Minggu, H / 01 Maret 2026

Realita Tak Sesuai Harapan

Selasa 20 Jan 2026 09:26 WIB

Author :Hary Kuswanto

Ilustrasi

Foto: Dokumen Pribadi

#CeritaHK


ESQNews.id, JAKARTA — Aku masuk ruang rapat dengan dada penuh ekspektasi. Angka-angka di kepalaku seharusnya indah, grafik seharusnya naik, dan timku seharusnya memahami arah yang kuinginkan. Tapi layar proyektor berkata lain. Target meleset. Progres tersendat. Ruangan mendadak dingin, meski AC tak berubah.


Sebagai atasan, aku merasa dikhianati oleh harapan yang kubangun sendiri. Amarah mengalir cepat, ingin menyalahkan, ingin menekan, ingin membuktikan siapa yang berkuasa. Wajah-wajah di depanku menunduk. Tidak ada perlawanan. Tidak ada pembelaan. Hanya diam yang membuatku semakin panas. Tegang. Jengkel. Marah.


Aku berbicara keras. Nada suaraku naik. Kata-kata tegas berubah tajam. Di tengah kalimat, aku melihat mata seorang anggota tim berkaca-kaca. Dadaku tercekat. Untuk sesaat, aku berhenti. Diam. Dalam jeda itu, aku mendengar suara yang jarang kudengar, suaraku sendiri yang lelah.


Aku sadar, realita memang tak sesuai harapan, tapi harapanku juga tak selalu adil. Aku menuntut hasil tanpa cukup mendengar proses. Aku ingin cepat tanpa memastikan arah. Aku mengukur kinerja, tapi lupa mengukur beban. Hari itu, konflik terasa kontroversial bagi banyak orang. Ada yang menganggap aku terlalu keras, ada yang berharap aku lebih tegas lagi. Namun aku memilih satu hal yang sulit, mengakui bagianku.


Aku mengubah nada. Bertanya. Mendengar. Bukan untuk mencari alasan, tapi untuk memahami. Timku tetap di sana. Tidak ada yang resign. Tidak ada drama. Hanya kejujuran yang perlahan muncul. Aku pulang dengan perasaan campur aduk, sedih karena gagal, haru karena disadarkan, dan bahagia karena diberi kesempatan bertumbuh.


Realita tak selalu mengikuti harapan, tetapi selalu membawa pelajaran jika kita mau merendahkan ego.


Mari kita belajar bersama. Saat realita tak sesuai harapan, kita berhenti sejenak, bercermin, dan memilih bertumbuh. Kita bisa tegas tanpa melukai, memimpin tanpa meninggalkan kemanusiaan.


Aku percaya, di setiap ketidaksesuaian, selalu ada hikmah yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik.


“Kita tidak bisa mengubah arah angin, tetapi kita bisa menyesuaikan layar.”

— Aristoteles


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA