnya.Baginya, pengalaman itu menjadi bukti bahwa ikatan antarmanusia sering kali mampu membuka ruang dialog ketika hubungan formal menghadapi tantangan.Alumni ESQ Menjadi Jembatan Dua BangsaSalah satu kekuatan yang disebut Prof. Ary adalah keberadaan sekitar 2.5 juta alumni ESQ di kedua negara. Menurutnya, komunitas alumni tersebut telah menjadi "jembatan hati" yang mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Malaysia."Alumni ESQ menjadi jembatan kultural dan spiritual antara Indonesia dan Malaysia. Ketika rakyat Indonesia datang ke Malaysia, mereka disambut oleh alumni ESQ. Begitu pula ketika rakyat Malaysia datang ke sini, Menara 165 menjadi rumah persaudaraan," katanya.Tiga Agenda Kolaborasi Masa DepanDalam pertemuan di Menara 165, keduanya juga membahas tiga peluang kolaborasi yang dinilai relevan dengan tantangan masa depan.Pertama, penguatan hubungan budaya dan spiritual sebagai fondasi persaudaraan serumpun Indonesia-Malaysia. Kedua, pengembangan sumber daya manusia melalui program Technical and Vocational Education and Training (TVET) Malaysia, termasuk ketertarikan terhadap penerapan TalentDNA Assessment yang telah digunakan dalam Program Sekolah Rakyat di Indonesia. Ketiga, dukungan terhadap penguatan ekosistem halal regional, termasuk gagasan pembentukan ASEAN Halal Council yang diharapkan dapat memperkuat posisi Asia Tenggara sebagai pusat halal dunia.Prof. Ary menjelaskan bahwa ESQ siap berkontribusi melalui pengembangan ESQ Halal Hub sebagai bagian dari ekosistem tersebut.Membangun Manusia sebagai Misi BersamaDi balik berbagai pembahasan strategis itu, Prof. Ary melihat ada benang merah yang mempertemukan dirinya dengan Ahmad Zahid Hamidi: keyakinan bahwa pembangunan bangsa harus dimulai dari pembangunan manusia.Menurutnya, kemajuan teknologi, kecerdasan buatan, dan perubahan ekonomi global justru semakin membutuhkan fondasi nilai spiritual agar generasi masa depan tidak kehilangan arah."Hari ini teknologi berkembang sangat cepat. Justru karena itu, nilai spiritual harus menjadi fondasi untuk membangun manusia seutuhnya, menggabungkan IQ, EQ, dan SQ," ujarnya.Menutup perbincangan, Prof. Ary menyampaikan harapannya agar hubungan Indonesia dan Malaysia terus dipelihara melalui jalur persaudaraan yang tulus."Kepentingan spiritual lebih menyatukan daripada kepentingan intelektual, dagang, ataupun politik. Jembatan hati seperti inilah yang perlu terus dijaga untuk merawat kedamaian Asia Tenggara."

2026-09-21 22:49:00

NEWS

 

LeDHaK UNHAS Buka PRO XV, 221 Calon Anggota Mulai Berproses

ESQNews.id, MAKASSAR - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dialektika Haluan Kebangsaan Universitas Hasanuddin (LeDHaK UNHAS) melaksanakan Proses Rekrutmen dan Orientasi (PRO) XV untuk menerima anggota baru tahun 2026. Kegiatan berlangsung selama dua hari, yaitu Sabtudan Minggu, 12–13 September 2026, bertempat di Auditorium Prof. Solihin Wirasugena, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin.PRO XV merupakan tahap awal dalam rangkaian perekrutan anggota baru LeDHaK UNHAS. Tahun ini, sebanyak 221 orang tercatat mengikuti proses tersebut sebagai calon anggota.Kegiatan turut dihadiri oleh Dewan Penasihat, Koordinator Forum Bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (FORBES), Badan Pengurus, Panitia, WARGA LeDHaK UNHAS, PURNA LeDHaK UNHAS, serta perwakilan UKM UNHAS.Sebagai bagian dari rangkaian awal kegiatan, Ketua Panitia PRO XV, Khairul Arqam, menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Ia menyebut PRO XV merupakan bagian dari regenerasi LeDHaK UNHAS sekaligus ruang untuk mengenalkan budaya berpikir kritis dan dialektika kepada mahasiswa. “Mahasiswa akan dibentuk menjadi pribadi yang tidak hanya berani berbicara, tetapi juga mampu berpikir, berargumentasi, dan bertanggung jawab atas gagasannya,” ujarnya.Ketua Umum LeDHaK UNHAS, Andi Muhammad Randy Syekh, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih anggota LeDHaK UNHAS dalam sejumlah kompetisi debat dan esai. Ia turut memastikan bahwa PRO XV berlangsung tanpa perpeloncoan maupun kekerasan, mengingat LeDHaK UNHAS sangat menjunjung hak asasi setiap peserta.“Jika suatu hari saya mendapati laporan mengenai adanya tindakan kekerasan, saya akan langsung turun tangan untuk menindaklanjuti laporan tersebut,” tegasnya.Selanjutnya, Koordinator FORBES, Muhammad Hidayat, menyampaikan bahwa PRO XVmerupakan bagian dari proses orientasi dan kaderisasi bagi peserta untuk mengenal sertaberproses di LeDHaK UNHAS. Ia berpesan kepada peserta untuk tetap bertahan menjalani setiap tahapan. “Selamat berproses. Jika proses adalah luka, maka bertahan adalah cinta,” tuturnya.Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Ruslin, M.Kes., Ph.D., mengingatkan mahasiswa untuk terus memperluas lingkaran pertemanan dan relasi selama menjalani studi, karena lingkungan kampus dapat dimanfaatkan sebagai sarana membangun jaringan baik di tingkat nasional maupun internasional.“Anda tidak keliru memilih tempat untuk pengembangan ke depan,” ujarnya.Materi yang disampaikan selama dua hari pelaksanaan mencakup pemahaman logika, etika, dan estetika dalam berdialektika, teknik dan manfaat debat, hingga pengenalan visi, struktur, dankultur LeDHaK UNHAS beserta perjalanan lembaganya. Melalui materi tersebut, peserta diperkenalkan pada nilai dan identitas LeDHaK UNHAS sekaligus dibekali kemampuan berpikir kritis dan berargumentasi secara bertanggung jawab.Melalui PRO XV, LeDHaK UNHAS berharap calon anggota dapat terus berproses dengan sungguh-sungguh hingga tahap Konstitusionalisasi Tradisi (KONTRA) dan Seremoni Pengukuhan Anggota serta Kader Tetap (SEPAKAT). Harapannya, seluruh peserta dapat tumbuhmenjadi pemikir kritis yang mampu berargumentasi secara bertanggung jawab serta menjadikan LeDHaK UNHAS sebagai ruang untuk mengembangkan gagasan dan kapasitas diri.

2026-09-16 15:01:00

NEWS

 

Dihadiri Menteri Komunikasi Malaysia, Kehadiran Rina Sarif (ESQ) di Forum Spektakuler CNF26 Jadi Sorotan Eksekutif Global!

ESQNews.id, KUALA LUMPUR – Dunia praktisi Human Resources (HR) Asia Tenggara dibuat gempar oleh penampilan Rina Sarif, Senior Human Resources Advisor sekaligus Member of Board of Advisor ESQ Corp (ACT Consulting International) dalam ajang bergengsi The 3rd Edition of the CHRO Nexus Forum (CNF26). Acara bertema perancangan tenaga kerja masa depan ini berlangsung di Grand Nexus Ballroom, Bangsar South City pada tanggal 7 September 2026.Forum yang dihadiri lebih dari 340 eksekutif senior dan pimpinan HR global ini dibuka langsung oleh Menteri Komunikasi Malaysia, YB Dato' Seri Ahmad Fahmi bin Mohamed Fadzil, serta diselenggarakan atas kerja sama Human Resource Leaders' Circle (HRLC) dan UOA Academy.Mewakili ESQ Corp, Rina Sarif menyampaikan paparan utama bertajuk "The Strategic CHRO: Mastering Consultative Influence". Mengawali pembicaraannya dengan melontarkan energi tinggi yang membakar semangat seluruh isi ruangan untuk saling memberikan apresiasi dengan terselenggaranya acara spektakuler ini.Dalam sesinya sesuai dengan tema yang dibawakan, Rina menegaskan bahwa transformasi besar dalam lanskap manajemen modal manusia bahwa era kecerdasan buatan (artificial intelligence) tidak akan mampu menggeser posisi pimpinan HR selama mereka bertransformasi dari function-centric menjadi enterprise-centric. Beliau menjelaskan pentingnya pergeseran bahasa komunikasi HR di ruang direksi (boardroom), di mana jargon internal seperti tingkat keterikatan karyawan harus diterjemahkan menjadi risiko eksekusi bisnis, dan kenaikan angka pengunduran diri harus dinarasikan sebagai hilangnya kapabilitas kritis organisasi. Bagi Rina, pengaruh terbesar seorang pimpinan HR tidak terletak pada tumpukan data atau presentasi canggih, melainkan pada keberanian mengajukan pertanyaan-pertanyaan strategis yang mampu mengubah cara pandang para jajaran C-suite.Lebih lanjut, Rina menekankan bahwa nilai tertinggi seorang CHRO diuji melalui keberanian berlandaskan integritas (courage with substance), bahkan ketika harus menantang keputusan pimpinan tertinggi demi mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan organisasi. Beliau membagikan pengalaman masa lalu saat memilih mengundurkan diri dalam waktu singkat demi mempertahankan prinsip moral tersebut. Menurutnya, tantangan yang dilandasi rasa saling percaya akan berubah menjadi nasihat strategis yang dicari oleh para CEO saat menghadapi ketidakpastian. Penampilan Rina Sarif menjadi salah satu sesi paling berkesan dalam CNF26 yang kemudian ditutup dengan exclusive networking buffet dinner untuk mempererat kolaborasi antar pimpinan HR lintas negara.

2026-09-15 22:40:00

NEWS

 

HASANUDDIN GLOBAL STUDENT CONFERENCE 2026 “Transforming Environmetal Agendas: A Socio-Political Approach to Global Climate Justice”

ESQNews.id, Makassar - Hasanuddin Global Student Conference (HGSC) 2026 diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin dengan Prisma FISIP Unhas sebagai panitia pelaksana. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, yaitu pada 11–12 September 2026, dan menghadirkan berbagai pembahasan mengenai climate justice, tata kelola lingkungan, kebijakan karbon, serta ketimpangan sosial.Pada hari pertama, 11 September 2026, kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan Indonesia Raya, pembacaan doa serta penayangan cultural video. Acara kemudian dilanjutkan dengan welcoming speech dari Head of Committee HGSC 2026, Siti Nur Fadilah, serta sambutan dari Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin,Prof. Dr. Phil. Sukri, M.Si., serta sambutan dan sekaligus pembuka acara oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Hasanuddin, Prof. Muhammad Ruslin, drg., M.Kes., Ph.D., Sp.B.M.Mf., Subsp. Ortognat.D. Kegiatan tersebut dipandu oleh moderator Salfadillah Az-Zahrah. Sesi selanjutnya menghadirkan invited speaker Muhammad Al Hilal Gibraltar dari Universitas Kebangsaan Malaysia, yang membawakan materi berjudul “Political Ethics andClimate Justice: Strengthening Democratic Accountability in Environmental Governance”.Dalam pemaparannya, ia membahas climate justice sebagai salah satu hal penting dalam menghadapi tantangan politik dan memperkuat akuntabilitas dalam tata kelola lingkungan.Setelah sesi diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan panel session yang terbagi dalam empat panel.Selain membahas isu lingkungan, HGSC 2026 juga menghadirkan pembahasan mengenai isu sosial melalui materi dari invited speaker Afifah Araminta Wardiyah berjudul “Fertility Postponement and Social Inequalities”. Materi tersebut membahas faktor-faktor yang menyebabkan penundaan kesuburan dan kaitannya dengan ketimpangan sosial, sekaligus menjadi penutup rangkaian kegiatan pada hari pertama.Pada hari kedua, 12 September 2026, kegiatan dibuka dengan pemaparan Nurul Habib Al Mukarramah dari Universitas Hasanuddin melalui materi “Can Justice Be Served? A Philosophical Legal Evaluation on Indonesia Carbon Pricing Policy”. Dalam pemaparannya menyimpulkan bahwa kebijakan harga karbon Indonesia belum sepenuhnya berkeadilan dan perlu direkonstruksi melalui tata kelola yang lebih transparan dan inklusif. Setelah itu para presenter kemudian kembali mengikuti panel session yang terbagi dalam empat panel.Rangkaian konferensi ditutup dengan pemaparan Adzaniya Magfira Sausan, S.Si. melalui artikel “From ‘Don’t Litter’ to ‘Why Floods Happen’: A Systematic Review of ASEAN Environmental Education for Localized Indonesian Climate Justice Framework”. Dalam artikelnya menegaskan pentingnya pendidikan lingkungan diarahkan menjadi pemberdayaan sipil aktif, bukan sekadar kepatuhan moral semata. Pemaparan tersebut menjadi sesi akhir dari Hasanuddin Global Student Conference 2026.Melalui kegiatan ini, HGSC 2026 menjadi ruang bagi peserta untuk bertukar gagasan dan memperluas wawasan mengenai isu lingkungan, keadilan iklim, serta berbagai persoalan sosial yang berkaitan dengan kebijakan dan kehidupan masyarakat. 

2026-09-13 12:12:00

TRAINING

 

Digembleng TNI hingga Ikut ESQ, 1.088 Maba Unbrah Padang Siap Dobrak Dunia Perkuliahan

ESQNews.id, PADANG — Sebanyak 1.088 mahasiswa baru (termasuk angkatan tahun lalu yang belum ikut Training ESQ) Universitas Baiturrahmah (Unbrah) Padang mendapatkan pembekalan karakter dan penguatan kecerdasan emosional serta spiritual melalui program Emotional Spiritual Quotient (ESQ). Pembekalan ini menjadi salah satu tahapan penting sebelum mereka benar-benar memasuki kehidupan akademik di perguruan tinggi.Digelar dalam dua batch pada 29–30 Agustus dan 31 Agustus–1 September 2026 di Auditorium Universitas Baiturrahmah, kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk menyambut mahasiswa baru, tetapi juga membangun fondasi karakter yang diharapkan menjadi pegangan mereka selama menjalani pendidikan di kampus.Melalui In House Training (IHT) Mahasiswa Baru Unbrah 2026, mahasiswa diajak memahami pentingnya integritas, tanggung jawab, kesadaran diri, pengelolaan emosi, serta nilai-nilai Akhlakul Karimah.Lebih menarik lagi, Maba Unbrah juga mendapatkan tools TalentDNA secara free untuk mengetahui talenta (keunikan) dan potensi diri mereka masing-masing.Program ini dilaksanakan Universitas Baiturrahmah dengan pendampingan ESQ sebagai mitra dalam pembekalan karakter mahasiswa baru.Kepala Biro Humas dan Kerja Sama Unbrah Dr. Edi Suandi, MM mengatakan, pembekalan ESQ menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi fase baru dalam kehidupan mereka.“Melalui semangat para Trainer, calon mahasiswa baru diberikan pemahaman tentang kecerdasan spiritual dan emosional dalam ESQ,” ujar Edi di Padang.Menurutnya, mahasiswa membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan akademik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan mengenali dan mengelola diri, membangun hubungan positif dengan orang lain, serta memiliki nilai yang menjadi pedoman dalam mengambil keputusan.Bagi mahasiswa baru, pembekalan ESQ menjadi pengalaman yang berbeda dari kegiatan pengenalan kampus pada umumnya.Selain menerima materi dari trainer, peserta diajak melakukan refleksi mengenai tujuan hidup, karakter, tanggung jawab, hingga bagaimana menghadapi berbagai tekanan ketika memasuki fase kehidupan sebagai mahasiswa.Suasana pembekalan juga diwarnai berbagai aktivitas interaktif yang membuat mahasiswa terlibat secara langsung.Bukan hanya mendengarkan materi, mereka didorong untuk mengenali potensi diri sekaligus memahami pentingnya keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual.Salah seorang mahasiswa baru mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti kegiatan.“Saya merasa senang karena mendapatkan banyak pengalaman baru dan dapat teman-teman baru. Saya juga banyak mendapat pengetahuan yang sebelumnya belum saya tahu,” ujarnya.Respons positif juga datang dari Aditya Daswidianto, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi Unbrah.Aditya mengaku materi yang diberikan selama dua hari pembekalan memberikan motivasi baru sebelum dirinya menjalani perkuliahan.“Saya merasa sangat termotivasi dengan materi-materi yang disampaikan oleh trainer-trainer dari pihak ESQ. Materi-materinya sangat bermanfaat,” kata Aditya.Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Baiturrahmah yang menghadirkan para trainer ESQ untuk memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru.Pembekalan ESQ Unbrah 2026 membawa misi yang lebih luas, yakni mempersiapkan mahasiswa menghadapi perubahan lingkungan, tuntutan akademik, serta kehidupan sosial yang akan mereka jalani selama berada di perguruan tinggi.Pembangunan karakter juga diarahkan untuk memperkuat mental positif dan kesadaran mahasiswa terhadap kondisi dirinya.Hal ini menjadi penting karena memasuki perguruan tinggi merupakan fase transisi. Mahasiswa tidak lagi berada dalam pola pendidikan sekolah menengah. Mereka dituntut lebih mandiri dalam mengatur waktu, mengambil keputusan, menyelesaikan persoalan, serta bertanggung jawab terhadap pilihan mereka.Karena itu, pembekalan karakter diharapkan dapat menjadi fondasi agar mahasiswa mampu menghadapi tekanan akademik maupun sosial secara lebih sehat dan bertanggung jawab.“Semoga training dua hari ini menjadi bekal mereka untuk menjalani babak baru dalam kehidupannya menjadi mahasiswa baru di kampus ini dan menjadi pegangan mereka untuk menjadi pribadi yang lebih baik. InsyaAllah,” ujar salah seorang pendamping kegiatan.Pembekalan ESQ sendiri bukan kegiatan yang berdiri sendiri. Program tersebut merupakan bagian dari rangkaian Hari Silaturahmi Mahasiswa Baru (Hasimaru) Universitas Baiturrahmah 2026.Sebelum mengikuti ESQ, mahasiswa baru terlebih dahulu menjalani Pembinaan Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis). Bintalfisdis dilaksanakan di Secata B Padang Panjang dengan pola pembinaan semi militer dan bimbingan anggota TNI selama empat hari.

2026-09-13 10:24:00

NEWS

 

ESQ Support BPKD DKI Jakarta, Perkuat Budaya Kerja ASN BerAKHLAK untuk Jaga Jakarta Menuju Kota Global

ESQNews.id, JAKARTA — Upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, tetapi juga perubahan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN). Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan KOPI SEDAP BPKD Episode ke-145 bertajuk “Pentingnya Budaya Kerja dalam Meningkatkan Kinerja yang Optimal” yang digelar secara daring, Kamis (3/9/2026).Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta, Michael, yang mengikuti paparan Coach Eka (Trainer ESQ Lisensi dari Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) dengan antusias.Dalam kesempatan tersebut, Michael menyampaikan salam kepada Prof. Ary Ginanjar sekaligus memberikan perhatian khusus terhadap pembahasan mengenai pentingnya budaya kerja sebagai fondasi peningkatan kinerja organisasi.Budaya kerja dipandang bukan sekadar kumpulan slogan atau nilai yang tertulis dalam dokumen organisasi. Lebih dari itu, budaya kerja merupakan nilai, sikap, dan perilaku yang menjadi cara bersama dalam melaksanakan pekerjaan, serta harus tercermin dalam keseharian setiap ASN.“Budaya kerja bukan sekadar slogan. Budaya harus terlihat dalam perilaku ASN sehari-hari,” demikian pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.Budaya kerja yang kuat dinilai dapat menciptakan lingkungan organisasi yang profesional, produktif, kolaboratif, dan berintegritas. Karena itu, internalisasi budaya kerja menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan, tetapi menghasilkan kinerja yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.Dari Budaya Kerja ke Aksi NyataSemangat tersebut dinilai sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta dalam Rapim Paripurna bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Direktur Utama BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.Dalam arahan tersebut, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta didorong untuk menginternalisasikan semangat:"JAGA JAKARTA MENUJU KOTA GLOBAL"Semangat tersebut tidak cukup diwujudkan melalui narasi atau kampanye semata. Setiap OPD dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) diharapkan mampu menerjemahkannya ke dalam program konkret sesuai tugas dan fungsi masing-masing.Program tersebut harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas, dilaksanakan secara berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung kepada masyarakat.Dengan demikian, transformasi Jakarta menjadi kota global dimulai bukan hanya dari pembangunan fisik, tetapi juga dari transformasi manusia dan organisasi yang menjalankan pelayanan publik.BerAKHLAK Harus Terlihat dalam PerilakuCoach Eka dari ESQ dalam paparannya menekankan bahwa budaya organisasi tidak dapat dibangun secara instan. Budaya perlu ditanamkan melalui proses pembiasaan yang konsisten hingga akhirnya menjadi perilaku nyata.Dalam konteks pemerintahan, prinsip tersebut menjadi semakin penting karena kualitas budaya kerja ASN akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik.Nilai BerAKHLAK pun tidak seharusnya berhenti sebagai slogan yang tercantum dalam berbagai dokumen dan materi komunikasi. Nilai tersebut perlu menjadi kompas perilaku dalam menjalankan tugas sehari-hari.ASN dituntut untuk mampu menghadirkan pelayanan yang akuntabel, adaptif, kolaboratif, profesional, serta berorientasi pada dampak bagi masyarakat.“BerAKHLAK bukan hanya slogan di atas kertas, tetapi menjadi kompas perilaku nyata,” menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka dalam kegiatan KOPI SEDAP BPKD episode ke-145.Target 50 Besar Kota Global pada 2030Transformasi budaya kerja menjadi semakin strategis di tengah ambisi Jakarta untuk meningkatkan daya saingnya di tingkat dunia.Dengan target Jakarta masuk 50 besar kota global dunia pada 2030, perubahan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu institusi. Diperlukan konsistensi dari setiap ASN, setiap OPD, dan setiap lini pelayanan pemerintahan.Kota global bukan hanya tentang gedung tinggi, konektivitas, investasi, dan teknologi. Kota global juga dibangun oleh aparatur yang memiliki integritas, bekerja secara profesional, mampu berkolaborasi, adaptif terhadap perubahan, serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.Karena itu, KOPI SEDAP BPKD episode ke-145 menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa budaya kerja merupakan bagian penting dari perjalanan Jakarta menuju standar kota global.Perubahan tersebut dimulai dari hal yang paling mendasar: perilaku setiap individu dalam menjalankan tugasnya setiap hari.Dari ASN yang berintegritas, lahir organisasi yang berkinerja. Dari organisasi yang berkinerja, lahir pelayanan publik yang berdampak. Dan dari pelayanan publik yang berkualitas, terbentuk Jakarta yang semakin siap bersaing di panggung global.https://www.youtube.com/live/plcR_z00q5I

2026-09-10 07:39:00

IN PICTURES