Rabu, H / 05 Agustus 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#BI

#EQ

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#UI

#NU

#BK

#MK

#GM

#RS

#bi

#IT

#QX

#MU

#

#MC

#SD

# P

#S1

#DJ

#as

#Ti

#CC

#Pa

#LG

#UN

#8

#3A

#5P

#HC

#\

#US

#BU

#PS

#Hu

#DO

#qx

#KB

#HP

#5G

#FK

#TJ

#VW

#U

#Ke

#K3

#RT

#PK

# M

#WA

# t

#UU

#Em

#Wo

#01

#02

#VR

#Al

TERKINI

NEWS

 

Prof. Ary Ginanjar Agustian Kukuhkan Pengurus Inspire 165 Periode 2026–2028

Menguatkan Hati, Meneguhkan Diri, Menggerakkan PerubahanESQNews.id, JAKARTA — Inspire 165 resmi memasuki fase kepengurusan baru melalui Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Inspire 165 Periode 2026–2028 yang diselenggarakan di Menara 165, Jakarta, Ahad (26/7/2026).Prosesi pelantikan dan pengukuhan pengurus dilakukan oleh Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, sebagai momentum dimulainya amanah dan tanggung jawab kepengurusan Inspire 165 untuk periode 2026–2028.Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut dihadiri oleh jajaran Dewan Pembina antara lain Coach Uwie, Coach Bram, Coach Arief, Coach Huda, dan Coach Rendy, serta Dewan Penasihat antara lain Coach Desi dan Coach Yuyun. Turut hadir pula para coach dari ESQ Malaysia, jajaran pengurus lama dan pengurus baru Inspire 165, serta keluarga besar ESQ Corporation.Peluncuran Website Resmi Inspire 165Dalam kesempatan yang sama, kegiatan pelantikan dan pengukuhan ini juga menjadi momentum peluncuran website resmi Inspire 165, yang diperkenalkan oleh Coach Fatwa selaku Sekretaris Jenderal 1 Inspire 165.Website resmi tersebut dapat diakses melalui Inspire165.org dan dihadirkan sebagai salah satu sarana komunikasi serta informasi digital Inspire 165 untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai organisasi, program, kegiatan, dan berbagai bentuk kebermanfaatan yang dihadirkan Inspire 165.Kehadiran website resmi ini diharapkan dapat memperkuat transformasi digital Inspire 165 sekaligus menjadi kanal yang semakin terbuka bagi anggota, alumni ESQ 165, mitra, dan masyarakat luas untuk mengenal, terhubung, serta berkolaborasi bersama Inspire 165.Mengusung tema "Menguatkan Hati, Meneguhkan Diri, Menggerakkan Perubahan" dengan tagline "Bernurani, Tangguh, Cerdas", pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen Inspire 165 dalam membangun komunitas yang berorientasi pada pengembangan karakter, kepemimpinan, kolaborasi, pembelajaran, dan kebermanfaatan.Menguatkan Hati sebagai Fondasi KepemimpinanTema “Menguatkan Hati, Meneguhkan Diri, Menggerakkan Perubahan” merefleksikan perjalanan yang perlu ditempuh setiap insan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.Menguatkan hati merupakan fondasi utama. Kepemimpinan tidak semata-mata membutuhkan kompetensi dan kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga membutuhkan hati yang memiliki integritas, kepedulian, ketulusan, serta berpegang teguh pada nilai-nilai kebaikan.Hati yang kuat akan menjadi sumber lahirnya keputusan dan tindakan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian, tetapi juga mempertimbangkan nilai, etika, dan kebermanfaatan.Selanjutnya, meneguhkan diri merupakan proses membangun karakter dan ketangguhan pribadi. Para pengurus Inspire 165 diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, konsisten terhadap nilai yang diyakini, serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi dinamika dan tantangan organisasi.Dari hati yang kuat dan pribadi yang teguh, selanjutnya lahir keberanian untuk menggerakkan perubahan.Perubahan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada perubahan di dalam organisasi, tetapi juga perubahan positif yang dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat, umat, bangsa, dan lingkungan.Pesan Presiden Inspire 165: Menjadikan Organisasi sebagai Jalan KebermanfaatanDalam sambutannya, Presiden Inspire 165, Coach Ani Noor, mengawali acara dengan doa dan harapan agar setiap langkah yang dijalankan senantiasa mendapatkan bimbingan Allah SWT, persaudaraan tetap terjaga, dan seluruh amanah yang diemban dilandasi niat yang baik.Coach Ani Noor menyampaikan harapan agar Inspire 165 dapat menjadi wadah untuk memberikan manfaat bagi banyak orang, sekaligus menjadi ruang bagi para anggotanya untuk bertumbuh, berkontribusi, dan menghadirkan kebaikan yang lebih luas.Dalam kesempatan tersebut, Coach Ani Noor juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pengurus periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Apresiasi disampaikan kepada Coach Ramdani dan Coach Wiwit, serta seluruh pengurus lama yang telah menjalankan amanah dan meletakkan fondasi bagi keberlanjutan Inspire 165.Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga besar ESQ Corporation, para coach, Ksatria ESQ, serta ESQ Malaysia yang terus memberikan dukungan bagi Inspire 165.Menurut Coach Ani Noor, dukungan tersebut memiliki arti yang sangat besar, bukan hanya bagi keberlangsungan dan perkembangan Inspire 165, tetapi juga secara pribadi dalam menjalankan amanah kepemimpinan.Semangat tersebut menjadi pijakan penting bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan estafet perjuangan dengan menjaga persaudaraan, memperkuat kolaborasi, serta memastikan setiap langkah organisasi bermuara pada kebermanfaatan.Kepengurusan periode 2026–2028 diharapkan mampu membawa Inspire 165 menjadi komunitas yang semakin solid, adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.Para pengurus memiliki tanggung jawab untuk tidak sekadar menyusun dan menjalankan program kerja, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong setiap anggota untuk bertumbuh secara personal, memperkuat karakter, mengembangkan potensi, serta memberikan kontribusi nyata.Dengan demikian, Inspire 165 diharapkan tidak hanya hadir sebagai sebuah organisasi, melainkan berkembang sebagai gerakan yang melahirkan pribadi-pribadi inspiratif dan menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas.Pelantikan pengurus menjadi titik awal untuk menerjemahkan semangat tersebut ke dalam kerja nyata melalui penguatan sinergi, peningkatan kualitas program, pengembangan kapasitas anggota, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak.Berlandaskan semangat “Bernurani, Tangguh, Cerdas”, Inspire 165 siap melangkah bersama untuk membangun komunitas yang semakin kuat, menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, serta memberikan kontribusi positif bagi umat, bangsa, dan organisasi.Tentang Inspire 165Inspire 165 merupakan organisasi di bawah Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ 165 sebagai wadah komunitas yang mendorong pengembangan diri, karakter, kepemimpinan, pembelajaran, dan kebermanfaatan dengan semangat nilai-nilai ESQ 165.Inspire 165 berkomitmen membangun individu yang memiliki keseimbangan antara nilai spiritual, karakter, kecerdasan, dan ketangguhan, sehingga mampu menjadi pribadi yang tidak hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menginspirasi dan memberikan manfaat bagi orang lain, organisasi, umat, dan bangsa.Media Contact:Inspire 165Menara 165, JakartaInstagram: @inspire_165

7 jam yang lalu

NEWS

 

Tingkat Keberhasilan Donor Darah ESQ 165 Capai 73 Persen

ESQNews.id, JAKARTA — DPP Forum Komunikasi Alumni ESQ 165 menyelenggarakan kegiatan Donor Darah pada Selasa, 28 Juli 2026 bertempat di Ruang Cordoba, Menara 165, Jakarta. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.Sekjen DPP FKA ESQ, Gita A. Fadilla, menyampaikan bahwa meskipun jumlah pendaftar pada kegiatan kali ini lebih sedikit dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, namun tingkat keberhasilan donor justru mengalami peningkatan.“Biasanya dari pendonor yang mendaftar, sekitar 50 persen tertolak karena berbagai kondisi, seperti tensi tinggi, minum obat dan sebagainya. Namun pada penyelenggaraan kali ini jumlah keberhasilan mencapai 73 persen, yaitu 50 dari 68 pendonor diterima,” ujar Gita.Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi DPP FKA ESQ 165 bersama Lembaga Kemanusiaan ESQ, Grha 165, Grha Event Organizer, Medina Catering, Inspire 165, PMI Tangsel, serta dukungan sponsor Yakult Cipete.Gita menambahkan, kegiatan Donor Darah selanjutnya akan kembali digelar pada bulan September 2026.Kebutuhan Darah Jakarta Masih TinggiDi sisi lain, kebutuhan darah di Kota Jakarta masih tergolong tinggi. Berdasarkan data PMI, kebutuhan darah di Jakarta mencapai lebih dari 1.200 kantong per hari untuk memenuhi permintaan rumah sakit. Stok darah terutama untuk golongan O dan A menjadi prioritas. Karena itu, kegiatan donor darah secara rutin sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

5 hari yang lalu

LIFESTYLE

 

Kopi dan Teh Masih Mendominasi, Matcha Kian Premium

ESQNews.id, JAKARTA - Industri minuman berasa di Indonesia terus berkembang seiring semakin beragamnya pilihan yang hadir di tengah masyarakat. Minuman tidak lagi sekadar pelepas dahaga, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas harian, sarana bersosialisasi, hingga cara untuk beristirahat maupun mengisi energi. Untuk memahami perubahan tersebut, Jakpat mensurvei 1.238 responden di Indonesia mengenai kebiasaan mereka dalam mengonsumsi berbagai jenis minuman berasa.Kopi dan teh tetap jadi pilihan utama lintas generasiHasil survei menunjukkan bahwa kopi dan teh masih menjadi minuman favorit masyarakat Indonesia. Keduanya dikonsumsi oleh lebih dari 70% responden dari berbagai kelompok usia. Di sisi lain, Matcha lebih populer di kalangan generasi muda, dengan 34% Gen Z dan 32% Milenial mengonsumsinya dalam enam bulan terakhir, dibandingkan hanya 17% Gen X. Sedangkan generasi yang lebih tua memiliki preferensi yang lebih kuat terhadap kopi, teh, dan jamu. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki kombinasi preferensi antara minuman modern dan tradisional.Menurut Septiana Widi Sugiastuti, Research Lead Jakpat, temuan ini menunjukkan pentingnya memahami preferensi konsumen berdasarkan generasi. "Meskipun kopi dan teh digemari oleh berbagai generasi, perbedaan dalam preferensi minuman sekunder menunjukkan adanya segmen konsumen yang khas. Generasi muda cenderung mengadopsi tren minuman terkini, sementara konsumen dari generasi yang lebih tua tetap menyukai minuman yang sudah akrab dan bersifat tradisional. Temuan ini mengisyaratkan bahwa merek minuman yang sukses sebaiknya tidak menggunakan pendekatan yang seragam untuk semua kalangan, melainkan menyesuaikan inovasi produk dan strategi komunikasi mereka dengan preferensi unik setiap generasi."Cara mendapatkan minuman berbeda, tergantung kategorinyaTemuan Jakpat juga menunjukkan bahwa menunjukkan setiap kategori minuman memiliki pola pembelian yang berbeda. Kopi dan teh paling sering dibuat sendiri di rumah, menunjukkan bahwa keduanya telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Sedangkan susu lebih banyak diperoleh melalui pembelian di supermarket.Untuk minuman lain, pola konsumsi juga mencerminkan karakter masing-masing kategori. Jamu paling sering dibeli dari pedagang kaki lima atau penjual tradisional, sementara soda identik dengan pembelian di supermarket. Berbeda dengan keduanya, matcha lebih banyak diperoleh dari kafe serta memiliki tingkat pemesanan melalui layanan pesan antar yang relatif tinggi, memperkuat posisinya sebagai minuman lifestyle.Septiana menjelaskan bahwa perbedaan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh jenis minumannya, tetapi juga oleh konteks konsumsi yang diharapkan konsumen. "Konsumen mencari kenyamanan, kepercayaan, dan pengalaman konsumsi yang tepat, bukan sekadar produk minumannya saja. Hal ini menjelaskan mengapa jamu umumnya dibeli dari pedagang kaki lima, soda sangat identik dengan supermarket, dan matcha lebih banyak dinikmati di kafe."Mayoritas konsumen menghabiskan kurang dari Rp25.000 untuk satu minumanDari sisi pengeluaran, sebagian besar responden mengaku menghabiskan kurang dari Rp25.000 untuk satu porsi minuman. Hal ini menunjukkan bahwa keterjangkauan harga masih menjadi pertimbangan utama dalam memilih minuman.Teh menjadi kategori yang paling ekonomis dengan mayoritas konsumen mengeluarkan kurang dari Rp10.000 per sajian. Soda dan jamu juga masih identik dengan kisaran harga yang terjangkau. Sementara itu, kopi memiliki rentang pengeluaran yang lebih beragam meski sebagian besar konsumennya tetap membelanjakan kurang dari Rp25.000.Matcha jadi minuman premium yang rela dibayar lebih mahalDi tengah dominasi minuman dengan harga terjangkau, matcha tampil sebagai pengecualian. Banyak konsumen bersedia mengeluarkan Rp25.000 hingga Rp50.000 untuk satu gelas matcha, menjadikannya satu-satunya kategori dengan pola pengeluaran kelas menengah yang cukup kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya membeli minuman, tetapi juga nilai dan pengalaman yang melekat pada suatu kategori.Menurut Septiana Widi Sugiastuti, Research Lead Jakpat, harga tidak hanya menjadi pertimbangan pembelian, tetapi juga membentuk persepsi konsumen terhadap suatu kategori minuman. "Temuan ini menunjukkan bahwa harga berfungsi sebagai penanda posisi kategori, bukan sekadar pertimbangan dalam pembelian. Matcha telah berhasil membangun citra premium sehingga konsumen bersedia membayar harga lebih tinggi, sedangkan soda dan jamu tetap lekat dengan kesan harga yang terjangkau. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan suatu kategori tidak terlalu bergantung pada persaingan harga, melainkan lebih pada penciptaan nilai yang dirasakan konsumen melalui penentuan posisi yang jelas, pengalaman produk, dan diferensiasi merek."Ingin memahami lebih dalam tentang minuman berasa di Indonesia? Unduh laporan lengkap “Indonesian Beverage Consumption” melalui tautan berikut:  https://insight.jakpat.net/indonesia-beverage-consumption/ Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:Ainu Rakhma FatkhiaMarketing Communication [email protected] www.jakpat.netwww.insight.jakpat.netInstagram @jakpatapphttps://id.linkedin.com/company/jajak-pendapat-jakpat

2026-07-22 08:04:00

NEWS

LIFESTYLE

 

Live Shopping vs Affiliate Link: Mana yang Lebih Memikat Konsumen?

ESQNews.id, JAKARTA - Live shopping telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat, sementara tautan afiliasi (affiliate link) kini telah menjadi bagian yang lumrah dalam proses belanja online. Keduanya merupakan pilar utama dalam perdagangan digital (e-commerce) modern, namun cara kerjanya sama sekali berbeda.Jakpat mengadakan survei untuk mengetahui tren live shopping dan tautan afiliasi saat ini. Laporan ini disusun berdasarkan tanggapan dari 1.714 partisipan yang berbelanja secara online di seluruh Indonesia. Daya Pikat Live Shopping: Berburu Diskon hingga Cek Kondisi ProdukLive shopping telah menjadi kebiasaan yang lumrah di masyarakat, di mana sebagian besar konsumen rutin menonton sesi tersebut (92%). Tingkat keterlibatan (engagement) yang tinggi ini mendorong tindakan nyata secara instan, terbukti dengan lebih dari separuh responden yang telah melakukan pembelian dalam enam bulan terakhir.Dari segi demografi, perempuan menjadi kelompok yang paling banyak melakukan pembelian di live shopping (62%). Sementara, Milenial (59%) dan Gen X (58%) lebih suka menonton sesi tersebut dibanding Gen Z (51%). "Meski tingkat keterlibatannya tinggi di semua generasi, alasan konsumen mengikuti live shopping tidak selalu sama. Sebagian mencari penawaran menarik, sementara yang lain memanfaatkannya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum membeli. Hal ini menunjukkan bahwa live shopping mampu menjawab kebutuhan konsumen yang beragam dalam satu pengalaman belanja yang sama," ucap Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna.   Promo dan diskon menjadi alasan terbesar responden belanja lewat live shopping (71%). Pertimbangan lain adalah harga yang lebih murah (66%) dan bisa bertanya langsung kepada penjual (65%). Gen Z cenderung lebih memikirkan review produk, tip, atau perbandingan dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Shopee Live mendominasi pasar live shopping dengan popularitas yang seimbang di antara kedua gender (pria dan wanita) di mana 3 dari 4 memakai platform tersebut. TikTokLive Shopping menempati posisi kedua (56%), dengan dominasi pembeli wanita. Affiliate Link: Ramai Diklik, Belum Tentu DibeliTautan afiliasi (affiliate link) sangat efektif untuk mendatangkan lalu lintas (traffic), terbukti dengan 83% konsumen yang pernah membukanya. Namun, mengubah rasa penasaran tersebut menjadi penjualan merupakan tantangan tersendiri, karena kurang dari 40% konsumen yang melakukan pembelian dalam waktu setengah tahun terakhir.“Affiliate link membuka peluang bagi brand untuk menjangkau konsumen di berbagai kelompok. Namun, respons terhadap dorongan tersebut dapat berbeda tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing konsumen.Karena itu, memahami karakteristik setiap segmen menjadi penting agar strategi affiliate tidak hanya mampu mendatangkan traffic, tetapi juga mendorong keputusan pembelian,” papar Hasna.         Pembelian melalui tautan afiliasi terbilang sangat konsisten di berbagai gender dan generasi, dengan tingkat konversi sekitar 40%. Di sisi lain, tingkat pendapatan menjadi faktor pembeda yang utama, di mana angka pembelian menurun drastis di kalangan konsumen berpendapatan rendah.E-commerce mendominasi total traffic tautan afiliasi dengan tingkat adopsi mencapai 95% di semua demografi. Di posisi kedua, dengan selisih drastis, ada quick-commerce dengan persentase 15%, yang lebih memikat kaum pria dan Milenial. Sementara, WhatsApp Business di posisi ketiga, dengan basis terkuat di kalangan Gen X.Mau tahu informasi perilaku konsumen lainnya terkait live shopping dan affiliate link lebih detail? Dapatkan hasilnya dalam laporan Jakpat “Live Shopping & Affiliate Links: Demographic Insights” pada tautan berikut: https://insight.jakpat.net/live-shopping-affiliate-links-demographic-insights/

2026-07-22 07:46:00

LIFESTYLE

 

Menempuh Rute Panjang, Ini Pola Berkendara dan Istirahat Pemudik

ESQNews.id, JAKARTA - Mudik Lebaran 2026 kembali menggerakkan jutaan masyarakat secara serentak ke kampung halaman. Padatnya arus lalu lintas membuat aktivitas berhenti sejenak untuk melepas lelah menjadi kebutuhan utama sepanjang perjalanan. Jakpat melakukan riset untuk mengetahui tren mudik Lebaran 2026 jalur darat dari barat ke timur. Laporan yang melibatkan 500 responden ini hadir untuk memotret tren pergerakan dan kebiasaan istirahat para pemudik.  Profil Perjalanan Pemudik dari Moda hingga TujuanTujuh dari 10 responden mengaku mudik dengan mobil pribadi. Transportasi darat lain yang digunakan adalah bus (21%) dan mobil travel (7%). Terkait rute, lebih dari setengah mengaku melewati Tol Trans Jawa secara penuh (56%). Sementara, 44% melewati jalur kombinasi tol dan non-tol. Durasi perjalanan mudik bervariasi dengan rerata 10 jam. Sebanyak 27% responden menempuh perjalanan selama 3-5 jam. Satu dari 4 pemudik menempuh perjalanan 9-12 jam. Sejumlah 46% responden mengaku berhenti 2-3 kali selama perjalanan mudik Lebaran 2026, menunjukkan kecenderungan untuk mengambil jeda secara berkala.Jawa Tengah Utara menjadi tujuan mudik paling banyak dengan perolehan 19%. Wilayah destinasi mudik terbanyak lainnya adalah Jawa Tengah Solo Raya (18%) dan DI Yogyakarta (14%).  Kebutuhan Pemudik Selama Berhenti di Jalur PerjalananBeragam aktivitas dilakukan saat perjalanan mudik. Semua responden mengaku singgah ke tempat istirahat (rest area). Kemudian, mayoritas juga mampir membeli makanan atau minuman (78%) serta beribadah di tempat ibadah (76%). Selain itu, ada juga yang mendengarkan musik/radio (76%) dan mengakses media sosial (73%). Secara umum, keputusan pemudik dalam memilih tempat berhenti sangat didominasi oleh faktor ketersediaan fasilitas dasar dan aspek kebersihan. Toilet yang memadai menjadi pertimbangan paling utama (74%), diikuti oleh keberadaan musala (72%) dan kebersihan fasilitas (65%).Data itu sejalan dengan temuan Jakpat dimana mayoritas pemudik memanfaatkan rest area untuk memenuhi kebutuhan dasar fisik dan kendaraan mereka selama perjalanan. Fasilitas sanitasi dan ibadah menjadi yang paling banyak dikunjungi, dengan toilet umum menempati posisi teratas (81%), disusul musala (76%). Fasilitas lain yang juga banyak dikunjungi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan tempat makan (restoran, kafe, dll.) dengan persentase masing-masing 69%. "Mayoritas pemudik saat ini menempuh perjalanan berjam-jam bersama keluarga menggunakan kendaraan pribadi. Karena perjalanan berlangsung cukup panjang, titik singgah memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung kenyamanan selama perjalanan. Hal ini tercermin dari tingginya ekspektasi pemudik terhadap fasilitas yang mampu memenuhi kebutuhan esensial, baik secara fisik maupun spiritual, seperti toilet yang bersih, area istirahat yang nyaman, serta tempat ibadah yang memadai," ucap Lead ResearcherJakpat, Farida Hasna.

2026-07-22 07:11:00

NEWS

 

Kemenkop Cetak 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Jenius: Latih Soft Skills Berbasis AI Melalui TalentDNA!

ESQNews.id, CIMAHI — Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai langkah megah dalam menata ulang urat nadi ekonomi kerakyatan Indonesia. Melalui Program Prioritas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) kini digembleng untuk menjadi manajer koperasi yang profesional, akuntabel, dan adaptif.Acara Pembukaan Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Manajer KDKMP ini dipusatkan di Gedung Sudirman, Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Langkah ini menjadi krusial demi memperkuat kepercayaan publik bahwa pengelolaan ekosistem ekonomi baru di tingkat desa dilaksanakan secara komprehensif, berbasis fondasi manajerial yang kokoh dan berkelanjutan.Namun, ada satu hal yang membedakan pelatihan ini dengan program birokrasi pada umumnya. Pemerintah secara khusus menggandeng Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, untuk melakukan profiling talenta secara akurat menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yaitu TalentDNA.Inovasi AI TalentDNA: Memastikan 'The Right Man on the Right Place'Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa para calon manajer tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis seperti manajemen keuangan dan tata kelola koperasi.Kemenkop menaruh perhatian besar pada aspek soft skills termasuk kemampuan komunikasi dan interaksi sosial yang kuat guna menghadapi masyarakat, kepala desa, serta pengurus koperasi di lapangan."Hari ini kami dibantu oleh Pak Ary Ginanjar yang menyajikan pengetahuan tentang pentingnya penggunaan TalentDNA. Melalui metode ini, para peserta diprofiling secara tepat sehingga mereka tahu kemampuan personal mereka, apa kelemahan yang harus ditutupi, dan kekuatan apa yang harus ditingkatkan," ujar Menkop Ferry Juliantono di Pusdik Armed Cimahi.Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjabarkan bahwa potret nasional peserta SPPI menunjukkan mayoritas memiliki talenta berorientasi hasil, disiplin, adaptif, dan mampu mengembangkan bisnis. Namun, ia menyebut TalentDNA berperan penting mendeteksi area komunikasi yang perlu diperkuat selama 13 hari pelatihan intensif (17-31 Juli 2026)."TalentDNA ini menjadi barometer the right man on the right place. Kami berharap 29 ribu peserta lainnya di seluruh Indonesia segera mengisi TalentDNA mereka agar kita bisa mendapat feedback yang tepat guna mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045," tutur Destry.Kolaborasi Fisik, Mental, dan Manajemen TalentaAry Ginanjar Agustian memaparkan bahwa para manajer KDKMP ini pada dasarnya adalah individu-individu cerdas dan jenius. Kolaborasi program ini terbilang istimewa karena menggabungkan tiga pilar utama keberhasilan: mental state dari TNI, misi besar Kemenkop, dan manajemen talenta berbasis AI."Pattern atau pola setiap orang itu berbeda. Melalui TalentDNA, kejeniusan mereka diangkat. Ketika mental state yang diajarkan TNI dikombinasikan dengan misi besar Pak Menteri dan pemetaan talenta yang pas, maka akan lahir fondasi masyarakat ekonomi desa yang sangat kuat," kata Ary Ginanjar.ESQ menghadirkan TalentDNA, sebuah teknologi pemetaan talenta (talent mapping) berbasis data akurat yang dirancang untuk mengidentifikasi karakteristik unik seseorang melalui 45 talenta spesifik.Seluruh talenta tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga dimensi utama penggerak manusia, yaitu: Drive (motivasi internal), Network (pola interaksi sosial), dan Action (eksekusi kerja).Melalui pendekatan ilmiah berbasis data ini, TalentDNA membantu pengguna memahami bukan hanya aspek apa yang mereka lakukan, melainkan mengupas tuntas alasan mendasar (the "why") di balik cara mereka berpikir, mengambil keputusan, serta merespons situasi."Peta diri" digital ini memandu individu mengenali area kekuatan optimal (strength), mendeteksi tantangan pribadi yang tersembunyi (blind spot), dan merumuskan cetak biru (blueprint) pengembangan karier, akademik, maupun hubungan interpersonal secara presisi dan percaya diri.Disisi lain, Ary Ginanjar Agustian menegaskan pentingnya manajemen talenta terhadap 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP. Pengelolaan potensi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan."Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan," ucapnya.AI Coaching: Konseling Interaktif Bersama Mr. Zero AIFitur AI Coaching TalentDNA, kehadiran inovasi ini didukung oleh Mr. Zero AI, sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang bertindak sebagai mentor dan pendamping personal.Melalui fitur chat interaktif tanpa batas (chatting sepuasnya), pengguna dapat menggali insight mendalam mengenai profil bakat mereka secara instan, fleksibel, dan sangat personal langsung dari genggaman tangan.Perpaduan harmonis antara Kecerdasan Manusia (Human Intelligence) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ini membuka akses luas bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman konseling berkualitas kapan saja dan di mana saja.Teknologi ini hadir bukan untuk menggeser peran esensial manusia, melainkan sebagai enabler pintar agar setiap individu dapat melampaui batasan geografis dan ekonomi dalam mengenali potensi diri, mengambil keputusan strategis, serta bertumbuh secara berkelanjutan.Terkait TalentDNA, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengapresiasi keunggulannya. Ia optimistis penggunaan teknologi TalentDNA dapat membantu para manajer mengoptimalkan potensi keunggulannya dan meminimalkan kelemahan profesinya demi kesejahteraan masyarakat desa.Testimoni Nyata Lapangan: Dari AI Mengenal Diri hingga Siap Hadapi RisikoImplementasi teknologi TalentDNA dan materi kepemimpinan ini langsung menuai respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta serta jajaran pelatih di Pusdik Armed Cimahi.Mega Yucha Barisala (Peserta SPPI): "Adanya TalentDNA ini membuat kami semakin waspada sehingga kami mampu menghadapi risiko-risiko yang akan datang. Kita jadi lebih memahami kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri, lalu bisa melihat juga kekurangan dan kelebihan orang lain. Sehingga posisi tempat kerja kita nanti pas dan tepat, tidak salah. Walaupun semua orang berpotensi, tapi kalau ditempatkan di tempat yang tidak tepat, itu akan menjadi kekeliruan."Siswi SPPI Asal Mojokerto, Jawa Timur: "Saya sangat senang karena sudah diberikan motivasi oleh Pak Ary tentang bagaimana cara jadi pemimpin yang baik, bijaksana, adil, dan mengetahui karakter para anggotanya. Selain itu, melalui TalentDNA, kita benar-benar belajar cara mengembangkan potensi dari dalam diri kita secara maksimal."Brigjen TNI Saripudin (Pusdik Armed): "Alhamdulillah, dengan adanya motivasi dan pemaparan TalentDNAyang disampaikan oleh Bapak Ary Ginanjar tadi, para peserta bisa membangun percaya diri, mengetahui kelemahan, dan bisa segera mengembangkan diri. Untuk teman-teman rekan SPPI, kalian pasti bisa. Jaya!"Kolonel Ahmad Joko Tri Purnomo (Wadan Pusdik Armed): "Mengenali potensi diri itu sangat penting. Apa yang disampaikan Pak Ary memberikan arah ke depan bagi para calon manajer ini untuk bisa mengeksploitasi kemampuan mereka lagi demi menyukseskan tugas-tugas di masa mendatang."Diketahui, dalam acara ini turut mengundang sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Sesmenko Pangan Dr. Ir. Kasan, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi Brigjen TNI Robertson Ismail, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono, Sekda Kota Cimahi Dr. Maria Fitriana, serta Kadis Koperasi dan UKM Jawa Barat Dr. Yuke Mauliani Septina.

2026-07-17 22:36:00

NEWS

 

Resmi Dilantik, HIPMI PT UAG University & ESQ Business School Siap Jadi Motor Penggerak Entrepreneur Muda di Kancah Global

ESQNews.id, JAKARTA – Membangun fondasi ekonomi bangsa yang kokoh tidak hanya lahir dari teori di ruang kelas, melainkan dari keberanian untuk memulai dan melangkah di dunia nyata. Semangat inilah yang digaungkan dalam gelaran SPARKBIZ Festival 2026 garapan mahasiswa ESQ Business School dan UAG University (Universitas Ary Ginanjar). Berlangsung sukses pada Senin, 6 Juli 2026, di Function Hall Cordoba, Menara 165, Jakarta, festival bisnis satu hari penuh ini menjadi panggung pembuktian inovasi, kolaborasi, dan ketangguhan para entrepreneur muda.Mengusung tema besar "Strategic Talent Development: Membangun SDM Unggul untuk Daya Saing Global", rangkaian acara ini menyajikan ekosistem bisnis yang komprehensif. Mulai dari pameran karya mahasiswa melalui Business Expo, ajang pengujian ide bisnis di hadapan praktisi lewat Business Pitching, pelantikan organisasi, hingga diskusi strategis dalam Inspirative Talkshow.Panggung Inovasi dan Uji Mental MahasiswaPada sesi Business Expo, atmosfer kewirausahaan terasa begitu kental dengan hadirnya puluhan produk inovatif karya mahasiswa, di antaranya Confi Step, Frupy, Pavana, Mizumi, Qurmave, Salad Konglo, Ragh Jamu, Family Matters, Golden Egg, hingga Mont Blanc by ESQI. Tidak sekadar memamerkan produk, ide-ide bisnis ini diuji secara langsung dalam sesi Business Pitching di hadapan para panelis ahli nasional.Nirwana, CEO Hadeea Dari Hati sekaligus Ketua TDA Perempuan Surabaya 9.0 yang bertindak sebagai panelis, menyampaikan apresiasi mendalam atas keberanian para mahasiswa. Namun, ia juga memberikan catatan fundamental bagi para pelaku bisnis tahap awal (early stage)."Ada tiga pilar utama yang harus konsisten diasah: riset, manajemen keuangan, dan strategi marketing. Sebagai pebisnis muda, jangan terlalu lama terjebak di fase riset atau inovasi. Hal paling penting adalah bagaimana produk segera diterima pasar dan menghasilkan omset Rp100 juta pertama agar bisnis dapat sustain (berkelanjutan)," ujar Nirwana.Apresiasi senada diutarakan oleh Cut Hafitatul Aini, Brand Owner Hafita Modest Fashion, yang menilai kreativitas mahasiswa di usia muda sangat luar biasa. Menurutnya, mentalitas yang tangguh menjadi kunci utama. "Generasi muda inilah yang akan menentukan arah Indonesia Emas 2045. Jika gagal dengan satu ide, jangan berhenti. Teruslah bangkit dan coba ide yang lain," tegasnya.Sinergi Ekosistem Kewirausahaan dan Pelantikan HIPMI PT Universitas Ary GinanjarMomen krusial lainnya dalam festival ini adalah prosesi pelantikan pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) UAG University & ESQ Business School. Langkah strategis ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya budaya wirausaha baru di lingkungan kampus.Wakil Rektor I UAG University, Andi, mengungkapkan bahwa kurikulum kampus telah membekali mahasiswa dengan mata kuliah karakter selama delapan semester berturut-turut. "Adanya HIPMI PT dan jaringan luas dari HIPMI Jaya menjadi wadah implementasi nyata dari visi kami, yaitu mencetak bukan hanya profesional, tetapi juga entrepreneur berintegritas yang memberi dampak bagi masyarakat," tuturnya.Sekretaris Umum BPD HIPMI Jaya, Rangga Derena Niode, menekankan pentingnya Spiritual Quotient (SQ) dalam menavigasi dinamika dunia usaha."Menjadi pengusaha adalah soal ketahanan mental. Saat menghadapi masalah terberat dan tidak bisa mengandalkan siapapun, SQ yang didapatkan di kampus inilah yang menjadi penopang utama. Manfaatkan wadah HIPMI ini untuk membangun network dan belajar langsung dari mentor yang tepat," kata Rangga, didampingi oleh Hendra Desdino (Ketua Umum Bakorda HIPMI PT Jaya) yang turut mengawal pelantikan ini sebagai kampus kelima di bawah naungan wilayahnya.Hendra memberikan apresiasi tinggi kepada para mahasiswa Universitas Ary Ginanjar. Ia secara terbuka mengakui bahwa kurikulum dan pemahaman bisnis yang didapatkan mahasiswa di kampus tersebut jauh lebih maju dibandingkan dengan pengalamannya dahulu saat masih berkuliah."Universitas Ary Ginanjar ini malah lebih depan daripada saya. Mahasiswa di sini sudah mendapatkan bekal ilmu bisnis langsung dari bangku kuliah. Secara teoritis, ilmu kalian tentu jauh lebih unggul dari saya dulu," ungkapnya penuh apresiasi.Namun, ia mengingatkan bahwa teori di kelas barulah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana mahasiswa mampu mengimplementasikan ilmu tersebut ke dalam dunia nyata. Ia mendorong para mahasiswa untuk tidak berhenti pada ide semata, melainkan berani mengeksekusinya menjadi produk konkret, serta mengeskalasi bisnis yang sudah berjalan.Strategi Mengembangkan SDM Unggul Berdaya Saing GlobalPada puncak acara Strategic Talent Development Talkshow, tiga pemimpin industri papan atas hadir membedah strategi pengembangan kompetensi untuk menjawab tantangan global.Anggawira (Komisioner PT Bumi Resources) Menyoroti pentingnya masuk ke dalam ekosistem dan organisasi yang tepat untuk memicu growth mindset. Beliau berpesan agar anak muda aktif menjemput bola, mencari mentor yang teruji, serta fokus memberikan nilai tambah (value) dalam setiap kolaborasi profesional.Lalu, Hary Kuswanto (Human Capital Business Partner PT Pertamina Patra Niaga) Memuji konsep Grand Why (tujuan mulia) yang ditanamkan ESQ Business School. Ia mengingatkan bahwa bisnis bukan sekadar mengejar profit (cuan), melainkan menghadirkan solusi atas masalah di sekitar.Kemudian Robby Saputra (VP Human Capital Development & Sustainability Injourney) Membagikan formula sukses berbasis "BIT" (Bersyukur dan Bersabar), meningkatkan kompetensi secara berkelanjutan, serta pentingnya menemukan meaning and purpose (makna dan tujuan) dalam setiap jalur karier atau bisnis yang ditekuni.Apresiasi dan Langkah ke DepanKesuksesan perhelatan akbar yang dibuka secara gratis bagi mahasiswa dan profesional ini tidak lepas dari kolaborasi solid seluruh elemen. Muhammad Jajiv Pradidi selaku Ketua Pelaksana didampingi Ali Arlanda Bahtera sebagai Wakil Ketua Sparkbiz Fest 2026, menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada para sponsor utama, di antaranya PT Gas Alam Solusi, PT Lentera Media Warna.Serta pendukung lainnya seperti PT Gastera Prima Energi, PT Avnna Sejahtera, Fikar Group, Klinik Tri Pilar Emraza, RA'S Coffee & Eatery, PT Grha 165 Tbk, Toko Besi Ananda, Dapoer Kay, dan seluruh unit bisnis mahasiswa.Bagi publik dan pelaku industri yang ingin terus mengikuti perkembangan inovasi serta kemitraan strategis berikutnya yang dijadwalkan kembali digelar pada Januari tahun depan, informasi resmi dapat diakses melalui akun Instagram resmi @pasarlokalmuda.

2026-07-09 10:11:00

NASIONAL

 

Hasanuddin Global Student Conference (HGSC) 2026 Gelar Workshop Bertema Keadilan Iklim dan Penulisan Karya Ilmiah

ESQNews.id, Makassar – Hasanuddin Global Student Conference (HGSC) 2026 sukses menyelenggarakan workshop bertajuk “Transforming Environmental Agendas: A Socio-Political Approach to Global Climate Justice” secara daring melalui Zoom Meeting pada Senin, 6 Juli 2026, pukul 09.00–12.30 WITA. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian menuju penyelenggaraan HGSC 2026 yang bertujuan membekali peserta dengan wawasan akademik dan keterampilan yang relevan dalam menghadapi konferensi ilmiah.Workshop menghadirkan dua narasumber dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Hasanuddin. Pusparida Syahdan, S.Sos., M.S., Dosen Departemen Hubungan Internasional, membawakan materi “Climate Justice in a Socio-Political Perspective” yang mengulas keterkaitan kebijakan lingkungan dengan dinamika sosial-politik global. Selanjutnya, Andi Batara Al Isra, S.Sos., M.Si., Dosen Departemen Antropologi, menyampaikan materi “Paper Writing Systematics” yang membahas sistematika dan teknik penulisan karya ilmiah. Kegiatan dipandu oleh Diva Abadian Sekar selaku moderator.Workshop ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah dan berlangsung interaktif melalui sesi pemaparan materi serta diskusi tanya jawab. Seluruh peserta yang mengikuti workshop hingga selesai memperoleh e-certificate, tambahan wawasan seputar keadilan iklim dan penulisan karya ilmiah, serta kesempatan memperluas jejaring dengan sesama peserta dan narasumber.Melalui kegiatan ini, HGSC 2026 berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, inovatif, dan siap berkontribusi menjawab tantangan global melalui penelitian, kolaborasi, dan pertukaran gagasan di tingkat internasional. Sebagai konferensi mahasiswa berskalainternasional, HGSC 2026 berkomitmen menjadi wadah pengembangan kapasitas akademik serta memperluas jejaring kolaborasi bagi mahasiswa dan pemuda dari berbagai latar belakang.

2026-07-07 10:27:00

OPINI

 

Survei Jakpat: Pengeluaran Ramadan 2026 Melonjak Lewati Ekspektasi

ESQNews.id, JAKARTA - Setiap tahun, Ramadan membawa perpaduan istimewa antara refleksi spiritual, koneksi komunitas, dan perubahan dalam ritme kehidupan sehari-hari kita. Namun, di luar puasa dan ibadah, Ramadan juga memicu gelombang besar aktivitas sosial dan ekonomi yang menyeimbangkan tradisi, anggaran perayaan, dan persiapan liburan.Jakpat melakukan survei pra dan pasca Ramadan 2026 untuk membandingkan ekspektasi dengan realitas terkait anggaran, belanja, bingkisan (hampers), persiapan sahur dan buka puasa, acara buka puasa, dan kegiatan mudik di bulan suci. Laporan ini melibatkan total 5.975 responden Muslim dan non-Muslim.Pengeluaran aktual untuk bulan Ramadan 2026 secara konsisten melebihi ekspektasi awal konsumen di semua kategori. Kebutuhan pangan di bulan Ramadan serta penunaian zakat dan sedekah menjadi prioritas utama dengan angka realitas tertinggi yang sama-sama mencapai 79%. Selain itu, lonjakan cukup signifikan dari ekspektasi ke realitas terlihat pada sektor belanja kebutuhan Ramadan-Idulfitri (dari 57% menjadi 64%) serta pengeluaran untuk rekreasi atau liburan bersama keluarga (dari 23% menjadi 31%).Gaji tetap menjadi sumber pendanaan utama, menopang anggaran bagi sekitar dua pertiga responden, baik dalam ekspektasi maupun kenyataan. Belanja RamadanSecara umum, realisasi belanja masyarakat untuk kebutuhan Ramadan dan Idulfitri menunjukkan pergeseran prioritas jika dibandingkan dengan ekspektasi awal mereka.Pakaian tetap menjadi komoditas yang paling mendominasi daftar belanja dengan angka realitas mencapai 90%, disusul oleh aksesoris pakaian (61%) dan perlengkapan ibadah (59%). "Pola belanja Ramadan tahun ini cenderung dinamis, di mana dominasi pakaian serta lonjakan pada aksesori merefleksikan pentingnya momen Idulfitri bagi masyarakat untuk tampil maksimal,” tutur Lead ResearcherJakpat, Farida Hasna.    Belanja online menjadi metode pilihan untuk sebagian besar kategori belanja Ramadan. Produk kecantikan mendominasi ruang digital, terutama untuk makeup/skincare dengan persentase tertinggi yakni 88%. Sebaliknya, konsumen memilih belanja langsung (offline) untuk barang-barang mahal, terutama furnitur rumah (78%). Jadwal belanja sangat bervariasi antar saluran. Pembeli online cenderung membeli di pekan kedua Ramadan (31%), sedangkan belanja di toko fisik cenderung terkonsentrasi pada pekan ketiga Ramadan (32%).  Bersosialisasi di bulan RamadanAgenda buka puasa bersama tetap menjadi ruang interaksi sosial yang signifikan selama bulan Ramadan. Sebanyak 53% responden Muslim tercatat menghadiri 2 hingga 4 kali kegiatan tersebut. Adapun lingkaran sosial yang paling banyak dikunjungi dalam momen ini adalah keluarga sebesar 70%, teman dekat sebanyak 51%, serta rekan dan kerabat lainnya mencapai 40%."Bagi banyak masyarakat, Ramadan bukan hanya tentang menjalankan ibadah, tetapi juga tentang menjaga hubungan dengan orang-orang yang bermakna dalam hidup mereka. Hal ini terlihat dari tingginya partisipasi dalam kegiatan buka puasa bersama yang kemudian diikuti dengan berbagai bentuk apresiasi dan perhatian kepada keluarga, teman, maupun kelompok yang membutuhkan,” ucap Hasna.Temuan Jakpat menunjukkan bahwa sebesar 74% responden Muslim memberikan bingkisan atau hampers selama Ramadan. Mayoritas komoditas yang diberikan berupa produk pangan, yang mencakup kue kering (54%), makanan/minuman kemasan (49%), serta bahan pangan pokok atau sembako (46%).Hampers ini utamanya disalurkan kepada lingkaran terdekat seperti keluarga dan teman, serta kelompok masyarakat yang membutuhkan. Mudik/liburanSebanyak 79% responden perantau ke luar kota selama di momen Ramadan, baik mudik maupun hanya liburan. Dari total responden yang mudik, sebesar 37% memilih berangkat pada pekan keempat Ramadan. Di sisi lain, sebanyak 53% responden yang bertujuan untuk berlibur baru melakukan perjalanan setelah Idulfitri.Soal mempersiapkan makanan selama Ramadan 2026, berapa banyak yang menggunakan layanan pesan antar (online delivery) untuk mempermudah cari makan? Apa saja topik di media digital yang ramai dibicarakan selama bulan suci tahun ini? Dapatkan hasilnya dengan data mendetail dalam laporan Jakpat “Consumer Behavior of 2026Ramadan & Eid” pada tautan berikut:https://insight.jakpat.net/consumer-behavior-of-2026-ramadan-eid/

2026-06-30 10:11:00

IN PICTURES