Minggu, H / 01 Maret 2026

Berani Mengambil Risiko

Senin 26 Jan 2026 09:45 WIB

Author :Hary Kuswanto

Ilustrasi

Foto: Dokumen Pribadi

#CeritaHK


ESQNews.id, JAKARTA — Aku masih ingat rapat itu. Ruangan terasa sesak, bukan karena pendingin rusak, tapi karena kata-kataku sendiri. Aku berdiri sebagai atasan, memutuskan arah yang tidak populer, target baru, cara kerja baru, risiko yang lebih besar. Wajah timku tenang, terlalu tenang. Tidak ada perlawanan. Tidak ada bantahan. Dan justru di situlah dadaku terasa nyeri.


Aku tahu, di balik diam mereka ada lelah, ada kecewa, ada harapan yang sedang diuji. Aku marah pada keadaan, jengkel pada tekanan dari atas, dan tanpa sadar, emosiku menetes ke mereka. Malam itu, saat semua pulang, aku tinggal sendiri di ruangan. Sunyi. Tegang. Lalu sedih. Aku bertanya pada diriku sendiri, “Apakah aku sedang memimpin, atau hanya sedang mempertahankan egoku?”


Hari-hari berikutnya tidak mudah. Beberapa hasil tidak langsung terlihat. Ada bisik-bisik. Ada tatapan ragu. Namun aku memilih bertahan. Aku belajar diam sebelum bicara, mendengar sebelum menilai. Dalam doa-doa pendekku, aku sadar: risiko bukan hanya soal keputusan bisnis, tapi juga keberanian menanggung konsekuensi batin.


Perlahan, aku melihat perubahan kecil. Timku tetap bekerja, tetap hadir. Tidak ada yang melawan. Tidak ada yang pergi. Dan aku tersentuh. Ternyata kepercayaan tidak selalu datang dari keputusan yang benar, tapi dari pemimpin yang mau belajar dan merendahkan hati.


Aku pun mengakui kesalahanku, bukan untuk melemahkan wibawa, tetapi untuk menguatkan makna. Di situlah aku paham, setiap konflik adalah cermin. Bukan untuk menyalahkan keadaan, melainkan untuk memperbaiki diri. Risiko terbesar bukan gagal, tetapi berhenti bertumbuh.


Keberanian sejati adalah berani mengambil risiko sambil tetap menjaga nurani dan empati.


Mari kita berani mengambil risiko bersama, sambil terus belajar menjadi manusia yang lebih jujur, bijak, dan bertumbuh.


“Keberanian bukan ketiadaan rasa takut, melainkan keputusan bahwa sesuatu lebih penting daripada rasa takut.”

— Nelson Mandela


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA