ESQNews.id, JAKARTA – Lebih dari 1.000 berkumpul di acara
live akun Facebook Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Group) pada Minggu
(2/5/2021). Mereka hadir dari seluruh wilayah Indonesia bahkan mancanegara. Meskipun
sudah malam, insan manusia sigap mendapatkan rejeki ilmu dari gurundanya.
Tokoh pembangunan karakter itu mengutarakan maksud dan
tujuannya saat menyiarkan acara langsung di sosial media, yang sudah mendapat
respon 5,5 ribu like dan 1.187 kali dibagikan.
Sebelumnya, ia telah menghimbau kita semua tentang cara
menggapai malam lailatul qadar.
“Kita harus paham dulu hakikat dari puasa. Supaya kita bisa
tau teknik untuk dapatkan lailatul qadar. Lail itu secara fisik malam, jadi
kita terbang dulu ke angkasa dengan kecepatan cahaya 3500 km per detik, maka
Anda akan ketemu lail. Karena di luar sana ada kegelapan abadi yaitu lail,”
jelasnya dengan lembut dan senyuman manis.
“Berarti secara fisik Anda sudah berada di dimensi lail, karena
alam itu selalu lail atau gelap.”

<more>
Netizen terus berkomentar positif dan meng-aminkan segala
ucapan baik atau positif yang keluar dari mulut sang penulis buku ESQ Pwer itu,
diiringi dengan emot-emot bahagia, sedih, terharu, dan lainnya.
“Itulah puasa di bulan suci ramadhan. Kita perlu tau di
dalam jiwa manusia ada 2 unsur tarik menarik. Unsur pertama ia naik ke atas dan
unsur yang kedua dia menarik ke bawah. Yang atas narik ke lail, yang bawah narik
ke bumi. Antara malam dimensi ukhrowi dan duniawi,” sambungnya.
Ia mengibaratkan jika naik ke atas maka kita akan semakin dekat dengan lail, semakin dekat dengan Allah. Sedangkan ketika tertarik ke bawah maka kita menuju ke dimensi nafsu.

“Nah ketika Anda puasa, sedekah, sholat tarawih, dzikir,
tidak marah, tidak makan minum. Maka energi tarikan ke bawah di lemahkan, kita
pun otomatis tertarik ke atas. Pada saat itu ketika Anda lakukan sudah 20 hari,
Anda sudah mencapai sebuah elevasi ketinggian tertentu.
Pada saat itulah malam atau puasa ke 21 Anda sudah masuk ke dimensi seperti memasuki dimensi langit pertama atau lail pertama. Di situ Anda merasakan cahaya keindahan, kedamaian. Jika diteruskan ke lail berikutnya dan berikutnya insyaAllah lailatul qadar Anda akan dapatkan,” tutup Ary sambil bercucuran air mata.
Selengkapnya di sini