Minggu, H / 01 Maret 2026

Tinjauan Akses Tol Cisumdawu dan Dampaknya Bagi Penumpang Bandara Kertajati

Senin 26 Jan 2026 13:51 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Infomjlk

ESQNews.id, MAJALENGKA — Jalan Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu) kini menjadi akses utama yang menghubungkan wilayah Bandung dan sekitarnya dengan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. 


Keberadaan jalan tol ini membuat perjalanan darat menjadi jauh lebih cepat. Waktu tempuh dari Bandung ke Majalengka yang dulunya memakan waktu lama, kini bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar 60 menit.


Melihat kemudahan akses ini, pemerintah pusat mengambil langkah besar pada Oktober 2023 lalu. 


Seluruh penerbangan pesawat jet komersial dialihkan dari Bandara Husein Sastranegara di Bandung ke Bandara Kertajati. 


Harapannya, dengan adanya jalan tol yang cepat, masyarakat tidak lagi merasa kejauhan untuk terbang melalui Majalengka.


Dukungan infrastruktur tol ini juga diikuti dengan tersedianya berbagai layanan transportasi umum yang masuk ke kawasan bandara. 


Merujuk pada data layanan angkutan antarmoda, saat ini akses melalui Tol Cisumdawu sudah dilayani oleh beragam operator, mulai dari Bus Damri, shuttle, hingga travel swasta. 


Berbagai pilihan kendaraan umum ini telah beroperasi secara terjadwal untuk melayani rute langsung dari Bandung menuju gerbang keberangkatan bandara.


Meski akses dan angkutan sudah tersedia, pertimbangan biaya tetap menjadi hal utama bagi masyarakat. 


Calon penumpang kini harus menghitung komponen biaya lain di luar tiket pesawat, seperti biaya bensin dan tarif tol, atau tarif angkutan travel menuju bandara. 


Bagi sebagian orang, total biaya perjalanan darat ini menjadi pertimbangan yang cukup penting dalam merencanakan perjalanan mereka.


Secara umum, Tol Cisumdawu sudah berhasil memperlancar arus lalu lintas dan pengiriman barang di wilayah Jawa Barat. 


Bagi Bandara Kertajati, tol ini adalah fasilitas pendukung yang sangat penting. Akan tetapi, data di lapangan menunjukkan bahwa jalan tol yang cepat saja belum cukup untuk membuat bandara ramai seketika. 


Masih butuh waktu dan strategi lain agar masyarakat benar-benar menjadikan Kertajati sebagai pilihan utama penerbangan mereka. [infomjlk]


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA