Senin, H / 04 Mei 2026

Ilmu Coaching untuk Para Executive Pegadaian, Sahat P. Pangaribuan: Inner drive Perlu Dibangun dalam Pegadaian

Jumat 12 Aug 2022 11:37 WIB

Reporter :EDQP

Potret Saat Acara Berlangsung

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Kepala Transformation Office PT Pegadaian Sahat P. Pangaribuan hadir dalam kegiatan Crystallizing AKHLAK Ability, Executive Coaching for Change Coordinator PT Pegadaian di Hotel Discovery Ancol, Jakarta pada Kamis 11 Agustus 2022. Ia menggiring puluhan BoD atau petinggi di Pegadaian untuk turut serta mempelajari ilmu coaching.

Dalam kesempatannya, Sahat memberikan sambutan di awal sesi sembari mengatakan, “Saya kira ini momen luar biasa dengan membahas budaya kerja  AKHLAK dan meaning and purpose. Terima kasih coach Arief yang akan memfasilitasi kegiatan ini, serta ibu Sriyani yang menyelenggarakan acara ini.”

Ia mengakui bahwa AKHLAK dari Menteri BUMN ini sangat penting, terlihat dari kondisi BUMN dari ada yang besar hingga yang kecil. Dari segi performa ada yang bagus ada juga yang kurang. Sehingga salah satu yang menjadi akar permasalahannya adalah dari risk management dan values. Maka dibuatlah AKHLAK sebagai core values yang sama.

“Inner drive serta meaning purpose juga perlu dibangun dalam Pegadaian, baik dari segi perusahaan dan segi kehidupan diri. Dengan makna kehidupan inilah kita bisa melihat bagaimana cara kita hidup, bagaimana cara memandang dunia, ini semua akan terkoneksi dengan umur dan aspek sosial kita,” himbau Kepala Transformation Office.

<more>

“Kita harus nyaman di zona tidak nyaman. Sehingga kita harus meningkatkan agile kita dalam menghadapi segala tantangan, selain itu belief system juga mampu mempengaruhi kita. Maka hal ini perlu di gali, sehingga apapun yang kita kerjakan dan lakukan akan selalu ada power atau ‘baterai’ untuk melakukan, itulah pentingnya meaning. Kita juga harus tahu reason for meaning Pegadaian itu apa sehingga kita lebih mampu mencintai Pegadaian,” sambungnya.

Menurut Pria berbaju seragam Pegadaian itu mengatakan bahwa Coaching itu fundamental, petinggi di Pegadaian merupakan pemimpin yang menjadi role model untuk tim. Dengan melakukan coaching, diharapkan para BoD ini menjadi teladan bagi teman-teman yang akan di coaching.

“Selain role model, coaching juga bisa menjadi sistem. Saat ini juga ada permasalahan generation gap melalui peran coaching, karena millennials ini biasanya memiliki meaning tersendiri maka ini perlu dijembatani sehingga nilai-nilai Pegadaian juga tetap di internalisasikan.

"Maka, find the meaning. Saya harap ini menjadi acara yang akan mengubah bapak ibu sebagai change coordinator dan membawa bekal untuk dibawa ke tempat masing-masing. Selamat menjalankan acara ini dan membawakan manfaat bagi kita semua," harapnya.



Selain itu, Kepala Divisi Budaya Kerja, Sriyani yang turut hadir dalam kesempatan kali ini mengatakan bahwa Coaching dapat memunculkan potensi anak buah tanpa adanya sistem paksaan. Hal itu akan muncul dari inner drive setiap insan Pegadaian, mengenai ide-ide kreatif dimana akan dibawakan oleh tim ACT Consulting. 

"Ibarat sebuah mosaik, pimpinan harus mampu mengkombinasikan potensi setiap anggota. Terima kasih acara ini difasilitasi oleh ACT Consulting, maka kita harus pandai-pandai dalam meng-absorb ilmu-ilmunya nanti yang disampaikan. Ini bertujuan untuk penerapan core values AKHLAK," katanya.



Kemudian para petinggi Pegadaian itu dipandu dan dibimbing langsung oleh trainer lisensi dari Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Arief Rahman dan Coach Andry Fallash.

"Objektif dari pelatihan ini ada 3 yaitu bagaimana internalisasi AKHLAK dengan ilmu coaching, bagaimana menumbuhkan meaning and purpose atau menggali sesuatu dari dalam diri kita. Sehingga menimbulkan semangat yang luar biasa. Objektif yang ketiga adalah bagaimana mengubah meaning and purpose menjadi performance untuk mencapai kinerja yang luar biasa," jelas Arief.

Metode Coaching adalah sebuah teknik bertanya dan mendengarkan seseorang tanpa ada unsur menasehatinya. Tujuannya adalah untuk menggali potensi yang ada pada dirinya, perencanaan strategi, bahkan mempunyai perencanaan untuk menyelesaikan permasalahannya tanpa diberikan saran atau masukan dari orang lain.



Direktur Academy ESQ 3.0 Coaching itu menjelaskan bahwa dalam Coaching yang perlu dilatih pertama kali adalah cara kita mendengarkan lawan bicara. Karena menurutnya, cara kita mendengar itu bisa menentukan cara kita bertanya. Sedangkan cara kita bertanya akan menentukan respon yang kita terima.

"Caranya sangat sederhana, dengarkan keyword yang diucapkan oleh lawan bicara kita. Jika gagal paham, barapa banyak inovasi yang akhirnya tidak keluar? Berapa banyak ide ide dari milenial yang akhirnya tidak bisa kita manfaatkan. Opportunity yang akhirnya lose. Artinya kalau kita ingin memperbaiki respon seseorang maka yang harus kita perbaiki adalah cara kita bertanya. Jika kita ingin memperbaiki tentang cara kita bertanya, maka yang harus sering kita lakukan adalah memperbaiki cara kita mendengar," paparnya dengan senyuman manis.



Setiap kali selesai memaparkan sebuah materi, Coach Arief selalu mengajak peserta coaching untuk langsung diskusi dan praktik. Tujuannya adalah agar lebih paham dan bisa segera diimplementasikan dalam organisasinya.

Banyak sekali respon positif dari leaders Pegadaian tersebut setelah mengikuti pelatihan Coaching selama 2 hari penuh. Mereka mengaku mendapat impact yang luar biasa dan perubahan perubahan yang dirasakan setelah mengetahui ilmu coaching.

Ihsan (Deputi Operasional dari Palembang) memaparkan, "Sangat luar biasa, banyak inputan inputan buat kami sebagai change coordinator. Untuk bisa meningkatkan sumber daya yang kita miliki. Dan ini sangat penting untuk change coordinator dan leaders di seluruh unit kerja per wilayah. Cabang maupun di kantor pusat. Dan ini memang merupakan sarana kita untuk meningkatkan kompetensi apalagi sebagai asesor jangan sampai belum punya ilmu coaching. Karena banyak sekali inovasi inovasi dari tim kita yang harus kita apresiasi dan harus kita gali dengan cara coaching."



Bambang (Deputi Area Senen), "Dalam kesempatan ini, saya mendapatkan banyak ilmu yang luar biasa dari coach Arief. Di sini saya banyak merasakan bahwa selama ini banyak kesalahan yang telah saya lakukan terhadap anak buah saya. Karena selama ini kita diajarkan tentang coaching tapi ternyata itu adalah mentoring. Kita selalu mendirect temen temen untuk melakukan suatu pekerjaan tanpa pernah menyadari bahwa potensi mereka belum kita garap sepenuhnya. Sehingga dengan pelatihan hari ini insyaAllah itu sangat bermanfaat untuk saya dan bisa saya coba lakukan untuk lebih mendalami kompetensi temen temen."



"Luar biasa materi yang saya dapat. Dimana selama ini saya tidak tahu gambarannya. Saya pikir coaching itu seperti biasa yang saya dapatkan tetapi ini sangat luar biasa dan materinya sangat komplek yaitu dari memahami bagaimana melakukan coaching yang baik terus kemudian mendapatkan feedback hingga membantu seorang coachee itu menyampaikan ide idenya. Kemudian dia mencapai kinerja yang terbaik. Semuanya diajarkan di sini," ungkap Dwi selaku Deputi Operasional Kanwil Bandung.



Wanita berkerudung kuning itu melanjutkan, "Dan terus terang setelah pulang dari sini saya akan benar benar menerapkan ini dengan penuh antusias pada temen temen saya. Dan saya sangat terinspirasi sekali dengan coach Arief bagaimana cara mendrive temen temen kita yang tadinya tidak memiliki semangat kemudian juga tidak tahu arahnya mau kemana dengan bekal materi ini insyaAllah akan saya terapkan. Sehingga saya ingin memotivasi temen temen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada sub temen temen bisnis di area sehingga kanwil Bandung semakin memberikan kinerja yang baik."

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA