ESQNews.id, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Melalui kolaborasi strategis dengan ESQ, Direktorat Sumber Daya Manusia Unair menggelar "Airlangga Leadership Development Program" khusus bagi para pengawas yang berlangsung pada 20–23 April 2026 di Hotel Arayanna, Trawas.
Sebanyak 30 peserta dari berbagai unit kerja mengikuti diklat ini dengan antusiasme tinggi.
Selama empat hari, suasana pegunungan Trawas menjadi saksi transformasi para pengawas yang dibekali materi-materi fundamental mulai dari Meaning of Work, Leadership, Communications, hingga instrumen mutakhir TalentDNA.
Sekretaris Direktorat Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta dan Pengembangan Organisasi Unair, Tri Suksmono Asung Raharjo, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang bagi universitas.
Menurutnya, sinergi dengan tim ESQ yang dipandu langsung oleh Trainer Lisensi dari Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Heidy, Coach Sandi, dan Coach Syaiful memberikan pengalaman belajar yang utuh, mencakup aspek kepemimpinan, emosional, hingga spiritualitas.
"Kami percaya melalui pendampingan ini, kemampuan rekan-rekan pengawas semakin paripurna. Jika sebelumnya mereka memiliki kualifikasi teknis, kini ditambah dengan kecerdasan emosional dan religiusitas," ujar Tri Suksmono.
Ia juga menekankan bahwa memimpin manusia adalah sebuah seni. "Pekerjaan teknis mungkin mudah, namun memimpin manusia memerlukan seni dan hati.
Kami berharap ilmu ini dipraktikkan agar mereka menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif," pungkasnya.
Testimoni Peserta: "Isinya Daging Semua!"
Kesan mendalam dirasakan oleh para peserta, salah satunya Adi, Kepala Bagian Kemahasiswaan Fakultas Farmasi. Baginya, pelatihan ini jauh dari kata membosankan karena dikemas melalui games dan metafora yang interaktif.
"Rugi sekali jika tidak ikut. Isinya 'daging semua'. Kita diajak mengenali diri sendiri dan mengasah kekuatan (strength), bukan sekadar memperbaiki kelemahan. Satu kata untuk pengalaman ini: Wow," ungkap Adi dengan penuh semangat.
Senada dengan Adi, Teguh Prasetyo dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) merasa terbantu dalam memahami dominasi unsur Drive dan Action dalam dirinya melalui TalentDNA. Ia kini lebih paham cara menempatkan diri sebagai pemimpin sekaligus rekan kerja yang baik.
Sisi lain kepemimpinan juga diungkapkan oleh Teresa Anggraini (Tere), Kasubag Keuangan dan SDM Fakultas Perikanan dan Kelautan.
Berdasarkan hasil TalentDNA-nya yang dominan Goal Getter dan Harmony, ia belajar cara mencapai target tanpa harus menciptakan ketegangan dalam tim.
"Saya lebih memilih masuk ke dalam diri tim sebagai teman agar mereka nyaman, barulah secara perlahan diarahkan menuju target. Saya ingin menjadi pemimpin yang bijak melalui jalan harmoni," tutur Tere.
Sementara itu, Dian Fristiawati dari Direktorat Pendidikan, menekankan pentingnya manajemen diri. Dengan profil Visionary dan Self-Confident dalam TalentDNA, ia bertekad mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan orang lain secara sukarela.
"Tujuan utamanya adalah menjadi pemimpin yang bisa menggerakkan tanpa membuat mereka merasa tunduk. Ini tentang pengaruh dan manajemen diri yang kuat," tutup Dian.
Melalui program ini, Universitas Airlangga berharap para pengawas tidak hanya mampu menyusun Individual Development Program (IDP) secara administratif, tetapi benar-benar mampu mengimplementasikannya demi kemajuan institusi dan pengembangan talenta di lingkungan unit masing-masing.

