Senin, H / 13 April 2026

Transformasi Angin Majalengka yang Mulai Bersalin Rupa di Bawah Bayang-Bayang Kemajuan Zaman

Jumat 13 Mar 2026 13:05 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Infomjlk

ESQNews.id, MAJALENGKA - Dulu, angin di Majalengka adalah nafas kehidupan. Ia bertiup dari lereng Ciremai, membawa aroma tanah basah dan kesegaran dari hamparan hijau yang membentang luas.


Majalengka bukan sekadar nama, ia adalah harmoni antara udara yang bergerak bebas dan lahan yang memanjakan mata.


Namun hari ini, identitas itu menemui bentang akibat pergeseran zaman. Angin yang sama, yang dulu menjadi penyejuk alami, kini mengemban beban yang berbeda.


Ia tak lagi hanya membawa kesejukan, tapi juga partikel-partikel tak kasat mata dari aktivitas industri yang mulai memenuhi langit, serta residu karbon dari mobilitas yang tak pernah reda.


Hamparan hijau perlahan bersalin rupa menjadi barisan atap industri, mengubah sirkulasi udara yang dulu asri menjadi lebih berat dan berdebu.


Kita sedang menyaksikan sebuah perubahan lanskap yang cukup absolut. Angin Majalengka kini menjadi saksi bisu bagaimana kemajuan menuntut ruang, sementara udara bersih perlahan menjadi barang mewah yang barangkali kian menjauh.


Persoalannya bukan lagi mengenai siapa yang salah. Melainkan apakah kita tetap bisa bernafas di tanah yang identitasnya mulai tertutup kabut sisa-sisa dari aktivitas produksi dan mobilitas tanpa henti? (infomjlk)


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA