Kamis, H / 23 Juli 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#BI

#EQ

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#MK

#NU

#BK

#UI

#RS

#GM

#IT

#MC

#bi

#MU

#QX

#

#SD

#Ti

#S1

#CC

#DJ

#as

#Pa

# P

#LG

#UN

#8

#3A

#5P

#HC

#\

#US

#BU

#PS

#Hu

#DO

#qx

#KB

#HP

#5G

#TJ

#FK

#VW

#U

#K3

#Ke

#PK

#RT

# M

#WA

# t

#UU

#Wo

#Em

#01

#02

#VR

#Al

TERKINI

LIFESTYLE

 

Kopi dan Teh Masih Mendominasi, Matcha Kian Premium

ESQNews.id, JAKARTA - Industri minuman berasa di Indonesia terus berkembang seiring semakin beragamnya pilihan yang hadir di tengah masyarakat. Minuman tidak lagi sekadar pelepas dahaga, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas harian, sarana bersosialisasi, hingga cara untuk beristirahat maupun mengisi energi. Untuk memahami perubahan tersebut, Jakpat mensurvei 1.238 responden di Indonesia mengenai kebiasaan mereka dalam mengonsumsi berbagai jenis minuman berasa.Kopi dan teh tetap jadi pilihan utama lintas generasiHasil survei menunjukkan bahwa kopi dan teh masih menjadi minuman favorit masyarakat Indonesia. Keduanya dikonsumsi oleh lebih dari 70% responden dari berbagai kelompok usia. Di sisi lain, Matcha lebih populer di kalangan generasi muda, dengan 34% Gen Z dan 32% Milenial mengonsumsinya dalam enam bulan terakhir, dibandingkan hanya 17% Gen X. Sedangkan generasi yang lebih tua memiliki preferensi yang lebih kuat terhadap kopi, teh, dan jamu. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki kombinasi preferensi antara minuman modern dan tradisional.Menurut Septiana Widi Sugiastuti, Research Lead Jakpat, temuan ini menunjukkan pentingnya memahami preferensi konsumen berdasarkan generasi. "Meskipun kopi dan teh digemari oleh berbagai generasi, perbedaan dalam preferensi minuman sekunder menunjukkan adanya segmen konsumen yang khas. Generasi muda cenderung mengadopsi tren minuman terkini, sementara konsumen dari generasi yang lebih tua tetap menyukai minuman yang sudah akrab dan bersifat tradisional. Temuan ini mengisyaratkan bahwa merek minuman yang sukses sebaiknya tidak menggunakan pendekatan yang seragam untuk semua kalangan, melainkan menyesuaikan inovasi produk dan strategi komunikasi mereka dengan preferensi unik setiap generasi."Cara mendapatkan minuman berbeda, tergantung kategorinyaTemuan Jakpat juga menunjukkan bahwa menunjukkan setiap kategori minuman memiliki pola pembelian yang berbeda. Kopi dan teh paling sering dibuat sendiri di rumah, menunjukkan bahwa keduanya telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Sedangkan susu lebih banyak diperoleh melalui pembelian di supermarket.Untuk minuman lain, pola konsumsi juga mencerminkan karakter masing-masing kategori. Jamu paling sering dibeli dari pedagang kaki lima atau penjual tradisional, sementara soda identik dengan pembelian di supermarket. Berbeda dengan keduanya, matcha lebih banyak diperoleh dari kafe serta memiliki tingkat pemesanan melalui layanan pesan antar yang relatif tinggi, memperkuat posisinya sebagai minuman lifestyle.Septiana menjelaskan bahwa perbedaan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh jenis minumannya, tetapi juga oleh konteks konsumsi yang diharapkan konsumen. "Konsumen mencari kenyamanan, kepercayaan, dan pengalaman konsumsi yang tepat, bukan sekadar produk minumannya saja. Hal ini menjelaskan mengapa jamu umumnya dibeli dari pedagang kaki lima, soda sangat identik dengan supermarket, dan matcha lebih banyak dinikmati di kafe."Mayoritas konsumen menghabiskan kurang dari Rp25.000 untuk satu minumanDari sisi pengeluaran, sebagian besar responden mengaku menghabiskan kurang dari Rp25.000 untuk satu porsi minuman. Hal ini menunjukkan bahwa keterjangkauan harga masih menjadi pertimbangan utama dalam memilih minuman.Teh menjadi kategori yang paling ekonomis dengan mayoritas konsumen mengeluarkan kurang dari Rp10.000 per sajian. Soda dan jamu juga masih identik dengan kisaran harga yang terjangkau. Sementara itu, kopi memiliki rentang pengeluaran yang lebih beragam meski sebagian besar konsumennya tetap membelanjakan kurang dari Rp25.000.Matcha jadi minuman premium yang rela dibayar lebih mahalDi tengah dominasi minuman dengan harga terjangkau, matcha tampil sebagai pengecualian. Banyak konsumen bersedia mengeluarkan Rp25.000 hingga Rp50.000 untuk satu gelas matcha, menjadikannya satu-satunya kategori dengan pola pengeluaran kelas menengah yang cukup kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya membeli minuman, tetapi juga nilai dan pengalaman yang melekat pada suatu kategori.Menurut Septiana Widi Sugiastuti, Research Lead Jakpat, harga tidak hanya menjadi pertimbangan pembelian, tetapi juga membentuk persepsi konsumen terhadap suatu kategori minuman. "Temuan ini menunjukkan bahwa harga berfungsi sebagai penanda posisi kategori, bukan sekadar pertimbangan dalam pembelian. Matcha telah berhasil membangun citra premium sehingga konsumen bersedia membayar harga lebih tinggi, sedangkan soda dan jamu tetap lekat dengan kesan harga yang terjangkau. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan suatu kategori tidak terlalu bergantung pada persaingan harga, melainkan lebih pada penciptaan nilai yang dirasakan konsumen melalui penentuan posisi yang jelas, pengalaman produk, dan diferensiasi merek."Ingin memahami lebih dalam tentang minuman berasa di Indonesia? Unduh laporan lengkap “Indonesian Beverage Consumption” melalui tautan berikut:  https://insight.jakpat.net/indonesia-beverage-consumption/ Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:Ainu Rakhma FatkhiaMarketing Communication [email protected] www.jakpat.netwww.insight.jakpat.netInstagram @jakpatapphttps://id.linkedin.com/company/jajak-pendapat-jakpat

19 jam yang lalu

LIFESTYLE

 

Live Shopping vs Affiliate Link: Mana yang Lebih Memikat Konsumen?

ESQNews.id, JAKARTA - Live shopping telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat, sementara tautan afiliasi (affiliate link) kini telah menjadi bagian yang lumrah dalam proses belanja online. Keduanya merupakan pilar utama dalam perdagangan digital (e-commerce) modern, namun cara kerjanya sama sekali berbeda.Jakpat mengadakan survei untuk mengetahui tren live shopping dan tautan afiliasi saat ini. Laporan ini disusun berdasarkan tanggapan dari 1.714 partisipan yang berbelanja secara online di seluruh Indonesia. Daya Pikat Live Shopping: Berburu Diskon hingga Cek Kondisi ProdukLive shopping telah menjadi kebiasaan yang lumrah di masyarakat, di mana sebagian besar konsumen rutin menonton sesi tersebut (92%). Tingkat keterlibatan (engagement) yang tinggi ini mendorong tindakan nyata secara instan, terbukti dengan lebih dari separuh responden yang telah melakukan pembelian dalam enam bulan terakhir.Dari segi demografi, perempuan menjadi kelompok yang paling banyak melakukan pembelian di live shopping (62%). Sementara, Milenial (59%) dan Gen X (58%) lebih suka menonton sesi tersebut dibanding Gen Z (51%). "Meski tingkat keterlibatannya tinggi di semua generasi, alasan konsumen mengikuti live shopping tidak selalu sama. Sebagian mencari penawaran menarik, sementara yang lain memanfaatkannya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum membeli. Hal ini menunjukkan bahwa live shopping mampu menjawab kebutuhan konsumen yang beragam dalam satu pengalaman belanja yang sama," ucap Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna.   Promo dan diskon menjadi alasan terbesar responden belanja lewat live shopping (71%). Pertimbangan lain adalah harga yang lebih murah (66%) dan bisa bertanya langsung kepada penjual (65%). Gen Z cenderung lebih memikirkan review produk, tip, atau perbandingan dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Shopee Live mendominasi pasar live shopping dengan popularitas yang seimbang di antara kedua gender (pria dan wanita) di mana 3 dari 4 memakai platform tersebut. TikTokLive Shopping menempati posisi kedua (56%), dengan dominasi pembeli wanita. Affiliate Link: Ramai Diklik, Belum Tentu DibeliTautan afiliasi (affiliate link) sangat efektif untuk mendatangkan lalu lintas (traffic), terbukti dengan 83% konsumen yang pernah membukanya. Namun, mengubah rasa penasaran tersebut menjadi penjualan merupakan tantangan tersendiri, karena kurang dari 40% konsumen yang melakukan pembelian dalam waktu setengah tahun terakhir.“Affiliate link membuka peluang bagi brand untuk menjangkau konsumen di berbagai kelompok. Namun, respons terhadap dorongan tersebut dapat berbeda tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing konsumen.Karena itu, memahami karakteristik setiap segmen menjadi penting agar strategi affiliate tidak hanya mampu mendatangkan traffic, tetapi juga mendorong keputusan pembelian,” papar Hasna.         Pembelian melalui tautan afiliasi terbilang sangat konsisten di berbagai gender dan generasi, dengan tingkat konversi sekitar 40%. Di sisi lain, tingkat pendapatan menjadi faktor pembeda yang utama, di mana angka pembelian menurun drastis di kalangan konsumen berpendapatan rendah.E-commerce mendominasi total traffic tautan afiliasi dengan tingkat adopsi mencapai 95% di semua demografi. Di posisi kedua, dengan selisih drastis, ada quick-commerce dengan persentase 15%, yang lebih memikat kaum pria dan Milenial. Sementara, WhatsApp Business di posisi ketiga, dengan basis terkuat di kalangan Gen X.Mau tahu informasi perilaku konsumen lainnya terkait live shopping dan affiliate link lebih detail? Dapatkan hasilnya dalam laporan Jakpat “Live Shopping & Affiliate Links: Demographic Insights” pada tautan berikut: https://insight.jakpat.net/live-shopping-affiliate-links-demographic-insights/

19 jam yang lalu

LIFESTYLE

 

Menempuh Rute Panjang, Ini Pola Berkendara dan Istirahat Pemudik

ESQNews.id, JAKARTA - Mudik Lebaran 2026 kembali menggerakkan jutaan masyarakat secara serentak ke kampung halaman. Padatnya arus lalu lintas membuat aktivitas berhenti sejenak untuk melepas lelah menjadi kebutuhan utama sepanjang perjalanan. Jakpat melakukan riset untuk mengetahui tren mudik Lebaran 2026 jalur darat dari barat ke timur. Laporan yang melibatkan 500 responden ini hadir untuk memotret tren pergerakan dan kebiasaan istirahat para pemudik.  Profil Perjalanan Pemudik dari Moda hingga TujuanTujuh dari 10 responden mengaku mudik dengan mobil pribadi. Transportasi darat lain yang digunakan adalah bus (21%) dan mobil travel (7%). Terkait rute, lebih dari setengah mengaku melewati Tol Trans Jawa secara penuh (56%). Sementara, 44% melewati jalur kombinasi tol dan non-tol. Durasi perjalanan mudik bervariasi dengan rerata 10 jam. Sebanyak 27% responden menempuh perjalanan selama 3-5 jam. Satu dari 4 pemudik menempuh perjalanan 9-12 jam. Sejumlah 46% responden mengaku berhenti 2-3 kali selama perjalanan mudik Lebaran 2026, menunjukkan kecenderungan untuk mengambil jeda secara berkala.Jawa Tengah Utara menjadi tujuan mudik paling banyak dengan perolehan 19%. Wilayah destinasi mudik terbanyak lainnya adalah Jawa Tengah Solo Raya (18%) dan DI Yogyakarta (14%).  Kebutuhan Pemudik Selama Berhenti di Jalur PerjalananBeragam aktivitas dilakukan saat perjalanan mudik. Semua responden mengaku singgah ke tempat istirahat (rest area). Kemudian, mayoritas juga mampir membeli makanan atau minuman (78%) serta beribadah di tempat ibadah (76%). Selain itu, ada juga yang mendengarkan musik/radio (76%) dan mengakses media sosial (73%). Secara umum, keputusan pemudik dalam memilih tempat berhenti sangat didominasi oleh faktor ketersediaan fasilitas dasar dan aspek kebersihan. Toilet yang memadai menjadi pertimbangan paling utama (74%), diikuti oleh keberadaan musala (72%) dan kebersihan fasilitas (65%).Data itu sejalan dengan temuan Jakpat dimana mayoritas pemudik memanfaatkan rest area untuk memenuhi kebutuhan dasar fisik dan kendaraan mereka selama perjalanan. Fasilitas sanitasi dan ibadah menjadi yang paling banyak dikunjungi, dengan toilet umum menempati posisi teratas (81%), disusul musala (76%). Fasilitas lain yang juga banyak dikunjungi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan tempat makan (restoran, kafe, dll.) dengan persentase masing-masing 69%. "Mayoritas pemudik saat ini menempuh perjalanan berjam-jam bersama keluarga menggunakan kendaraan pribadi. Karena perjalanan berlangsung cukup panjang, titik singgah memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung kenyamanan selama perjalanan. Hal ini tercermin dari tingginya ekspektasi pemudik terhadap fasilitas yang mampu memenuhi kebutuhan esensial, baik secara fisik maupun spiritual, seperti toilet yang bersih, area istirahat yang nyaman, serta tempat ibadah yang memadai," ucap Lead ResearcherJakpat, Farida Hasna.

20 jam yang lalu

NEWS

NEWS

 

Kemenkop Cetak 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Jenius: Latih Soft Skills Berbasis AI Melalui TalentDNA!

ESQNews.id, CIMAHI — Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai langkah megah dalam menata ulang urat nadi ekonomi kerakyatan Indonesia. Melalui Program Prioritas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) kini digembleng untuk menjadi manajer koperasi yang profesional, akuntabel, dan adaptif.Acara Pembukaan Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Manajer KDKMP ini dipusatkan di Gedung Sudirman, Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Langkah ini menjadi krusial demi memperkuat kepercayaan publik bahwa pengelolaan ekosistem ekonomi baru di tingkat desa dilaksanakan secara komprehensif, berbasis fondasi manajerial yang kokoh dan berkelanjutan.Namun, ada satu hal yang membedakan pelatihan ini dengan program birokrasi pada umumnya. Pemerintah secara khusus menggandeng Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, untuk melakukan profiling talenta secara akurat menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yaitu TalentDNA.Inovasi AI TalentDNA: Memastikan 'The Right Man on the Right Place'Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa para calon manajer tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis seperti manajemen keuangan dan tata kelola koperasi.Kemenkop menaruh perhatian besar pada aspek soft skills termasuk kemampuan komunikasi dan interaksi sosial yang kuat guna menghadapi masyarakat, kepala desa, serta pengurus koperasi di lapangan."Hari ini kami dibantu oleh Pak Ary Ginanjar yang menyajikan pengetahuan tentang pentingnya penggunaan TalentDNA. Melalui metode ini, para peserta diprofiling secara tepat sehingga mereka tahu kemampuan personal mereka, apa kelemahan yang harus ditutupi, dan kekuatan apa yang harus ditingkatkan," ujar Menkop Ferry Juliantono di Pusdik Armed Cimahi.Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjabarkan bahwa potret nasional peserta SPPI menunjukkan mayoritas memiliki talenta berorientasi hasil, disiplin, adaptif, dan mampu mengembangkan bisnis. Namun, ia menyebut TalentDNA berperan penting mendeteksi area komunikasi yang perlu diperkuat selama 13 hari pelatihan intensif (17-31 Juli 2026)."TalentDNA ini menjadi barometer the right man on the right place. Kami berharap 29 ribu peserta lainnya di seluruh Indonesia segera mengisi TalentDNA mereka agar kita bisa mendapat feedback yang tepat guna mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045," tutur Destry.Kolaborasi Fisik, Mental, dan Manajemen TalentaAry Ginanjar Agustian memaparkan bahwa para manajer KDKMP ini pada dasarnya adalah individu-individu cerdas dan jenius. Kolaborasi program ini terbilang istimewa karena menggabungkan tiga pilar utama keberhasilan: mental state dari TNI, misi besar Kemenkop, dan manajemen talenta berbasis AI."Pattern atau pola setiap orang itu berbeda. Melalui TalentDNA, kejeniusan mereka diangkat. Ketika mental state yang diajarkan TNI dikombinasikan dengan misi besar Pak Menteri dan pemetaan talenta yang pas, maka akan lahir fondasi masyarakat ekonomi desa yang sangat kuat," kata Ary Ginanjar.ESQ menghadirkan TalentDNA, sebuah teknologi pemetaan talenta (talent mapping) berbasis data akurat yang dirancang untuk mengidentifikasi karakteristik unik seseorang melalui 45 talenta spesifik.Seluruh talenta tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga dimensi utama penggerak manusia, yaitu: Drive (motivasi internal), Network (pola interaksi sosial), dan Action (eksekusi kerja).Melalui pendekatan ilmiah berbasis data ini, TalentDNA membantu pengguna memahami bukan hanya aspek apa yang mereka lakukan, melainkan mengupas tuntas alasan mendasar (the "why") di balik cara mereka berpikir, mengambil keputusan, serta merespons situasi."Peta diri" digital ini memandu individu mengenali area kekuatan optimal (strength), mendeteksi tantangan pribadi yang tersembunyi (blind spot), dan merumuskan cetak biru (blueprint) pengembangan karier, akademik, maupun hubungan interpersonal secara presisi dan percaya diri.Disisi lain, Ary Ginanjar Agustian menegaskan pentingnya manajemen talenta terhadap 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP. Pengelolaan potensi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan."Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan," ucapnya.AI Coaching: Konseling Interaktif Bersama Mr. Zero AIFitur AI Coaching TalentDNA, kehadiran inovasi ini didukung oleh Mr. Zero AI, sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang bertindak sebagai mentor dan pendamping personal.Melalui fitur chat interaktif tanpa batas (chatting sepuasnya), pengguna dapat menggali insight mendalam mengenai profil bakat mereka secara instan, fleksibel, dan sangat personal langsung dari genggaman tangan.Perpaduan harmonis antara Kecerdasan Manusia (Human Intelligence) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ini membuka akses luas bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman konseling berkualitas kapan saja dan di mana saja.Teknologi ini hadir bukan untuk menggeser peran esensial manusia, melainkan sebagai enabler pintar agar setiap individu dapat melampaui batasan geografis dan ekonomi dalam mengenali potensi diri, mengambil keputusan strategis, serta bertumbuh secara berkelanjutan.Terkait TalentDNA, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengapresiasi keunggulannya. Ia optimistis penggunaan teknologi TalentDNA dapat membantu para manajer mengoptimalkan potensi keunggulannya dan meminimalkan kelemahan profesinya demi kesejahteraan masyarakat desa.Testimoni Nyata Lapangan: Dari AI Mengenal Diri hingga Siap Hadapi RisikoImplementasi teknologi TalentDNA dan materi kepemimpinan ini langsung menuai respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta serta jajaran pelatih di Pusdik Armed Cimahi.Mega Yucha Barisala (Peserta SPPI): "Adanya TalentDNA ini membuat kami semakin waspada sehingga kami mampu menghadapi risiko-risiko yang akan datang. Kita jadi lebih memahami kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri, lalu bisa melihat juga kekurangan dan kelebihan orang lain. Sehingga posisi tempat kerja kita nanti pas dan tepat, tidak salah. Walaupun semua orang berpotensi, tapi kalau ditempatkan di tempat yang tidak tepat, itu akan menjadi kekeliruan."Siswi SPPI Asal Mojokerto, Jawa Timur: "Saya sangat senang karena sudah diberikan motivasi oleh Pak Ary tentang bagaimana cara jadi pemimpin yang baik, bijaksana, adil, dan mengetahui karakter para anggotanya. Selain itu, melalui TalentDNA, kita benar-benar belajar cara mengembangkan potensi dari dalam diri kita secara maksimal."Brigjen TNI Saripudin (Pusdik Armed): "Alhamdulillah, dengan adanya motivasi dan pemaparan TalentDNAyang disampaikan oleh Bapak Ary Ginanjar tadi, para peserta bisa membangun percaya diri, mengetahui kelemahan, dan bisa segera mengembangkan diri. Untuk teman-teman rekan SPPI, kalian pasti bisa. Jaya!"Kolonel Ahmad Joko Tri Purnomo (Wadan Pusdik Armed): "Mengenali potensi diri itu sangat penting. Apa yang disampaikan Pak Ary memberikan arah ke depan bagi para calon manajer ini untuk bisa mengeksploitasi kemampuan mereka lagi demi menyukseskan tugas-tugas di masa mendatang."Diketahui, dalam acara ini turut mengundang sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Sesmenko Pangan Dr. Ir. Kasan, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi Brigjen TNI Robertson Ismail, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono, Sekda Kota Cimahi Dr. Maria Fitriana, serta Kadis Koperasi dan UKM Jawa Barat Dr. Yuke Mauliani Septina.

5 hari yang lalu

NEWS

 

Resmi Dilantik, HIPMI PT UAG University & ESQ Business School Siap Jadi Motor Penggerak Entrepreneur Muda di Kancah Global

ESQNews.id, JAKARTA – Membangun fondasi ekonomi bangsa yang kokoh tidak hanya lahir dari teori di ruang kelas, melainkan dari keberanian untuk memulai dan melangkah di dunia nyata. Semangat inilah yang digaungkan dalam gelaran SPARKBIZ Festival 2026 garapan mahasiswa ESQ Business School dan UAG University (Universitas Ary Ginanjar). Berlangsung sukses pada Senin, 6 Juli 2026, di Function Hall Cordoba, Menara 165, Jakarta, festival bisnis satu hari penuh ini menjadi panggung pembuktian inovasi, kolaborasi, dan ketangguhan para entrepreneur muda.Mengusung tema besar "Strategic Talent Development: Membangun SDM Unggul untuk Daya Saing Global", rangkaian acara ini menyajikan ekosistem bisnis yang komprehensif. Mulai dari pameran karya mahasiswa melalui Business Expo, ajang pengujian ide bisnis di hadapan praktisi lewat Business Pitching, pelantikan organisasi, hingga diskusi strategis dalam Inspirative Talkshow.Panggung Inovasi dan Uji Mental MahasiswaPada sesi Business Expo, atmosfer kewirausahaan terasa begitu kental dengan hadirnya puluhan produk inovatif karya mahasiswa, di antaranya Confi Step, Frupy, Pavana, Mizumi, Qurmave, Salad Konglo, Ragh Jamu, Family Matters, Golden Egg, hingga Mont Blanc by ESQI. Tidak sekadar memamerkan produk, ide-ide bisnis ini diuji secara langsung dalam sesi Business Pitching di hadapan para panelis ahli nasional.Nirwana, CEO Hadeea Dari Hati sekaligus Ketua TDA Perempuan Surabaya 9.0 yang bertindak sebagai panelis, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberanian para mahasiswa. Namun, ia juga memberikan catatan fundamental bagi para pelaku bisnis tahap awal (early stage)."Ada tiga pilar utama yang harus konsisten diasah: riset, manajemen keuangan, dan strategi marketing. Sebagai pebisnis muda, jangan terlalu lama terjebak di fase riset atau inovasi. Hal paling penting adalah bagaimana produk segera diterima pasar dan menghasilkan omset Rp100 juta pertama agar bisnis dapat sustain (berkelanjutan)," ujar Nirwana.Apresiasi senada diutarakan oleh Cut Hafitatul Aini, Brand Owner Hafita Modest Fashion, yang menilai kreativitas mahasiswa di usia muda sangat luar biasa. Menurutnya, mentalitas yang tangguh menjadi kunci utama. "Generasi muda inilah yang akan menentukan arah Indonesia Emas 2045. Jika gagal dengan satu ide, jangan berhenti. Teruslah bangkit dan coba ide yang lain," tegasnya.Sinergi Ekosistem Kewirausahaan dan Pelantikan HIPMI PT Universitas Ary GinanjarMomen krusial lainnya dalam festival ini adalah prosesi pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) UAG University & ESQ Business School. Langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya budaya wirausaha baru di lingkungan kampus.Wakil Rektor I UAG University, Andi, mengungkapkan bahwa kurikulum kampus telah membekali mahasiswa dengan mata kuliah karakter selama delapan semester berturut-turut. "Adanya HIPMI PT dan jaringan luas dari HIPMI Jaya menjadi wadah implementasi nyata dari visi kami, yaitu mencetak bukan hanya profesional, tetapi juga entrepreneur berintegritas yang memberi dampak bagi masyarakat," tuturnya.Sekretaris Umum BPD HIPMI Jaya, Rangga Derena Niode, menekankan pentingnya Spiritual Quotient (SQ) dalam menavigasi dinamika dunia usaha."Menjadi pengusaha adalah soal ketahanan mental. Saat menghadapi masalah terberat dan tidak bisa mengandalkan siapapun, SQ yang didapatkan di kampus inilah yang menjadi penopang utama. Manfaatkan wadah HIPMI ini untuk membangun network dan belajar langsung dari mentor yang tepat," kata Rangga, didampingi oleh Hendra Desdino (Ketua Umum Bakorda HIPMI PT Jaya) yang turut mengawal pelantikan ini sebagai kampus kelima di bawah naungan wilayahnya.Hendra memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa Universitas Ary Ginanjar. Ia secara terbuka mengakui bahwa kurikulum dan pemahaman bisnis yang didapatkan mahasiswa di kampus tersebut jauh lebih maju dibandingkan dengan pengalamannya dahulu saat masih berkuliah."Universitas Ary Ginanjar ini malah lebih depan daripada saya. Mahasiswa di sini sudah mendapatkan bekal ilmu bisnis langsung dari bangku kuliah. Secara teoritis, ilmu kalian tentu jauh lebih unggul dari saya dulu," ungkapnya penuh apresiasi.Namun, ia mengingatkan bahwa teori di kelas barulah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu tersebut ke dalam dunia nyata. Ia mendorong para mahasiswa untuk tidak berhenti pada ide semata, melainkan berani mengeksekusinya menjadi produk konkret, serta mengeskalasi bisnis yang sudah berjalan.Strategi Mengembangkan SDM Unggul Berdaya Saing GlobalPada puncak acara Strategic Talent Development Talkshow, tiga pemimpin industri papan atas hadir membedah strategi pengembangan kompetensi untuk menjawab tantangan global.Anggawira (Komisioner PT Bumi Resources) Menyoroti pentingnya masuk ke dalam ekosistem dan organisasi yang tepat untuk memicu growth mindset. Beliau berpesan agar anak muda aktif menjemput bola, mencari mentor yang teruji, serta fokus memberikan nilai tambah (value) dalam setiap kolaborasi profesional.Lalu, Hary Kuswanto (Human Capital Business Partner PT Pertamina Patra Niaga) Memuji konsep Grand Why (tujuan mulia) yang ditanamkan ESQ Business School. Ia mengingatkan bahwa bisnis bukan sekadar mengejar profit (cuan), melainkan menghadirkan solusi atas masalah di sekitar.Kemudian Robby Saputra (VP Human Capital Development & Sustainability Injourney) Membagikan formula sukses berbasis "BIT" (Bersyukur dan Bersabar), meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, serta pentingnya menemukan meaning and purpose (makna dan tujuan) dalam setiap jalur karier atau bisnis yang ditekuni.Apresiasi dan Langkah ke DepanKesuksesan perhelatan akbar yang dibuka secara gratis bagi mahasiswa dan profesional ini tidak lepas dari kolaborasi solid seluruh elemen. Muhammad Jajiv Pradidi selaku Ketua Pelaksana didampingi Ali Arlanda Bahtera sebagai Wakil Ketua Sparkbiz Fest 2026, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para sponsor utama, di antaranya PT Gas Alam Solusi, PT Lentera Media Warna.Serta pendukung lainnya seperti PT Gastera Prima Energi, PT Avnna Sejahtera, Fikar Group, Klinik Tri Pilar Emraza, RA'S Coffee & Eatery, PT Grha 165 Tbk, Toko Besi Ananda, Dapoer Kay, dan seluruh unit bisnis mahasiswa.Bagi publik dan pelaku industri yang ingin terus mengikuti perkembangan inovasi serta kemitraan strategis berikutnya yang dijadwalkan kembali digelar pada Januari tahun depan, informasi resmi dapat diakses melalui akun Instagram resmi @pasarlokalmuda.

2026-07-09 10:11:00

OPINI

 

Survei Jakpat: Pengeluaran Ramadan 2026 Melonjak Lewati Ekspektasi

ESQNews.id, JAKARTA - Setiap tahun, Ramadan membawa perpaduan istimewa antara refleksi spiritual, koneksi komunitas, dan perubahan dalam ritme kehidupan sehari-hari kita. Namun, di luar puasa dan ibadah, Ramadan juga memicu gelombang besar aktivitas sosial dan ekonomi yang menyeimbangkan tradisi, anggaran perayaan, dan persiapan liburan.Jakpat melakukan survei pra dan pasca Ramadan 2026 untuk membandingkan ekspektasi dengan realitas terkait anggaran, belanja, bingkisan (hampers), persiapan sahur dan buka puasa, acara buka puasa, dan kegiatan mudik di bulan suci. Laporan ini melibatkan total 5.975 responden Muslim dan non-Muslim.Pengeluaran aktual untuk bulan Ramadan 2026 secara konsisten melebihi ekspektasi awal konsumen di semua kategori. Kebutuhan pangan di bulan Ramadan serta penunaian zakat dan sedekah menjadi prioritas utama dengan angka realitas tertinggi yang sama-sama mencapai 79%. Selain itu, lonjakan cukup signifikan dari ekspektasi ke realitas terlihat pada sektor belanja kebutuhan Ramadan-Idulfitri (dari 57% menjadi 64%) serta pengeluaran untuk rekreasi atau liburan bersama keluarga (dari 23% menjadi 31%).Gaji tetap menjadi sumber pendanaan utama, menopang anggaran bagi sekitar dua pertiga responden, baik dalam ekspektasi maupun kenyataan. Belanja RamadanSecara umum, realisasi belanja masyarakat untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri menunjukkan pergeseran prioritas jika dibandingkan dengan ekspektasi awal mereka.Pakaian tetap menjadi komoditas yang paling mendominasi daftar belanja dengan angka realitas mencapai 90%, disusul oleh aksesoris pakaian (61%) dan perlengkapan ibadah (59%). "Pola belanja Ramadan tahun ini cenderung dinamis, di mana dominasi pakaian serta lonjakan pada aksesori merefleksikan pentingnya momen Idulfitri bagi masyarakat untuk tampil maksimal,” tutur Lead ResearcherJakpat, Farida Hasna.    Belanja online menjadi metode pilihan untuk sebagian besar kategori belanja Ramadan. Produk kecantikan mendominasi ruang digital, terutama untuk makeup/skincare dengan persentase tertinggi yakni 88%. Sebaliknya, konsumen memilih belanja langsung (offline) untuk barang-barang mahal, terutama furnitur rumah (78%). Jadwal belanja sangat bervariasi antar saluran. Pembeli online cenderung membeli di pekan kedua Ramadan (31%), sedangkan belanja di toko fisik cenderung terkonsentrasi pada pekan ketiga Ramadan (32%).  Bersosialisasi di bulan RamadanAgenda buka puasa bersama tetap menjadi ruang interaksi sosial yang signifikan selama bulan Ramadan. Sebanyak 53% responden Muslim tercatat menghadiri 2 hingga 4 kali kegiatan tersebut. Adapun lingkaran sosial yang paling banyak dikunjungi dalam momen ini adalah keluarga sebesar 70%, teman dekat sebanyak 51%, serta rekan dan kerabat lainnya mencapai 40%."Bagi banyak masyarakat, Ramadan bukan hanya tentang menjalankan ibadah, tetapi juga tentang menjaga hubungan dengan orang-orang yang bermakna dalam hidup mereka. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi dalam kegiatan buka puasa bersama yang kemudian diikuti dengan berbagai bentuk apresiasi dan perhatian kepada keluarga, teman, maupun kelompok yang membutuhkan,” ucap Hasna.Temuan Jakpat menunjukkan bahwa sebesar 74% responden Muslim memberikan bingkisan atau hampers selama Ramadan. Mayoritas komoditas yang diberikan berupa produk pangan, yang mencakup kue kering (54%), makanan/minuman kemasan (49%), serta bahan pangan pokok atau sembako (46%).Hampers ini utamanya disalurkan kepada lingkaran terdekat seperti keluarga dan teman, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan. Mudik/liburanSebanyak 79% responden perantau ke luar kota selama di momen Ramadan, baik mudik maupun hanya liburan. Dari total responden yang mudik, sebesar 37% memilih berangkat pada pekan keempat Ramadan. Di sisi lain, sebanyak 53% responden yang bertujuan untuk berlibur baru melakukan perjalanan setelah Idulfitri.Soal mempersiapkan makanan selama Ramadan 2026, berapa banyak yang menggunakan layanan pesan antar (online delivery) untuk mempermudah cari makan? Apa saja topik di media digital yang ramai dibicarakan selama bulan suci tahun ini? Dapatkan hasilnya dengan data mendetail dalam laporan Jakpat “Consumer Behavior of 2026Ramadan & Eid” pada tautan berikut:https://insight.jakpat.net/consumer-behavior-of-2026-ramadan-eid/

2026-06-30 10:11:00

NEWS

 

ESQ (LSP Trainer Indonesia) dan PERHISA Jalin Kerja Sama untuk Memajukan Hipnoterapis Indonesia

ESQNews.id, JAKARTA – Upaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme hipnoterapis di Indonesia kembali diperkuat melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT Arga Bangun Bangsa dan Perkumpulan Hipnoterapis Profesional Indonesia (PERHISA). Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membangun sinergi untuk pengembangan kompetensi, pendidikan, pelatihan, serta sertifikasi profesi hipnoterapis di Indonesia.Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026, dengan nomor perjanjian ---/PKS/ABB-PHS/--/2026 dan 00--/-------ABB/XXVI/06/2026.Pihak pertama diwakili oleh Bapak Luki Alamsyah Agustriana selaku Direktur Utama PT Arga Bangun Bangsa, sedangkan pihak kedua diwakili oleh Bapak Dian Pramono selaku Ketua PERHISA.PT Arga Bangun Bangsa diketahui merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengembangan sumber daya manusia. Di bawah naungannya terdapat LSP Trainer Indonesia, lembaga yang menyelenggarakan sertifikasi kompetensi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi), termasuk bagi profesi hipnoterapis.Sementara itu, PERHISA merupakan organisasi profesi hipnoterapis yang telah tercatat sebagai mitra resmi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, yang berkomitmen meningkatkan kualitas, profesionalisme, dan kompetensi para anggotanya.Melalui kerja sama ini, kedua pihak bersepakat untuk membangun sinergi dalam berbagai aspek pengembangan profesi hipnoterapis, baik untuk anggota PERHISA maupun pihak lain yang memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku.Tujuan utama dari kerja sama ini meliputi:1. Meningkatkan kualitas dan profesionalisme hipnoterapis Indonesia.2. Mendukung pelaksanaan sertifikasi profesi yang kredibel, objektif, dan berstandar nasional.3. Mendorong pengembangan pendidikan dan pelatihan hipnoterapi secara berkelanjutan.4. Memperkuat sinergi antara organisasi profesi dan lembaga sertifikasi dalam pengembangan SDM Indonesia.Kerja sama ini diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam memperkuat ekosistem profesi hipnoterapi di Indonesia. Dengan adanya kolaborasi antara lembaga sertifikasi dan organisasi profesi, hipnoterapis Indonesia diharapkan memiliki kompetensi yang semakin terukur, standar profesi yang semakin kuat, serta mampu memberikan layanan yang lebih profesional kepada masyarakat.Sinergi antara ESQ (LSP Trainer Indonesia) dan PERHISA ini menjadi salah satu upaya dalam membangun masa depan profesi hipnoterapis yang lebih berkualitas, terpercaya, dan memiliki daya saing di tingkat nasional.

2026-06-29 23:13:00

NEWS

 

Perkuat Karakter dan Karier Mahasiswa KIP Kuliah, LLDIKTI Wilayah III Gandeng Universitas Ary Ginanjar Hadirkan Inovasi TalentDNA

ESQNews.id, JAKARTA — Kuliah bukan sekadar rutinitas masuk kelas demi mengejar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK). Di tengah ketatnya persaingan dunia kerja, mahasiswa dituntut untuk mengenali potensi diri, membangun jejaring (networking), serta memiliki integritas moral yang kokoh.Merespons tantangan tersebut, Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III bekerja sama dengan Universitas Ary Ginanjar (UAG University) menggelar event bertajuk "Penguatan Prestasi dan Karier Mahasiswa Penerima KIP Kuliah bagi Perguruan Tinggi di Wilayah LLDIKTI 3".Acara ini berlangsung khidmat di Auditorium Universitas Ary Ginanjar, Menara 165, Jakarta Selatan, pada Kamis, 25 Juni 2026.Hadir langsung untuk membuka acara, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A., memberikan motivasi membakar semangat di hadapan ratusan mahasiswa penerima beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah."Pemerintah mendorong semua anak bangsa untuk bisa melanjutkan studinya. Kami berpesan kepada adik-adik, jangan sia-siakan kesempatan ini. Kesempatan ini sangat langka, tidak semua anak bangsa mendapatkan beasiswa KIP Kuliah. Banyak yang mengajukan, sementara kuota terbatas. Beruntunglah Anda," ujar Dr. Henri.Inovasi TalentDNA: Kompas Penunjuk Arah Generasi EmasLebih lanjut, Dr. Henri menegaskan bahwa pintar secara akademik saja tidak cukup jika tidak diimbangi dengan karakter dan integritas. Menurutnya, kelemahan terbesar lulusan perguruan tinggi saat ini sering kali terletak pada aspek tersebut. Oleh karena itu, ia memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi TalentDNA yang diinisiasi oleh pendiri UAG University, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian."Pintar secara akademik saja tidak cukup jika tidak memiliki karakter. Dunia usaha dan industri sangat membutuhkan lulusan yang berkarakter dan berintegritas. Melalui TalentDNA, mahasiswa bisa tahu di mana talenta mereka agar tidak salah melangkah di masa depan. Inovasi dari Ary Ginanjar University ini sangat excellent dan sangat layak diimplementasikan di seluruh Indonesia," tambah Dr. Henri, yang juga berencana mengenalkan sistem ini kepada pegawai di lingkungan LLDIKTI III.Senada dengan hal tersebut, Rektor UAG University & ESQ Business School, Dyah Utami Aryanti, S.S., M.Ed., M.M., menjelaskan visi besar di balik kolaborasi ini. Ia menekankan pentingnya keseimbangan tiga kecerdasan: intelektual, emosional, dan spiritual."Pak Ary Ginanjar bercita-cita membangun manusia yang cerdas intelektual, emosional, dan spiritualnya. Kuliah itu membuka informasi dan kesempatan ke area yang belum kalian tahu. Kalau tidak bergaul dan berteman, tidak akan tahu ada peluang seperti beasiswa KIP ini. Itu namanya kecerdasan emosi. Namun, tidak boleh curang. Di situlah pentingnya kecerdasan spiritual agar kita melangkah dengan integritas tanpa merugikan orang lain," papar Dyah.Bekal Tiga Pilar Sukses dari Para PakarDalam sesi diskusi, mahasiswa dibekali peta jalan sukses oleh sejumlah narasumber kompeten. Trainer ESQ, Muhammad Nadzar Akbar, S.Ag., mengupas tuntas konsep TalentDNA Mastery yang terdiri dari tiga pilar utama: D (Drive sebagai bensin/penggerak), N (Network untuk menjalin hubungan), dan A (Action untuk bergerak mengeksplorasi kemampuan).Sementara itu, Tim Pakar Kemahasiswaan Kemendiktisaintek, Dr. Ir. Wachyu Hari Haji, S.Kom., M.M., menantang mahasiswa untuk keluar dari zona nyaman demi mengejar prestasi di ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres). "Saya mencari bibit unggul yang tidak biasa. Orang-orang luar biasa yang menjuarai kompetisi dan memiliki nilai sosial tinggi. Kita akan pertemukan mereka dengan tokoh-tokoh hebat di Indonesia," tegasnya.Peluang global juga dipaparkan oleh Rektor Cakrawala University sekaligus Alumni Bidikmisi/LPDP, Alim Anggono, S.Psi., M.S.Ed.Ia membuka wawasan baru bahwa melanjutkan studi ke luar negeri sebenarnya memiliki peluang terbuka lebar yang sering kali belum diketahui mahasiswa. "Faktanya, terkadang lebih gampang mendaftar kampus di luar negeri dibanding dalam negeri karena banyak masyarakat internasional yang dibuka peluangnya," jelas Alim.Dampak Nyata bagi MahasiswaMelalui fasilitas uji coba gratis TalentDNA yang disediakan UAG University, para mahasiswa mengaku mendapatkan insight yang sangat spesifik dan personal mengenai masa depan mereka:Citra Putri Nabilah (STMIK Jayakarta) katakan "Lewat TalentDNA, aku jadi tahu diri aku secara spesifik. Ternyata tipe aku banget itu Perfeksionis. Aku jadi tahu bagaimana mengatur jadwal dan memastikan semuanya berjalan rapi."Muhammad Fabian Syahrezky (Universitas Agung Podomoro) ungkapkan, "Awalnya saya kurang percaya diri. Setelah mencoba TalentDNA, saya tahu kepribadian saya adalah Strategizer. Saya suka mengatur strategi dan memosisikan diri sebagai pengawas yang memberikan solusi."Maudi Pitriani (Institut Teknologi PLN) tuturkan "Sebagai penerima KIPK, ini sangat bermanfaat bagi karier dan personal agar lebih grow up. Ditambah lagi, dengan adanya TalentDNA. DNA saya ternyata kuat di Caring (peduli) dan Public Speaking, ini memicu saya untuk terus berkembang."Melalui ruang diskusi yang tepat ini, LLDIKTI Wilayah III bersama UAG University berharap para mahasiswa penerima KIP Kuliah tidak hanya unggul di dalam kelas, tetapi siap bertransformasi menjadi pilar-pilar Generasi Emas Indonesia yang tangguh, berdaya saing global, dan berintegritas tinggi.

2026-06-27 18:15:00

KISAH

 

Jamaah Gowes Takerharjo ke Gunung Lawu

ESQNews.id, LAMONGAN - Jamaah gowes Muhammadiyah Takerharjo Solokuro Lamongan menuju Pos 1 Wesenan 2196 mdpl Gunung Lawu, Rabu (22/4/2026).Tujuannya dalam rangka memperhatikan kekuasaan dan kebesaran Allah. Khususnya bagaimana gunung Lawu ditegakkan? Yakni berdiri kuat dan kokoh untuk menjadi penyeimbang agar bumi stabil dan tidak mengguncang penduduknya. Selain itu Allah menjadikan banyak manfaat dan bahan mineral yang terkandung di dalamnya.Jamaah berusia 35 sampai 70 tahun. Mereka terdiri dari H Kastim (1956), H Amirul Mu'minin (1961), H Kunawi (1964), H Saifudin Zuhri (1969), Abdul Halim (1970), Nurul Amin (1970), M Asyrofi (1970), Muhammad Sholih (1973).Kemudian ada M Khozin (1973), ( Sholihul Anam (1973), H Bukhori (1973), H Mushlihin (1974), M Ridwan (1974), Imam Rosyadi (1976), Khusairi (1977), Saiful Wathon (1978), Mundarman (1980), dan Agus Veri Himawan (1991).Jamaah tiba di lokasi yang beralamat di Jl. Sarangan Ngancar Plaosan Magetan untuk salat tahajud dan subuh di masjid An Nuur. Mundarman mengumandangkan azan. H Amirul Mu'minin mengimami salat subuh.Berikutnya jamaah menuju Basecamp Cemoro Sewu (1.901 mdpl). Mereka membeli minum seperti air mineral, kopi, susu, jahe dan teh. Kemudian jamaah ke Area pendaftaran. Setiap jamaah membayar sepuluh ribu rupiah.Setelah itu jamaah diarahkan oleh pembimbing fisik. Sebab jalur pendakian sekitar sejam, namun trek berbatu konstan memerlukan ketahanan fisik yang baik. Lagian barusan hujan, akibatnya batu tertutup lumpur.Perlengkapan jamaah juga diperiksa. Jamaah dianjurkan membawa sepatu trekking atau sandal yang nyaman dan persediaan air cukup karena sumber air terbatas serta tongkat.Jamaah pun dihimbau mematuhi kearifan lokal seperti tidak memakai baju berwarna hijau daun atau bercorak gadung melati. Lagian jamaah dilarang membuang sampah apalagi buang hajat sembarangan.Jamaah malahan disarankan berpakaian hangat. Sebab suhu bisa di bawah 14 derajat celcius.Selanjutnya jamaah memulai pendakian dan perjalanan santai. Mereka adalah pendaki pemula. Saban seperempat menit berhenti. Ada yang berak, pipis, duduk, istirahat, atur pernafasan atau berfoto.Jamaah cuma puas di pos 1. Padahal masih ada beberapa Pos hingga puncak. Diantaranya Pos 2 Watu Gedeg (2.568 mdpl): Shelter. Pos 3Manis Rejo (2.795 mdpl): Pos 4 Watu Kapur (3.061 mdpl): Pos 5 JoloTundo (3.125 mdpl): Lokasi terdekat dengan puncak yang terdapat Warung Mbok Yem/Hargodilah dan Pasar Dieng.Akhirnya jamaah bersarap nasi pecel, dadar, tempe dan kerupuk serta air mineral. Diawali bismillah dan diakhiri Alhamdulillah. Tujuan utama makan dan minum tercapai. Jamaah mampu mengingat nikmat Allah kepada manusia, menjaga diri dari penyakit, tidak boros dan berlebihan. Mushlihin 

2026-06-24 09:23:00

IN PICTURES