Jumat, H / 17 April 2026

Menjamurnya Fenomena "Coach" di Indonesia: ESQ Obrolan Esensial Kupas Tuntas Cara Menjadi Pendamping yang Tepat

Sabtu 07 Mar 2026 15:46 WIB

Editor :EDQP

Ilustrasi

Foto: freepik

ESQNews.id, JAKARTA – Di tengah pesatnya perkembangan industri pengembangan diri, profesi coach kini menjadi primadona baru.


Namun, sebuah pertanyaan mendasar muncul ke permukaan: Saat semua orang bisa mengaku sebagai coach, bagaimana cara menjadi sosok yang benar-benar kompeten dan memberikan dampak nyata?


Menjawab kegelisahan tersebut, kanal YouTube ESQ kembali menghadirkan episode terbaru Obrolan Esensial bertajuk "Siapa Saja Bisa Jadi Coach, Tapi Bagaimana Menjadi yang Tepat?".


Diskusi hangat ini menghadirkan dua pakar di bidangnya, yakni Coach Arief (Trainer ESQ Coaching 3.0) dan Coach Fatwa (VP Astra Credit Companies).


Dalam obrolan tersebut, Coach Arief menyoroti fenomena booming profesi coach di tanah air. Beliau menekankan bahwa sekadar memiliki kemampuan komunikasi yang baik tidak lantas membuat seseorang menjadi coach yang mumpuni.


"Hari ini banyak orang mengaku sebagai coach. Namun, coaching yang sesungguhnya bukan soal memberi instruksi, melainkan bagaimana menghadirkan clarity (kejelasan), guidance (panduan), dan purpose (tujuan) bagi klien atau anggota timnya," ujar Coach Arief.


Senada dengan hal tersebut, Coach Fatwa membawa perspektif dari dunia korporasi.


Sebagai VP di Astra Credit Companies, beliau melihat pentingnya membedakan peran antara Coach, Mentor, dan Trainer. Seringkali, terjadi tumpang tindih peran yang membuat proses pengembangan SDM menjadi tidak efektif.


Identitas vs Kompetensi: Membedah perbedaan antara mereka yang sekadar "berlabel" coach dengan mereka yang memiliki kompetensi berbasis metode yang teruji.


Perbedaan Mendalam: Penjelasan gamblang mengenai kapan seseorang harus berperan sebagai Mentor (berbagi pengalaman), Trainer (mengajarkan skill), atau Coach (menggali potensi internal).


Pentingnya Sertifikasi: Mengapa fondasi ilmu dan lisensi seperti ESQ Coaching 3.0 menjadi krusial untuk menjaga integritas dan etika profesi.


Masa Depan SDM: Menghadapi era disrupsi, manusia tidak lagi hanya membutuhkan jawaban cepat dari mesin, melainkan pendamping yang mampu menyentuh sisi kemanusiaan dan makna hidup.


Diskusi ini menjadi refleksi penting bagi para pemimpin, praktisi HR, maupun individu yang ingin terjun ke dunia profesional pengembangan diri.


Menjadi coach yang tepat berarti siap menjadi cermin bagi orang lain untuk menemukan kekuatan terbaik di dalam dirinya.


Bagi Anda yang ingin mendalami bagaimana teknik coaching yang mampu mengubah mindset dan meningkatkan performa secara signifikan, saksikan selengkapnya di kanal YouTube resmi kami.


Tonton Versi Lengkapnya di Sini:

https://youtu.be/2CUeTo4WHPc?si=P5KdIMDa5vqzGLFD


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA