Senin, H / 13 April 2026

Mindfulness for Teenager: Ikhtiar FKA ESQ Jabar Selamatkan Mental Generasi Bangsa

Jumat 13 Mar 2026 13:45 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BANDUNG – Di tengah keprihatinan mendalam terkait tingginya angka gangguan kesehatan mental di kalangan pelajar, Korwil Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jawa Barat mengambil langkah nyata. 

Sebanyak 1.000 siswa tingkat SMP dan SMA/SMK se-Jawa Barat mengikuti Training ESQ Peduli Anak Bangsa bertema “Mindfulness for Teenager” pada 9, 11, dan 12 Maret 2026 di Pusdiklat STIKes Dharma Husada, Bandung.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan kolaboratif yang juga menghadirkan Training ESQ Peduli Pendidikan bagi 1.000 guru se-Jawa Barat secara gratis.

Program ini terlaksana berkat sinergi antara Disdik Jawa Barat, ESQ, FKA ESQ, STIKes Dharma Husada Bandung, UPZ Baznas STIKes Dharma Husada, Quran Cordoba, serta Nur Quran Indonesia.

Berbeda dengan seminar konvensional, para siswa diajak menyelami pengalaman spiritual dan emosional yang mendalam melalui experience training. Dipandu oleh Coach Rudi, trainer ESQ berlisensi dari Founder ESQ, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, para peserta dibawa dalam sebuah alur yang dikemas layaknya pertunjukan menggugah jiwa, bukan sekadar mendengar teori.

Korwil FKA ESQ Jawa Barat, Yusuf Haryasa, menegaskan bahwa langkah ini adalah respon atas kondisi darurat kesehatan mental siswa di Jawa Barat. 

Ia merujuk pada data hasil skrining CKG (berdasarkan informasi sosial media) periode Agustus-Oktober 2025 yang mencatat hampir 50 persen dari 148.239 siswa terindikasi mengalami gangguan kesehatan mental, mulai dari kecemasan (anxiety) hingga depresi.

"Di tengah kabar memprihatinkan ini, kita tidak perlu banyak berteori. Mari kita mulai dari diri sendiri dengan memberikan energi dan keyakinan yang kuat," tegas Yusuf. Ia menambahkan, inisiatif ini dirancang agar guru BK dan siswanya mendapatkan pembekalan mental yang selaras sebagai upaya preventif.

Dukungan penuh datang dari kalangan pendidik yang merasa program ini adalah jawaban atas rapuhnya mental remaja saat ini. Ida, guru pendamping dari SMK Plus Darussurur Cimahi, menyatakan bahwa mindfulness berbasis spiritual adalah kebutuhan mendesak.

"Anak-anak zaman sekarang sangat dipengaruhi oleh pergaulan bebas dan ketergantungan pada gadget. Training ini adalah jawaban untuk menggugah kembali jiwa yang 'dininabobokan' oleh zaman. Kami ingin siswa memiliki benteng batin agar tidak mudah menyerah pada keadaan," ujar Ida.

Senada dengan itu, Alfi, pembimbing dari SMP BPPI Bojong Boarding School, mengapresiasi kedalaman materi yang diajarkan.

"Di sini kami diajarkan bahwa kebahagiaan dan kesuksesan harus berpijak pada nilai-nilai spiritual. Ini sangat relevan dengan kebutuhan Indonesia akan sosok-sosok yang sukses namun tetap religius dan memiliki ketenangan batin," tuturnya.

Kesuksesan acara ini menjadi bukti bahwa sinergi lintas instansi mampu menciptakan solusi konkret bagi tantangan generasi muda. 

Melalui sentuhan spiritual yang tepat, FKA ESQ Jawa Barat optimis bahwa para siswa akan tumbuh menjadi generasi yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga tangguh secara emosional dan kokoh secara spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA