Minggu, H / 01 Maret 2026

Menjadi Dewasa Dalam Tekanan

Sabtu 31 Jan 2026 10:01 WIB

Author :Hary Kuswanto

Ilustrasi

Foto: Dokumen Pribadi

#CeritaHK


ESQNews.id, JAKARTA — Hari itu, ruang rapat terasa lebih sempit dari biasanya. Aku berdiri di depan timku, menatap wajah-wajah yang lelah. Target tidak tercapai. Klien komplain. Suaraku meninggi, kata-kataku tajam. Dalam dadaku ada campuran marah, kecewa, dan takut, takut dianggap gagal sebagai pemimpin.


Aku melihat mereka diam. Tidak ada bantahan, tidak ada pembelaan. Hanya tatapan yang sulit kuterjemahkan. Justru diam itu yang menusukku paling dalam. Sepanjang sisa hari, suasana kantor terasa dingin. Tawa yang biasa terdengar menghilang. Untuk pertama kalinya, aku merasa menjadi atasan yang ditakuti, bukan dihormati.


Malamnya, aku duduk lama di dalam mobil sebelum pulang. Ada perasaan bersalah yang tak bisa kutepis. Aku bertanya pada diri sendiri, “Apa benar mereka yang salah, atau aku yang gagal mengelola emosi?” Tekanan memang nyata, tetapi caraku meresponsnya adalah pilihan. Dan hari itu, aku memilih cara yang melukai.


Keesokan paginya, aku memulai rapat dengan nada berbeda. Aku mengakui emosiku yang meledak. Tidak ada yang menyalahkan. Mereka tetap bekerja seperti biasa, profesional, penuh tanggung jawab. Justru sikap dewasa mereka membuatku merasa kecil. Dari merekalah aku belajar bahwa kedewasaan bukan diukur dari jabatan, tetapi dari kemampuan menahan ego saat keadaan menekan.


Hari itu aku paham, tekanan bukan musuh. Ia adalah cermin yang memperlihatkan siapa diri kita sebenarnya. Jika aku ingin timku bertumbuh, aku harus lebih dulu bertumbuh. Jika aku ingin dihargai, aku harus belajar menghargai.


Tekanan tidak membentuk kita menjadi keras, tetapi mengundang kita menjadi lebih sadar, lebih rendah hati, dan lebih bijaksana dalam bersikap.


Mari kita belajar mengelola emosi sebelum mengelola orang lain. Karena kepemimpinan sejati lahir dari hati yang tenang, bukan suara yang paling keras.


“Siapa yang menguasai orang lain itu kuat, tetapi siapa yang menguasai dirinya sendiri itu lebih perkasa.”

— Lao Tzu


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA