Selasa, H / 19 Mei 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#BI

#EQ

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#BK

#NU

#MK

#UI

#GM

#RS

#MC

#IT

#bi

#

#SD

#MU

#QX

#DJ

#as

#PS

#BU

#Ti

#CC

# P

#US

#HC

#\

#Pa

#5P

#3A

#Hu

#8

#KB

#HP

#LG

#UN

#S1

#qx

#DO

#Ke

#FK

#TJ

#U

#01

#02

#Wo

#K3

#VW

#RT

#PK

#5G

# M

#WA

# t

#UU

#Em

#VR

#Al

TERKINI

HAJI UMROH

 

Ziarah Spiritual Kafilah Haji ESQ: Menapak Jejak Perjuangan Rasulullah Sebelum Puncak Haji

ESQNews.id, MAKKAH — Minggu, 17 Mei 2026, Kafilah Haji ESQ Program Awal Kloter 1 dan 2 yang berjumlah 175 jemaah melaksanakan rangkaian ziarah spiritual sebagai bagian dari persiapan menghadapi puncak prosesi ibadah haji pada 9–13 Dzulhijjah mendatang.Rangkaian perjalanan dimulai dengan melintasi beberapa lokasi penting dalam sejarah perjalanan haji dan perjuangan Islam, yaitu Jabal Tsur, Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Tempat-tempat tersebut bukan sekadar lokasi geografis, tetapi memiliki nilai ruhiyah yang sangat mendalam bagi setiap jemaah haji.Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Museum Wahyu yang berada di kawasan Jabal Noor, lokasi bersejarah Gua Hira, tempat pertama kali Rasulullah SAW menerima wahyu melalui Malaikat Jibril.Di lokasi ini, para jemaah mendapatkan penjelasan sejarah Gua Hira dari Bapak KH Abd Adzim yang menguraikan perjalanan kerasulan Nabi Muhammad SAW, khususnya bagaimana perjuangan beliau dalam menerima wahyu pertama yang menjadi awal risalah Islam.Sementara itu, Trainer ESQ, Coach Firdaus Djamaris, memberikan penguatan makna spiritual dan refleksi perjuangan Rasulullah SAW, agar para jemaah tidak hanya memahami sejarah secara tekstual, tetapi juga mampu merasakan nilai perjuangan, ketawadhuan, dan pengorbanan dalam perjalanan spiritual tersebut.“Gua Hira bukan hanya tentang tempat turunnya wahyu, tetapi tentang kesabaran, kesendirian, pencarian makna hidup, dan kesiapan menerima amanah besar dari Allah SWT. Inilah pelajaran penting yang harus dibawa oleh setiap jemaah haji,” ungkap Coach Firdaus dalam sesi refleksi.Suasana kegiatan berlangsung khusyuk, hikmat, dan penuh haru. Banyak jemaah terlihat larut dalam perenungan, terutama saat memahami betapa berat perjuangan Rasulullah SAW dalam membawa risalah Islam kepada umat manusia.Program ziarah ini menjadi bagian penting dari pembinaan ruhiyah jemaah sebagai bekal sebelum memasuki puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), yang menjadi inti pelaksanaan ibadah haji.Sebagai penutup rangkaian kegiatan, para jemaah melanjutkan perjalanan menuju Tan’im untuk mengambil miqat dan melaksanakan ibadah umrah sunnah.Bagi ESQ Tours Travel, ziarah bukan sekadar kunjungan sejarah, melainkan sarana menghadirkan rasa, makna, dan kesadaran spiritual agar ibadah haji tidak hanya sah secara syariat, tetapi juga mendalam secara hakikat.H. Muhamad Solihin, Direktur Operasional & Sales ESQ Tours Travel

2 hari yang lalu

NEWS

 

Rayakan Milad ke-26 ESQ, Mahasiswa UAG University dan EBS Sukses Pentaskan Teater Kolosal "Hamba Sang Maha Cahaya" di Graha Bhakti Budaya TIM

ESQNews.id, JAKARTA – Panggung seni tanah air kembali mencatatkan momentum penting yang memadukan kreativitas estetis dan edukasi karakter. Kelompok seni "Teater Tepi Waktu" yang digawangi oleh para mahasiswa penerima beasiswa Indonesia Emas Scholarship (Fellowship) dari Universitas Ary Ginanjar (UAG University) dan ESQ Business School (EBS), sukses menggelar pementasan teater kolosal bertajuk “Hamba Sang Maha Cahaya” di Gedung Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada Sabtu 16 Mei 2026.Pertunjukan yang digelar dalam dua sesi (siang dan malam) ini berhasil menyedot perhatian lebih dari 1.700 penonton. Pementasan ini dihadiri oleh jajaran tokoh nasional, pejabat pemerintahan, sastrawan legendaris Taufiq Ismail, alumni dan fellows ESQ, civitas akademika, komunitas seni budaya, hingga generasi muda dari kalangan pelajar dan mahasiswa.Refleksi 26 Tahun Perjalanan Spiritual dan Estafet NilaiTeater "Hamba Sang Maha Cahaya" merupakan adaptasi langsung dari novel biografi karya penulis kondang Ahmad Fuadi yang mendokumentasikan perjalanan hidup Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ).Pementasan ini bukan sekadar dramaturgi biografis biasa, melainkan sebuah refleksi emosional tentang bagaimana seorang manusia menghadapi ambisi, badai krisis, kehilangan, hingga pencarian makna hidup terdalam melalui integrasi tiga kecerdasan: intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ).Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang mendalam atas dedikasi para mahasiswa yang mampu mengemas pesan-pesan moral universal secara mandiri dan profesional di panggung sekelas TIM."Bukan sekadar pertunjukan seni. Tetapi refleksi perjalanan, perjuangan, air mata, keyakinan, dan cahaya nilai-nilai yang terus dijaga selama 26 tahun perjalanan ESQ. Yang paling membahagiakan bagi saya bukanlah ketika perjalanan hidup itu dipentaskan, tetapi ketika nilai-nilai perjuangan itu mulai hidup di hati generasi penerus. Hari ini saya melihat estafet cahaya itu diteruskan," ujar Ary Ginanjar usai menyaksikan pementasan.Lebih lanjut, "Selamat anak-anakku. Selamat Generasi Emasku. Kelak ini akan membekas sebagai bekal hidupmu menjalani kehidupan dengan kepercayaan diri yang kuat berlandaskan taqwa kepada Allah SWT Sang Maha Cahaya.""Dan Semoga Milad ESQ ke-26 ini bukan hanya menjadi perayaan usia. Tetapi menjadi momentum lahirnya generasi penerus yang akan melanjutkan cahaya nilai, integritas, dan pengabdian untuk Indonesia dan dunia. Dirgahayu ESQ ke-26," harapnya.Ahmad Fuadi, selaku penulis novel, turut hadir dan memberikan pandangannya. Menurut Fuadi, kisah hidup Ary Ginanjar memiliki keunikan karena menawarkan formula spiritual dalam menghadapi krisis."Semua orang pasti mengalami krisis, tapi yang berbeda Pak Ary menemukan cara menjinakkan topan badai tersebut. Ketika sampai pada satu titik, tidak ada yang bisa membantu selain cahaya dari sumber cahaya terbesar, Sang Maha Cahaya," ungkap Ahmad Fuadi.Ia katakan, "Ada yang suka baca novel biografi? Menurut saya, kemewahan menulis atau membaca buku genre ini adalah bisa menyelami titik terendah hidup tokoh itu dan bagaimana dia bangkit. Jadi seperti punya mentor kehidupan. Dari sana saya belajar bagaimana orang bisa melayari badai hidup, menemukan jati diri dan selamat sampai ke tepian.Sejauh ini sudah ada 4 tokoh yang saya tulis kisah hidupnya: Hamka, Lafran Pane, Nurhayati Subakat dan Ary Ginanjar.Khusus untuk kisah Pak Ary, saya wawancarai beliau intensif hampir setahun, belajar banyak selama prosesnya, sampai kemudian terbitlah buku Hamba Sang Maha Cahaya 3 tahun lalu. Kini buku ini diangkat jadi pertunjukan teater."Diketahui, Pementasan ini dirancang tidak hanya sebagai tontonan komersial, melainkan sebuah gerakan budaya berbasis konsep take & give.Selain menyajikan proses kreatif yang penuh liku, pagelaran ini menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk mengekspresikan rasa syukur dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para guru, orang tua, serta donatur/orang tua asuh yang telah menyokong pendidikan mereka di UAG University—institusi yang dikenal sebagai University of Life.Suksesnya acara ini tidak lepas dari dukungan penuh PT Jakarta Propertindo (Perseroda) sebagai pengelola kawasan Taman Ismail Marzuki. Sinergi ini menegaskan komitmen BUMD DKI Jakarta dalam mengoptimalisasi aset-aset publik agar berdaya guna secara produktif, sekaligus berfungsi sebagai pusat pembelajaran nilai dan pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.Melalui momentum Milad ke-26 ini, ESQ menegaskan kembali komitmennya untuk terus melahirkan agen perubahan yang berlandaskan 7 Budi Utama (Jujur, Tanggung Jawab, Visioner, Disiplin, Kerja Sama, Adil, dan Peduli). Langkah kecil dari panggung Teater Tepi Waktu ini menjadi manifestasi nyata dari komitmen generasi muda bertalenta untuk ikut mengawal visi besar peradaban bangsa menuju Indonesia Emas 2045 dan cita-cita luhur Indonesia Atap Dunia.

2 hari yang lalu

NEWS

 

Hadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara, Ditjen Badilag MA RI Gandeng Ary Ginanjar Perkuat Resiliensi Mental Ribuan Hakim

ESQNews.id, JAKARTA – Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Ditjen Badilag) Mahkamah Agung RI menggelar webinar strategis bertajuk "Mental Health Awareness: Resiliensi Hakim dan Aparatur Peradilan Agama dalam Menghadapi Tekanan Psikologis dan Kompleksitas Perkara" pada Rabu 13 Mei 2026. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap meningkatnya beban kerja dan tekanan mental yang dialami para garda terdepan keadilan di Indonesia.Acara dibuka langsung oleh Dirjen Badilag, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., dengan menghadirkan narasumber utama, Founder ESQ, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. Webinar ini diikuti oleh ribuan peserta melalui platform Zoom dan live streaming sebagai bagian dari program learning hour internal Mahkamah Agung.Dalam sambutannya, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., menyapa secara virtual seluruh pimpinan pengadilan tingkat pertama dan jajarannya di lingkungan Peradilan Agama seluruh Indonesia. H. Muchlis menyoroti realita berat yang dihadapi para hakim. Saat ini, terdapat sekitar 2.800 hakim di Indonesia yang terpilih melalui proses sangat kompetitif. Sebagai gambaran, pada rekrutmen terakhir, hanya sekitar 300 hakim yang terpilih dari sekitar 9.000 pendaftar. Namun, prestasi tersebut berbanding lurus dengan beban tanggung jawab yang luar biasa besar."Hakim dan aparatur kita setiap hari berhadapan dengan perkara yang memiliki tekanan psikologis dan emosional tinggi. Keluhan mengenai kelelahan emosional, tekanan mental, dan beban kerja yang ekstrem bukan lagi hal yang bisa kita abaikan. Kami ingin memastikan mereka tetap tangguh secara mental," ujar Muchlis.Data menunjukkan dinamika pekerjaan yang menantang, termasuk mutasi yang telah dialami sekitar 700 hakim, yang berdampak pada keseimbangan kehidupan pribadi dan psikologis keluarga. Muchlis juga memaparkan landasan ilmiah dari kebijakan ini. Merujuk pada studi psikologi hukum, ia mengingatkan bahwa kualitas sebuah putusan sangat bergantung pada stabilitas emosional sang hakim. "Saat fungsi eksekutif otak menurun akibat kelelahan mental, yang dipertaruhkan bukan sekadar kesehatan pribadi, melainkan integritas keadilan itu sendiri. Kesalahan yudisial seringkali lahir bukan dari ketidakpahaman hukum, tapi dari kelelahan emosional yang tidak terkelola," tegasnya.Melalui program Mental Health Awareness ini, Ditjen Badilag ingin melakukan pergeseran paradigma secara institusional. Muchlis menyampaikan pesan tegas bahwa stres dan kelelahan bukanlah bentuk kelemahan pribadi, melainkan reaksi normal terhadap sistem yang menuntut.Ia berharap sesi bersama Prof. Ary Ginanjar Agustian ini menjadi momentum penyembuhan (healing) dan penguatan diri agar aparatur peradilan agama tidak hanya tangguh dan berempati, tetapi juga bahagia dalam menjalankan tugasnya.Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., selaku Sekretaris Dirjen Badan Peradilan Agama, menegaskan bahwa webinar kesehatan mental ini merupakan salah satu program prioritas Ditjen Badilag dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia. Dengan jumlah mencapai 13 ribu orang di seluruh Indonesia, hakim dan aparatur peradilan agama setiap hari memikul tanggung jawab besar, mulai dari penyelesaian perkara yang kompleks, pelayanan masyarakat, hingga tantangan geografis dan keterbatasan sarana yang ada di lapangan.Namun, di balik beratnya beban tersebut, Arief mengajak seluruh jajarannya untuk melihat profesi ini sebagai nikmat yang luar biasa. "Menjadi bagian dari Mahkamah Agung, khususnya di lingkungan Peradilan Agama, adalah sebuah kesempatan yang tidak dimiliki semua orang. Kita dipilih untuk menjaga keadilan dan menghadirkan kemanfaatan bagi umat," ujar Arief.Arief memberikan apresiasi tinggi kepada Prof. Ary Ginanjar Agustian atas kesediaannya berbagi ilmu. Ia meyakini bahwa institusi peradilan yang kuat tidak hanya dibangun di atas sistem dan teknologi yang canggih, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang sehat secara mental, kuat secara spiritual, dan bahagia dalam menjalankan pengabdiannya.Ia berharap momentum ini menjadi titik balik bagi aparatur untuk menemukan kembali jati diri mereka sebagai insan peradilan yang bekerja dengan hati.Mochamad Mirza, S.Psi., M.Psi., Psikolog, selaku moderator sekaligus praktisi psikologi dari Biro Kepegawaian Mahkamah Agung RI, memperkenalkan Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian sebagai narasumber yang diharapkan mampu memberikan strategi coping yang adaptif bagi para peserta. Mirza juga berbagi refleksi pribadinya tentang bagaimana pelatihan ESQ yang ia ikuti sejak masa SMA masih membekas hingga saat ini, membuktikan kekuatan metode pemaknaan kerja yang akan disampaikan oleh sang Master Trainer.Transformasi Mental dengan Framework 5GMenanggapi kondisi yang ada di Ditjen Badilag, Prof. Ary Ginanjar Agustian membedah penguatan mental melalui pendekatan Framework 5G (Grand Why, Gift, Growth Mindset, Grind, dan Great Hope).Pendekatan ini mengajak para hakim untuk menemukan kembali makna terdalam (Grand Why) dari profesi mereka sebagai bentuk pengabdian.Ary Ginanjar juga menekankan pentingnya rasa syukur. Meski tekanan tinggi, posisi hakim merupakan posisi yang sangat berharga dan telah didukung oleh kesejahteraan yang baik dari negara, asuransi kesehatan first class, hingga fasilitas rumah dan transportasi."Permasalahan utama saat ini bukan lagi sekadar pemahaman materi atau kompetensi teknis, melainkan bagaimana hakim menemukan makna dalam bekerja. Kita harus membangun pola pikir positif dalam melihat tantangan," papar Ary Ginanjar.Melalui kegiatan ini, Ditjen Badilag menetapkan target ambisius: minimal 50% hakim dan aparatur diharapkan mengalami pemulihan mental dan peningkatan performa kerja secara signifikan. Selain webinar, Badilag juga mempertimbangkan solusi lanjutan seperti penggunaan TalentDNA untuk refleksi diri yang lebih autentik.Diharapkan, dengan mental yang lebih stabil dan rasa syukur yang kuat, para hakim dapat terus menjaga stabilitas performa dalam memberikan keadilan bagi masyarakat, meski di tengah kompleksitas perkara yang terus meningkat.Prof. Ary Ginanjar Agustian, juga mengapresiasi visi jajaran pimpinan Ditjen Badilag. Ia menggarisbawahi beberapa kata kunci strategis yang disampaikan oleh Dirjen Badilag, Drs. H. Muchlis, S.H., M.H., yaitu tangguh, berempati, dan bahagia, serta pesan dari Sekretaris Ditjen Badilag, Drs. Arief Hidayat, S.H., M.M., mengenai pentingnya menjaga pikiran tetap tenang, jernih, dan ringan.

4 hari yang lalu

NEWS

NEWS

 

Bareskrim Polri Hadirkan Ary Ginanjar di Rakernis 2026, Tekankan Spiritualitas dalam Meningkatkan SDM

ESQNews.id, JAKARTA - Komitmen untuk terus membangun sumber daya manusia unggul di tubuh kepolisian kembali ditunjukkan oleh Bareskrim Polri melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reserse Kriminal Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026. Dalam agenda strategis tersebut, Bareskrim Polri secara khusus menghadirkan Ary Ginanjar Agustian, Founder dari ESQ, untuk memberikan pembekalan kepemimpinan, penguatan karakter, serta pembangunan mentalitas aparatur penegak hukum.Kehadiran Ary Ginanjar dalam forum nasional tersebut menjadi bagian penting dari upaya transformasi kelembagaan Polri, khususnya dalam memperkuat kualitas personel reserse agar tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis investigasi dan penegakan hukum, tetapi juga memiliki fondasi karakter, integritas, serta ketahanan mental dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.Rakernis ini dihadiri oleh para pimpinan dan jajaran fungsi reserse dari berbagai wilayah di Indonesia. Dalam suasana yang penuh antusiasme, peserta mendapatkan pembekalan mendalam mengenai pentingnya membangun kepemimpinan berbasis nilai, terutama di tengah tantangan penegakan hukum modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta kepercayaan publik yang tinggi.Dalam materinya, Ary Ginanjar menegaskan bahwa tantangan terbesar seorang aparat penegak hukum hari ini bukan hanya menghadapi perkembangan modus kejahatan yang semakin kompleks, tetapi juga bagaimana menjaga komitmen moral di tengah tekanan jabatan, tuntutan organisasi, dan ekspektasi masyarakat.Menurutnya, seorang pemimpin sejati bukan hanya diukur dari pangkat, jabatan, ataupun kewenangan yang dimiliki, melainkan dari kemampuan untuk tetap berdiri pada nilai, menjaga integritas, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.“Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar godaannya. Karena itu, kekuatan terbesar bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi kemampuan menjaga hati, menjaga nilai, dan menjaga amanah.”Pesan tersebut mendapat perhatian penuh dari seluruh peserta Rakernis. Dalam pemaparannya, Ary menjelaskan bahwa keberhasilan organisasi besar, termasuk institusi penegak hukum, sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.Sistem yang baik dapat runtuh jika dijalankan oleh individu yang kehilangan arah nilai. Sebaliknya, sistem yang terus berkembang akan semakin kuat ketika dipimpin oleh orang-orang yang memiliki karakter dan kesadaran diri yang tinggi.Lebih lanjut, Ary juga mengajak seluruh peserta untuk memahami pentingnya self awareness atau kesadaran diri sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan.Menurutnya, aparat yang mampu mengenali kekuatan, kelemahan, pola emosi, dan motivasi pribadinya akan lebih siap menghadapi tekanan operasional maupun tantangan pengambilan keputusan.Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami bahwa tekanan dalam dunia penegakan hukum adalah sesuatu yang tidak terhindarkan. Namun, tekanan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan dikelola. Aparat yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual akan mampu mengambil keputusan dengan lebih jernih, objektif, dan bertanggung jawab.Materi yang dibawakan Ary tidak hanya berfokus pada aspek individu, tetapi juga pada bagaimana membangun budaya organisasi yang sehat. Ia menekankan bahwa budaya integritas tidak bisa dibentuk hanya melalui regulasi atau slogan, tetapi harus dimulai dari keteladanan para pemimpin.“Budaya organisasi lahir dari apa yang pemimpinnya lakukan setiap hari. Bukan dari apa yang tertulis di dinding, tetapi dari apa yang terlihat dalam tindakan.”Sesi berlangsung interaktif dengan berbagai respons positif dari peserta. Banyak peserta menilai materi yang disampaikan memberikan perspektif baru mengenai pentingnya keseimbangan antara profesionalisme, karakter, dan nilai-nilai kepemimpinan dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.Kolaborasi antara ESQ dan Bareskrim Polri dalam forum strategis ini menjadi langkah nyata dalam membangun aparatur negara yang tidak hanya tangguh secara kompetensi, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.Melalui momentum Rakernis 2026 ini, diharapkan seluruh insan reserse Polri dapat semakin siap menghadapi tantangan zaman, menjaga kepercayaan masyarakat, serta terus menghadirkan penegakan hukum yang profesional, modern, dan berintegritas.

7 hari yang lalu

NEWS

 

Tangkal Darurat Kesehatan Mental, ESQ dan Inspire 165 Gelar ‘The Human Experience Festival 2026’

ESQNews.id, Jakarta – Di tengah dinamika kehidupan modern yang serba cepat dan penuh tekanan, isu kesehatan mental menjadi tantangan serius bagi masyarakat Indonesia. Menjawab fenomena tersebut, sekaligus memperingati Milad ke-26 ESQ dan Milad ke-2 Inspire 165, kolaborasi besar ini menghadirkan “The Human Experience Festival 2026” yang berlangsung di Ruang Gibraltar, Menara 165, Jakarta.Festival yang digelar secara luring pada 9-10 Mei 2026 ini bukan sekadar seremoni perayaan, melainkan sebuah aksi nyata untuk mendukung visi Indonesia Emas 2045 melalui penguatan kualitas manusia. Dengan mengusung tema “Unlock Your Inner Light – The Human Experience Journey”, acara ini bertujuan membantu individu keluar dari krisis makna dan kelelahan mental (burnout).“Acara ini diselenggarakan untuk membantu Indonesia dalam menangani kasus mental health. Kami ingin berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas, bukan Indonesia 'cemas'. Lewat metode Coaching, Hypnotherapy, dan TalentDNA, kami yakin bisa membantu generasi muda menjadi pribadi yang tangguh,” ujar Presiden Inspire 165, Ani Noor Isfiani.Berbeda dengan seminar konvensional, festival ini menggunakan pendekatan experiential learning (pembelajaran berbasis pengalaman). Peserta diajak mengikuti alur perjalanan transformasi yang dibagi menjadi tiga tahapan di antaranya Insight (Mendengar): Melalui seminar inspiratif dan kisah sukses para tokoh.Kemudian, Awareness (Menyadari): Demonstrasi langsung teknik hypnotherapy dan bedah bakat melalui TalentDNA. Serta Experience (Merasakan): Sesi privat one-on-one untuk proses penyembuhan luka batin dan pemetaan potensi diri.Board of Expert Hypnotherapy and NLP ESQ Corp, Bram G. Wibisono, menekankan bahwa kesadaran akan kesehatan mental seringkali terhambat oleh sikap penyangkalan (denial) di masyarakat."Harapan kami, peserta pertama-tama dibangun kesadarannya. Banyak yang mungkin tidak sadar sedang mengalami tekanan mental. Di sini, kita berikan ruang untuk menyadari, merasakan, hingga bertumbuh (Grow)," jelasnya.Sebagai bentuk kontribusi sosial, festival ini menyediakan layanan konsultasi pribadi secara gratis. Peserta dapat mengakses sesi 3.0 Coaching untuk meraih impian, Hypnotherapy untuk melepaskan beban emosional, serta pemetaan bakat melalui TalentDNA.Tak hanya sentuhan manusiawi, festival ini juga memperkenalkan inovasi AI Coach yang tersedia 24 jam. Inovasi ini dirancang bagi peserta yang mungkin belum merasa nyaman untuk berkonsultasi secara langsung dengan orang lain, namun membutuhkan bimbingan mental yang cepat dan akurat.Inspire 165 (International Society of Professional Coach and Inspirator of ESQ 165) kini telah menaungi lebih dari 2.000 inspirator yang berkomitmen menjadi akselerator perubahan. Dengan dukungan fondasi keilmuan ESQ yang telah berpengalaman lebih dari dua dekade, kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan efek berantai bagi organisasi dan masyarakat luas.Setelah rangkaian acara offline berakhir, perjalanan transformasi ini akan terus berlanjut secara daring melalui sesi online pada 11–24 Mei 2026, memastikan akses pembelajaran yang lebih luas bagi masyarakat di seluruh Indonesia.Melalui The Human Experience Festival 2026, ESQ dan Inspire 165 mengajak setiap individu untuk berhenti sejenak, mengenali diri kembali, dan bersiap menjadi versi terbaik demi peradaban yang lebih sehat secara mental dan spiritual.

2026-05-11 18:36:00

NEWS

 

Bikin Penasaran! Rahasia Guru & Pembina Pramuka di Cakung Bisa Mengajar Lebih Efektif Tanpa Stres dengan TalentDNA-ESQ

ESQNews.id, JAKARTA — Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Cakung berkolaborasi dengan JIEP Foundation menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penguatan Kapasitas Guru Berbasis ESQ-TalentDNA di Business Centre PT JIEP, Kamis (7/5/2026).Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 15.00 WIB tersebut diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari guru SMA/sederajat sekaligus pembina Pramuka serta pengurus Kwarran Cakung. Pelatihan diberikan secara gratis oleh JIEP Foundation dengan menghadirkan narasumber yang berlisensi dari Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Zaki dan Coach Syaiful.Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang pendidikan, khususnya dalam membantu guru memahami potensi diri dan pengembangan karakter berbasis pendekatan ESQ TalentDNA.Kegiatan diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan sesi pelatihan dan penguatan kapasitas guru berbasis ESQ TalentDNA. Para peserta juga mendapatkan fasilitas berupa life tools TalentDNA, sertifikat, goodie bag, hingga kesempatan menjadi talentist.Sekretaris JIEP Foundation, Pribadi Mujahid, yang membuka kegiatan tersebut menyampaikan harapannya agar kolaborasi antara JIEP Foundation dan Gerakan Pramuka dapat terus berkembang secara berkelanjutan.“Karena kegiatan pertama berkolaborasi dengan Pramuka dalam usaha peningkatan mutu para guru maka ke depan diharapkan lebih intens dan berkelanjutan,” ujarnya.Sementara itu, Ketua Kwarran Cakung, Purwanto, S.Pd., menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap peningkatan kualitas guru sekaligus pembina Pramuka di wilayah Cakung.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Yayasan JIEP Foundation Purwati, Bendahara Yayasan Nurchalim, serta jajaran pengurus Kwarran Cakung.Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan materi mengenai pengenalan potensi diri, penguatan karakter, serta pendekatan humanis dalam dunia pendidikan.Pelatihan ini juga diarahkan agar para guru mampu memahami kekuatan alami yang dimiliki sehingga dapat menerapkan metode pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan karakter peserta didik.Salah satu peserta, Kak Sarifah dari SDN Penggilingan 09, mengaku pelatihan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai potensi diri dan pengembangan karakter.“Pelatihan ini memberikan pemahaman mendalam tentang potensi diri yang sesungguhnya dan membuat peserta lebih percaya diri, serta membantu mencapai tujuan hidup berdasarkan kekuatan bawaan yang dipadukan dengan nilai spiritual,” ujarnya, melansir dari media massa.Hal serupa disampaikan Kak Brantia dari SDN Penggilingan 09. Menurutnya, pelatihan ESQ TalentDNA membantu guru memahami karakter dan potensi diri sehingga mampu menjalankan peran sebagai pendidik dengan lebih efektif dan minim stres.Ia juga menilai pendekatan tersebut dapat membantu sekolah dalam memetakan tugas berdasarkan kecocokan talenta masing-masing guru sehingga menciptakan kerja tim yang lebih baik.Melalui kegiatan ini, Kwarran Cakung dan JIEP Foundation berharap kolaborasi di bidang pendidikan dan pengembangan karakter dapat terus berlanjut guna menciptakan guru dan pembina Pramuka yang lebih adaptif, humanis, dan mampu membangun generasi muda yang berkualitas.

2026-05-09 17:03:00

NEWS

 

Penutupan Training ESQ NTB, Gubernur Siapkan Langkah Perbaikan Kesejahteraan Guru

ESQNews.id, MATARAM - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri penutupan Training ESQ Peduli Pendidikan “Bagimu Guru NTB” yang digelar di Ruang Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram, Kamis (7/5).Kegiatan tersebut diikuti guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga SLB se-NTB.Dalam sambutannya, Gubernur mengaku terharu melihat antusiasme dan keterlibatan emosional para guru selama mengikuti pelatihan ESQ. Menurutnya, proses refleksi diri dalam pelatihan tersebut menjadi penting di tengah tekanan hidup dan tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.Ia menilai, ketulusan dan keikhlasan seorang guru merupakan fondasi utama dalam membangun generasi masa depan yang berkarakter.Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti persoalan kesejahteraan guru, khususnya dampak kebijakan yang sebelumnya memengaruhi penghasilan guru PPPK dan guru honorer di NTB.Ia mengaku Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya mencari solusi di tengah keterbatasan fiskal daerah.“Saya dan Bu Dinda (Wakil Gubernur) sering berdiskusi bahkan hingga meneteskan air mata memikirkan situasi ini. Kami memohon maaf atas kebijakan yang sempat membuat Bapak dan Ibu berada dalam situasi sulit. Namun, kami tidak berhenti berpikir. Alhamdulillah, per 2 Mei lalu kami telah mengupayakan penghasilan minimum bagi guru baru waktu, yang akan mulai diterapkan bulan September mendatang sebesar Rp500.000 per bulan.Meski masih terbatas, ini adalah langkah awal yang akan terus kami tingkatkan secara bertahap,” tegas Gubernur.Selain kesejahteraan, Gubernur menekankan pentingnya penguatan karakter guru sebagai teladan bagi peserta didik di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial.Menurutnya, guru harus mampu menjadi figur yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan kecerdasan spiritual yang kuat.Ia juga mengungkapkan rencana inovasi Golden Ticket dan Silver Ticket untuk mendistribusikan kepala sekolah berprestasi ke daerah pelosok sebagai bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan di NTB.Sementara itu, Pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian, yang hadir secara virtual, menyampaikan apresiasi kepada para guru di NTB. Ia menyebut NTB sebagai daerah yang memiliki kekuatan spiritual dan budaya religius yang kuat untuk membangun pendidikan karakter.“Pendidikan intelektual saja tidak cukup karena hanya mengisi otak, bukan hati. Survei membuktikan kecerdasan akademik hanya berperan 5 hingga 10 persen dalam kesuksesan. Melalui pelatihan ini, kita menggabungkan kecerdasan emosional dan spiritual agar para guru mampu membimbing generasi emas NTB 2045 yang memiliki karakter kuat dan mampu memimpin dirinya sendiri,” ujar Ary Ginanjar.Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan ESQ, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat transformasi pendidikan di NTB, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan spiritual para pendidik.

2026-05-07 22:55:00

HAJI UMROH

 

PINDAH DARI HAJI REGULER KE HAJI KHUSUS: BUKAN UPGRADE, TETAPI DAFTAR ULANG

Oleh: H. Muhammad Solihin A.Par, SE, M.ParESQNews.id, JAKARTA - Ibadah haji adalah panggilan suci yang tidak hanya membutuhkan kesiapan spiritual, tetapi juga kesiapan administratif, finansial, dan pemahaman hukum yang benar. Di tengah panjangnya antrean keberangkatan haji Indonesia, muncul pertanyaan yang sangat sering disampaikan oleh masyarakat:“Apakah saya bisa pindah dari Haji Reguler ke Haji Khusus?”atau sebaliknya,“Kalau sudah terdaftar di Haji Khusus, apakah bisa kembali ke Haji Reguler?”Tidak sedikit pula yang beranggapan bahwa perpindahan tersebut hanyalah semacam “upgrade layanan”, seolah-olah nomor porsi lama tetap bisa dibawa ke jalur baru. Padahal, secara hukum, pemahaman ini tidak tepat.Justru di sinilah banyak calon jemaah melakukan kekeliruan besar.Dua Jalur, Dua Sistem BerbedaHaji Reguler dan Haji Khusus adalah dua skema penyelenggaraan yang berbeda secara mendasar.Haji Reguler diselenggarakan langsung oleh pemerintah, sedangkan Haji Khusus dilaksanakan melalui Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 4 Tahun 2025 menegaskan bahwa:“Jemaah Haji Khusus adalah Jemaah Haji yang menjalankan Ibadah Haji yang diselenggarakan oleh PIHK.”Artinya, ketika seseorang mendaftar Haji Khusus, ia masuk ke sistem tersendiri yang berbeda dari Haji Reguler. Perbedaan itu bukan hanya pada biaya, tetapi juga pada nomor porsi, daftar tunggu, mekanisme pelunasan, hingga tata kelola keberangkatan.Karena itu, nomor porsi Haji Reguler dan nomor porsi Haji Khusus bukanlah sesuatu yang dapat dipindahkan begitu saja.Pindah Jalur Tidak Sama dengan Pindah Nomor PorsiBanyak masyarakat mengira bahwa jika mereka ingin berangkat lebih cepat melalui Haji Khusus, maka nomor porsi Haji Reguler tinggal “dipindahkan” ke jalur khusus.Secara hukum, hal itu tidak ada.Yang dapat dilakukan adalah:membatalkan pendaftaran Haji Reguler terlebih dahulu, mengurus pengembalian setoran, lalu mendaftar ulang sebagai Jemaah Haji Khusus melalui PIHK dan mendapatkan nomor porsi baru.Artinya, bukan pindah nomor porsi, melainkan memulai antrean baru di jalur yang berbeda.Hal yang sama berlaku sebaliknya. Jika seseorang ingin berpindah dari Haji Khusus ke Haji Reguler, maka prosesnya tetap harus melalui pembatalan, refund setoran, dan pendaftaran ulang.Tidak ada mekanisme transfer otomatis nomor porsi lintas skema.Dengan kata lain, ini bukan upgrade, tetapi pendaftaran baru.Yang Diperbolehkan: Pindah Antar PIHKYang memang diatur dalam PMHU adalah perpindahan antar-PIHK, yaitu sesama jalur Haji Khusus.Misalnya, seorang jemaah yang semula terdaftar di PIHK A ingin berpindah ke PIHK B karena alasan penggabungan keluarga, perubahan paket layanan, atau karena PIHK asal tidak dapat memberangkatkan jemaah.Pasal 12 PMHU Nomor 4 Tahun 2025 memperbolehkan perpindahan tersebut, tetapi dengan syarat:hanya dapat dilakukan maksimal satu kali, dan tidak dapat dilakukan setelah pelunasan Bipih Khusus.Bahkan, aturan juga secara tegas melarang PIHK memungut biaya perpindahan dari jemaah.Ini penting dipahami karena masih banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan antara pindah antar-PIHK dengan pindah dari Haji Reguler ke Haji Khusus.Keduanya adalah hal yang sangat berbeda.Risiko Kehilangan Antrean LamaKeputusan berpindah jalur haji bukan keputusan ringan.Bayangkan seorang jemaah yang sudah menunggu 12 hingga 15 tahun dalam antrean Haji Reguler, lalu memutuskan membatalkan pendaftarannya karena tergoda ingin berangkat lebih cepat melalui Haji Khusus.Begitu pembatalan dilakukan, antrean lama hilang.Tidak bisa dikembalikan.Jika kemudian terjadi kendala finansial atau perubahan kondisi, maka jemaah harus memulai semuanya dari awal.Karena itu, keputusan pindah jalur harus dilakukan dengan sangat matang, bukan berdasarkan dorongan sesaat atau informasi dari grup percakapan yang belum tentu benar.Perlu dihitung kesiapan keuangan, usia, kesehatan, dukungan keluarga, serta target keberangkatan yang realistis.Literasi Haji Harus DiperkuatMasalah terbesar dalam penyelenggaraan haji hari ini sering kali bukan terletak pada regulasinya, tetapi pada kurangnya literasi masyarakat terhadap aturan itu sendiri.Banyak keputusan besar diambil berdasarkan asumsi, bukan berdasarkan pemahaman hukum yang benar.Padahal haji adalah ibadah seumur hidup.Kesalahan keputusan hari ini bisa berdampak bertahun-tahun ke depan.Karena itu, edukasi publik mengenai nomor porsi, pelimpahan, perpindahan jalur, hingga hak-hak jemaah harus terus diperkuat.Jemaah harus menjadi subjek yang memahami haknya, bukan hanya objek dari proses administrasi.Pada akhirnya, Haji Reguler dan Haji Khusus bukan soal mana yang lebih baik.Tetapi soal mana yang paling sesuai dengan kesiapan masing-masing.Jika ingin lebih cepat dan memiliki kesiapan finansial, Haji Khusus bisa menjadi solusi.Namun harus dipahami dengan jernih: itu bukan pindah nomor porsi, melainkan batal dan daftar ulang.Jika antrean reguler sudah dekat dan situasi memungkinkan, mempertahankan jalur yang sudah berjalan bisa menjadi pilihan paling bijak.Karena yang paling penting bukan soal jalurnya.Tetapi bagaimana kita menjaga niatnya.Sebab pada akhirnya, yang berangkat bukan yang paling kaya, bukan yang paling cepat, tetapi yang paling Allah panggil.

2026-05-07 12:16:00

HAJI UMROH

 

PELIMPAHAN PORSI HAJI: HAK JEMAAH, BUKAN TRANSAKSI

Oleh: H. Muhammad Solihin, A.Par. SE, M.ParESQNews.id, JAKARTA - Ibadah haji adalah panggilan suci yang menjadi impian hampir seluruh umat Islam. Namun, panjangnya masa tunggu keberangkatan haji di Indonesia sering kali menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat. Tidak sedikit calon jemaah yang sebenarnya sudah mampu secara finansial dan masih sehat secara fisik, tetapi menunda mendaftar haji karena satu kekhawatiran besar: bagaimana jika meninggal dunia sebelum sempat berangkat?Pertanyaan seperti ini sangat sering muncul.“Kalau saya wafat sebelum berangkat, apakah nomor porsi saya hangus?”“Apakah anak saya tidak bisa melanjutkan?”“Apakah uang setoran awal saya hilang?”Keraguan seperti ini sering menjadi alasan seseorang menunda mengambil nomor porsi haji. Padahal, dalam konteks haji, waktu adalah faktor yang sangat penting. Semakin cepat mendaftar, semakin dekat peluang berangkat ke Tanah Suci. Menunda justru memperpanjang antrean dan memperbesar risiko usia tidak lagi produktif saat jadwal keberangkatan tiba.Di sinilah pentingnya pemahaman terhadap aturan pelimpahan nomor porsi haji.Negara Memberikan Perlindungan HukumUndang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah memberikan kepastian hukum yang sangat jelas.Dalam Pasal 6 ayat (1) huruf j disebutkan bahwa Jemaah Haji berhak melimpahkan nomor porsi kepada suami, istri, ayah, ibu, anak kandung, saudara kandung, saudara seayah, atau saudara seibu yang disepakati secara tertulis oleh keluarga dengan alasan meninggal dunia, tidak memenuhi persyaratan kesehatan berdasarkan surat keterangan kesehatan, atau batasan usia tertentu. Kemudian pada ayat (2) ditegaskan bahwa pelimpahan nomor porsi tersebut hanya berlaku untuk satu kali pelimpahan. Ketentuan ini menunjukkan bahwa pelimpahan nomor porsi bukanlah fasilitas tambahan, bukan pula bentuk belas kasihan negara, melainkan hak hukum yang secara resmi dijamin oleh Undang-Undang.Artinya, masyarakat tidak perlu takut bahwa nomor porsi akan hilang begitu saja apabila terjadi musibah sebelum keberangkatan.Bukan untuk DiperjualbelikanSalah satu prinsip paling penting dalam pelimpahan nomor porsi adalah bahwa hak ini hanya dapat diberikan kepada keluarga inti tertentu.Tidak bisa dialihkan kepada teman, tetangga, relasi bisnis, atau pihak lain yang tidak memiliki hubungan keluarga sebagaimana diatur dalam Undang-Undang.Pembatasan ini sangat penting untuk mencegah praktik jual beli nomor porsi haji.Jika pelimpahan dibuka tanpa batas, maka nomor porsi haji berpotensi berubah menjadi komoditas yang diperdagangkan. Orang yang memiliki kemampuan ekonomi besar bisa membeli antrean, sementara masyarakat yang mendaftar secara normal justru semakin terpinggirkan.Haji adalah ibadah, bukan pasar transaksi.Karena itu, negara menjaga agar pelimpahan tetap berada dalam koridor perlindungan keluarga, bukan ruang spekulasi komersial.PMHU No. 4 Tahun 2025 Memperjelas TeknisnyaPeraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 4 Tahun 2025 memperjelas tata cara pelimpahan tersebut.Pasal 36 menyebutkan bahwa nomor porsi dapat dilimpahkan apabila Jemaah Haji Khusus meninggal dunia atau mengalami sakit permanen sebelum keberangkatan. Untuk kondisi sakit permanen, harus dibuktikan dengan surat keterangan dokter resmi. Ini penting agar pelimpahan tidak disalahgunakan hanya karena alasan subjektif.Selain itu, proses pengajuan harus dilengkapi dengan dokumen yang sah seperti akta kematian, bukti setoran awal atau pelunasan, surat kuasa keluarga, bukti hubungan keluarga, hingga surat tanggung jawab mutlak dari penerima pelimpahan.Seluruh proses ini dilakukan melalui jalur resmi, baik melalui PIHK, Kantor Wilayah, maupun Sistem Informasi Kementerian.Dengan demikian, transparansi dan akuntabilitas tetap terjaga.Tidak Dipungut Biaya Sepeser PunDi lapangan, masih sering ditemukan masyarakat yang mendapatkan informasi keliru bahwa pelimpahan nomor porsi membutuhkan “biaya khusus” atau “uang jasa pengurusan”.Ini adalah hal yang perlu diluruskan.Pelimpahan nomor porsi adalah hak hukum jemaah.Bukan layanan premium.Bukan jasa berbayar.Bukan objek transaksi.Jika ada pihak yang meminta bayaran dengan dalih mempercepat atau mempermudah proses pelimpahan, maka hal tersebut patut dipertanyakan dan harus diwaspadai.Masyarakat perlu memahami bahwa proses resmi tidak memerlukan pungutan di luar ketentuan yang sah.Jangan sampai kurangnya informasi justru membuka ruang bagi praktik pungutan liar yang merugikan jemaah.Jangan Takut untuk Segera MendaftarPelimpahan nomor porsi seharusnya menjadi jawaban atas keraguan masyarakat untuk segera mengambil porsi haji.Kalau sudah mampu, segerakan.Kalau masih sehat, segerakan.Kalau dana sudah tersedia, segerakan.Karena antrean haji tidak semakin pendek, usia tidak semakin muda, dan kesehatan tidak selalu tetap.Negara sudah menyediakan perlindungan hukum apabila terjadi sesuatu sebelum keberangkatan.Maka tidak ada alasan untuk terus menunda.Pelimpahan nomor porsi mengajarkan kita bahwa haji bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi juga amanah administrasi yang harus dijaga dengan jujur, tertib, dan penuh tanggung jawab.Pada akhirnya, pesan yang harus kita pegang adalah sederhana namun sangat penting:Pelimpahan porsi adalah hak, bukan barang dagangan.Dan niat baik menuju Baitullah tidak pernah sia-sia.

2026-05-07 07:01:00

IN PICTURES