ESQNews.id, JAKARTA — Dalam rangka memperkuat pengembangan kompetensi pimpinan dan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sumatera Selatan secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan ACT Consulting International (ESQ). Penandatanganan berlangsung di Menara 165 Jakarta, Selasa (25/2).
Prolog: Tantangan Pengembangan ASN di Sumsel

Di tengah dinamika perubahan global, percepatan digitalisasi, serta meningkatnya ekspektasi publik terhadap kualitas layanan pemerintahan, pengembangan kompetensi ASN di lingkungan Pemprov Sumsel menjadi tantangan strategis.
ASN dituntut tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, kecerdasan emosional, dan spiritual yang kuat.
Sejalan dengan amanah Gubernur Provinsi Sumatera Selatan, BPSDM Sumsel didorong untuk menjalin kemitraan strategis dengan lembaga profesional dan kredibel, guna mempercepat peningkatan kualitas SDM aparatur yang berdaya saing, berkarakter, dan siap menjawab tantangan zaman.
MoU Strategis untuk Transformasi SDM ASN

Penandatanganan MoU ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan kedua belah pihak. Dari pihak ESQ Corps, hadir Prof. Dr. (H.C). Ary Ginanjar Agustian (President Director), Luki Alamsyah (Direktur), Liya, Nurul Fitrianis, serta Andry Fallash (Trainer & Regional Manager Sumbagsel).
Sementara dari pihak BPSDM Sumsel, hadir Prof. Dr. H.M. Edwar Juliartha, S.Sos,. MM. (Kepala BPSDM Sumsel), (Kepala BPSDM Sumsel), Aidi Purnawan, SE, M.Si. (Sekretaris BPSDM Provinsi Sumsel), serta Syaruddin, S.Pd., MAP (Kasubbag Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan).
Kerja sama ini mencakup pengembangan program pelatihan kepemimpinan, penguatan karakter ASN, peningkatan kapasitas manajerial, serta transformasi budaya kerja berbasis nilai.
Pesan Kebangsaan Ary Ginanjar: Membangun SDM dengan Tiga Kecerdasan

Dalam sesi ramah tamah, Ary Ginanjar Agustian, yang baru saja menerima anugerah Guru Besar Kehormatan di bidang Karakter Hukum dari Universitas Jayabaya, menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam pengembangan SDM Sumatera Selatan merupakan amanah dari ayahandanya, Opa Rohim Agustjik, untuk ikut berkontribusi membangun Palembang dan Sumatera Selatan.
Ia juga menegaskan makna gelar Ki Agus yang diterimanya pada tahun 2022 sebagai simbol tanggung jawab moral dalam membangun karakter bangsa.
Menurut Ary, pembangunan SDM yang unggul harus berlandaskan tiga kecerdasan utama: spiritual, emosional, dan intelektual. Ia menggambarkan ketiga kecerdasan tersebut melalui ikon Kota Palembang:
“Masjid Agung SMB Jayo Wikramo melambangkan kecerdasan spiritual, Benteng Kuto Besak (BKB) melambangkan kecerdasan emosional, dan Jembatan Ampera melambangkan kecerdasan intelektual. Ketiganya harus menyatu untuk membangun SDM Sumatera Selatan yang paripurna.”
Komitmen BPSDM Sumsel: ASN Unggul dan Berkarakter

Kepala BPSDM Sumsel Edwar Juliartha menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam mempercepat transformasi kualitas ASN Sumatera Selatan, agar tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga berintegritas, adaptif, dan memiliki kepemimpinan berkarakter.
Dengan terjalinnya kemitraan ini, diharapkan lahir ASN Sumatera Selatan yang profesional, berdaya saing tinggi, berkarakter kuat, dan mampu memberikan pelayanan publik terbaik bagi masyarakat.

