ESQNews.id, MATARAM - Universitas Islam Al-Azhar (Unizar), menjadi tuan rumah sekaligus salah satu pihak sponsor Training ESQ Peduli Pendidikan dari berbagai kabupaten/kota di NTB.
Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, 6–7 Mei 2026 dengan tema penguatan karakter pendidik bertajuk “Untukmu Guru”. Tema tersebut menekankan peran guru sebagai garda terdepan pembentuk masa depan bangsa.
Sekilas info, Training ESQ ini akan di tutup langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr. H. Lalu Muhamad Iqbal, M.Hub.Int.
Sekitar 220 peserta mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari guru TK, SD, SMP, SMA, SMK, SLB, Madrasah, dosen perguruan tinggi, serta tenaga pendidik dari Mataram, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa, Sumbawa Barat, hingga Bima.
Sejumlah perguruan tinggi turut hadir, antara lain Unizar Mataram, Universitas Cordova Sumbawa Barat, Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Kemudian, Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Mataram dan Universitas Muhammadiyah Mataram (Ummat).
Korwil FKA-ESQ NTB, Sunarto Suwito menegaskan, guru memegang peran sentral dalam menentukan arah masa depan bangsa. Ia menyebut profesi pendidik sebagai pekerjaan mulia yang tidak hanya berorientasi pada materi, tetapi pada dampak jangka panjang bagi generasi.
Sunarto juga menjelaskan, ESQ Corp menjalankan program ESQ Peduli Pendidikan sejak dua dekade lalu dan telah melahirkan sekitar 14.000 alumni di NTB.
“Pekerjaan bapak dan ibu adalah pekerjaan yang mulia. Masa depan bangsa ada di pundak para guru,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Islam Al-Azhar, Muh. Ansyar dalam sambutannya mengapresiasi pelaksanaan kegiatan di kampusnya.
Ia menekankan, pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dengan dunia pendidikan dasar dan menengah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM).
Ia menyebut, perguruan tinggi berperan penting untuk melanjutkan serta mengarahkan potensi peserta didik yang terbentuk sejak jenjang dasar.
“Guru di SD, SMP, dan SMA bekerja keras. Kami di perguruan tinggi hanya memoles dan mengarahkan,” ujarnya, melansir dari media massa.
Ia juga menyampaikan, Unizar bersama ESQ dan Universitas Ary Ginanjar menjalankan kerja sama dalam kegiatan ini dengan dukungan berbagai pihak. Sehingga, peserta dapat mengikuti pelatihan tanpa biaya tambahan yang memberatkan.
Di sisi lain, Ketua TP PKK NTB sekaligus Bunda Guru NTB, Sinta Agathia M. Iqbal menyoroti tantangan besar dunia pendidikan di era digital. Ia menyebut guru kini tidak hanya menghadapi proses pembelajaran, tetapi juga tekanan media sosial dan perubahan perilaku generasi muda.
“Menurut saya, kondisi tersebut membuat sebagian pendidik ragu mengambil tindakan pendidikan karena khawatir disalahpahami atau menjadi viral di media sosial,” katanya.
Ia juga menyoroti persoalan pendidikan di NTB, terutama tingginya angka putus sekolah yang berdampak pada meningkatnya pernikahan usia dini.
Ia menegaskan, guru perlu aktif mencegah kondisi tersebut melalui edukasi di sekolah dan masyarakat.
“Ini yang harus sama-sama kita cegah. Kita edukasi anak-anak kita bahwa pernikahan bukan solusi dari semua masalah. Anak-anak harus tetap sekolah,” ujarnya.
Kegiatan Training ESQ Peduli Pendidikan ini menjadi ruang penguatan karakter, motivasi, dan solidaritas antarpendidik di NTB. Para pemangku kepentingan sepakat meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan karakter, kompetensi, dan kolaborasi lintas lembaga.
Acara ini juga menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat ekosistem pendidikan di NTB, agar lebih adaptif menghadapi tantangan zaman. Sekaligus, mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing.
Sejumlah tokoh hadir dalam kegiatan tersebut. Di antaranya, Sekretaris TP PKK NTB, Rima Hendri Budi Susanti; Deputi Director Corporate ESQ Corp, Nurul Fitrianis Naini; Istri Ketua Yayasan Pesantren Luhur Al-Azhar, Dr. Sri Sustini, MM.; serta Kepala Biro Humas, Kerja Sama, dan Alumni Unizar, I Putu Septian Adi Prayuda, S.Si., M.SM.