ESQNews.id, JAKARTA – Di tengah arus disrupsi teknologi yang kian kencang, tantangan terbesar bagi perusahaan bukan lagi sekadar memberikan pelatihan (training) kepada karyawan, melainkan memastikan pelatihan tersebut tepat sasaran.
Fakta mengejutkan dari riset Harvard menunjukkan bahwa 70% program pelatihan tidak berdampak, dan 56% materi training dianggap tidak relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Menjawab kegelisahan para pemimpin Human Capital tersebut, ESQ – ACT Consulting International kembali mengukir sejarah dengan meluncurkan inovasi terbaru: MGM (My Growth Map) – AI Personalized Talent Training pada tanggal 5 Februari 2025 melalui Zoom Meeting, dihadiri lebih dari 400 partisipan (levelnya para pimpinan Organisasi, Lembaga, dan lainnya).
Mengusung tema “From Knowing You to Growing You: From Talent Insights to Measurable Growths,” MGM hadir sebagai jawaban cerdas berbasis teknologi AI TalentDNA 5.0.
Ini bukan sekadar alat analisis biasa, melainkan kompas pertumbuhan yang mampu memetakan kebutuhan pengembangan individu secara presisi.
Sekilas info, keandalan tools berbasis AI TalentDNA ini telah terbukti nyata. Tidak hanya di sektor korporasi, teknologi ini juga dipercaya untuk mendukung program prioritas Presiden RI, seperti program Sekolah Rakyat, Koperasi Merah Putih, hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Penggunaan di level Pemprov Jawa Timur dan Pemprov Kaltim semakin mempertegas bahwa MGM adalah standar baru dalam pengembangan SDM nasional.
Dukungan Para Pakar dan Praktisi Hebat
Peluncuran MGM ini dikupas tuntas dalam sebuah Exclusive Webinar yang menghadirkan tokoh-tokoh profesional di bidangnya yakni Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Corp & Pakar Pembangunan Karakter), Rina Sarif (Advisor to President HC Transformation ESQ Corp, peraih Top 50 Most Influential HR Leaders Southeast Asia 2025).
Kemudian dilengkapi juga pemaparan materinya oleh Madyastha Aji Bhirawa (Clinical Psychology & Organizational Assessment Specialist).
Paparan tersebut disaksikan langsung oleh para direksi dari Lion Air, Bio Farma, ASABRI, BMKG, hingga Kementerian Koperasi.
Kabar Gembira! Khusus bagi peserta yang hadir dan melakukan peminatan langsung di sesi webinar, ESQ memberikan Special Investment sebesar 50%.
Tak hanya teori, webinar ini juga menghadirkan testimoni langsung dari para pemimpin instansi yang telah merasakan dampak transformasi dari MGM salah satunya: Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo (Deputi Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI)
Beliau memberikan testimoni mendalam mengenai urgensi teknologi AI dalam pengelolaan talenta di sektor pemerintahan.
Bagi Dr. Tri, TalentDNA dan MGM bukan sekadar konsep teoritis. Beliau adalah pelaku sejarah yang telah merasakan langsung manfaatnya sebagai alumni sekaligus coach TalentDNA yang tersertifikasi oleh ESQ.
Dr. Tri menekankan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah individu yang unik. "Meskipun pendidikannya sama, pimpinannya sama, bahkan unit kerjanya sama, setiap pegawai tetap memiliki preferensi, visi, dan kebutuhan pengembangan yang berbeda. Kita tidak bisa lagi menutup mata terhadap keunikan ini," ungkapnya.
Beliau menyebut MGM sebagai sebuah terobosan revolusioner. Selama ini, pengembangan SDM di pemerintahan cenderung bersifat generik dengan pendekatan one size fits all.
Hal ini dianggap wajar di masa lalu karena keterbatasan alat untuk menganalisis jutaan pegawai secara manual. Namun, kehadiran MGM mengubah peta permainan tersebut.
Dr. Tri menyoroti tantangan besar dalam memanajemen lebih dari 6,5 juta ASN di seluruh Indonesia. Menurutnya, semakin besar jumlah pegawai, semakin mendesak pula kebutuhan akan teknologi AI seperti MGM.
"MGM memiliki dua manfaat krusial. Pertama, bagi pegawai, ini adalah kesempatan untuk mendapatkan pelatihan yang benar-benar cocok dengan keunikan diri mereka.
Kedua, bagi pimpinan instansi, MGM membantu menetapkan kebijakan pengembangan kompetensi yang selaras dengan visi dan strategi organisasi," jelas Dr. Tri.
Menutup paparannya, Dr. Tri menyampaikan harapan besar untuk masa depan SDM Indonesia. Beliau mendorong adanya kolaborasi yang lebih serius antara ESQ dengan instansi pusat seperti Kementerian PAN-RB, BKN, dan LAN RI.
"Harapan saya, kita bisa segera mengimplementasikan MGM ini ke dalam siklus manajemen ASN di Indonesia. Ini adalah langkah nyata menuju transformasi SDM yang lebih presisi dan modern," pungkasnya optimis.