OPINI
ESQNews.id, JAKARTA - Halo..! Mari kita lanjutkan obrolan sebelumnya. Sebelumnya kan kita bahas bahwa coaching adalah ilmu kuno. Ilmu yang sudah ada sejak lama. Ilmu yang sudah ada bahkan sebelum namanya dilabeli dengan 'coaching.' Ilmu yang banyak digunakan oleh para tokoh-tokoh yang dihormati hingga kini.Kali ini mari kita bahas dari sisi lainnya. Ini penting agar kita bisa memaknai coaching secara lebih utuh, seperti mata uang. Bedanya, kalo coaching, sisi satunya kuno, sisi satunya modern.Tahun 2003, Irene F Stein menggambarkan coaching seperti sebuah pohon. Ada akarnya, batang dan cabang-cabang.Akar: adalah disiplin ilmu yang 'membentuk' coaching. Membentuk artinya bisa menambah, memperkaya, dll. Intinya kalo kita lihat fungsi akar di sebuah pohon pada pelajaran Biologi, ia adalah pintu untuk masuknya nutrisi agar pohon menjadi besar.Batang: adalah inti dari coaching itu sendiri. Tempat berbagai gagasan, nilai, dan praktik bertemu. Kalau meminjam kata Stein, batang ini adalah sesuatu yang sering kita sebut sebagai “coaching” - meskipun definisinya kadang masih diperdebatkan. Dari batang inilah tumbuh berbagai cabang.Cabang: adalah berbagai bentuk praktik coaching yang kita kenal hari ini. Misalnya: executive coaching, life coaching, team coaching, performance coaching, transformational coaching, bahkan spiritual coaching.The Tree of Coaching ©Copyright 2005,2006 Irene F Stein - may be copied without permission as long as this attribution is includedKalau kita lihat gambar pohon coaching ini, kita jadi lebih mudah memahami kenapa coaching terlihat seperti “makhluk yang unik”. Ia tidak lahir dari satu disiplin ilmu saja, tetapi dari banyak akar yang berbeda.Di bagian akar misalnya, Stein menyebut beberapa disiplin yang memberi “nutrisi” bagi coaching. Ada pendidikan, psikoterapi, studi komunikasi, teori sistem sosial, motivasi atletik, teori perkembangan orang dewasa, gerakan self-help, gerakan holistik, serta manajemen dan kepemimpinan.Kalau dilihat dengan lebih jeli, disiplin-disiplin ini berasal dari dunia yang berbeda. Ada yang datang dari psikologi, ada dari pendidikan, ada dari dunia olahraga, bahkan ada dari dunia organisasi dan bisnis.Artinya apa?Artinya coaching modern sebenarnya adalah hasil pertemuan dari banyak ilmu.Inilah yang membuat coaching di zaman sekarang terlihat semakin kaya. Ada pendekatan yang sangat psikologis, ada yang sangat bisnis, ada yang sangat reflektif, bahkan ada yang sangat spiritual. Jadi kalo lihat tetangga cara coachingnya beda.. eit, tunggu dulu, jangan langsung memvonis itu bukan coaching. Akarnya kemana dulu.. kalo satunya akarnya management dan satunya dari dunia olah raga. Pasti beda doong.. sampe kiamat juga bakal beda.Saya dulu juga gitu, hahahaha.. suka ngata-ngatain dalam hati, "Model coaching apaan tuh?! Itu bukan coaching!" dengan gaya saya yang sok tahu.Sekarang kalo saya di assign untuk menjadi fasilitator kelas coaching, selaluuu di depan saya buka dengan.. "Bapak Ibu, hari ini saya membawakan dengan standar ICF ya.."Dan justru karena akarnya banyak, sisi positifnya, coaching menjadi fleksibel. Ia bisa digunakan dalam berbagai konteks: organisasi, pendidikan, kepemimpinan, bahkan kehidupan pribadi.Sampai di sini moga-moga pemahaman kita akan coaching menjadi lebih utuh.Jika di edisi sebelumnya kita melihat coaching sebagai ilmu kuno, karena praktik percakapan reflektif sudah ada sejak lama, di edisi ini kita melihat coaching sebagai ilmu modern, karena ia ditopang oleh banyak disiplin ilmu yang berkembang dalam beberapa abad terakhir.Jadi kalau hari ini kita ditanya: coaching itu sebenarnya ilmu kuno atau ilmu modern?Dua-duanya.Kuno dalam praktiknya. Modern dalam kerangka ilmunya.Kuno karena manusia sejak dulu sudah belajar, berubah, dan bertumbuh melalui percakapan yang menggugah kesadaran. Modern karena hari ini coaching diperkaya oleh berbagai disiplin ilmu—psikologi, pendidikan, organisasi, komunikasi, bahkan olahraga—yang memberi kerangka teori, model, dan praktik yang lebih sistematis.Dan mungkin justru di situlah keindahan coaching.Ia tidak lahir dari satu sumber, tetapi dari banyak akar yang berbeda.Dan dari akar-akar itulah tumbuh cabang-cabang praktik coaching yang kita kenal hari ini. Sampai jumpa di edisi berikutnya ya....Tetap sehat, tetap semangat!