Jumat, H / 17 April 2026

Pementasan Teater "Tepi Waktu": Mengupas Sisi Humanis Ary Ginanjar Agustian, Berlayar dari Titik Nadir Menuju Cahaya Makna

Minggu 29 Mar 2026 11:53 WIB

Editor :EDQP

Ilustrasi

Foto: freepik

ESQNews.id, JAKARTA – Setiap tokoh besar pasti memiliki titik balik. Sebuah fase di mana kegelapan terasa begitu pekat, arah hidup menjadi kabur, dan pertanyaan tentang makna keberadaan terus menghantui.


Perjalanan spiritual dan emosional inilah yang akan diangkat secara apik dalam sebuah mahakarya panggung bertajuk Teater "Tepi Waktu".


Pertunjukan ini bukan sekadar pementasan seni biasa, melainkan sebuah refleksi mendalam atas perjalanan hidup sang inspirator nasional, Ary Ginanjar Agustian.


Penonton akan diajak menyelami fase-fase paling rapuh dalam hidup beliau; saat jatuh, bingung, hingga akhirnya menemukan "Cahaya" yang menjadi cikal bakal lahirnya nilai-nilai 165 yang kita kenal hari ini.


Zailani, selaku pihak yang terlibat dalam proyek besar ini, mengungkapkan bahwa "Tepi Waktu" adalah sebuah undangan bagi siapa saja yang sedang mencari jawaban atas tantangan hidup.


"Kita semua pernah berada di 'tepi waktu'. Teater ini bercerita tentang pencarian makna dan bagaimana harapan tetap ada di tengah badai," ujarnya.


Namun, daya tarik utama "Tepi Waktu" tidak berhenti pada keindahan estetika panggungnya. Ada misi mulia yang disisipkan di balik setiap kursi penonton yang terisi.


Melanjutkan tradisi kebaikan yang telah dimulai, setiap tiket yang terjual dalam pementasan ini akan didonasikan untuk beasiswa pendidikan mahasiswa. Sebuah langkah nyata dalam mencetak generasi emas masa depan.


Diketahui, pada penyelenggaraan tahun lalu, teater ini berhasil mengumpulkan donasi lebih dari Rp 75.000.000 yang seluruhnya disalurkan untuk membantu biaya pendidikan mahasiswa yang membutuhkan.


Misi Tahun Ini: Menambah kontribusi nyata bagi dunia pendidikan Indonesia sembari memberikan sajian seni yang menggetarkan jiwa.


Bagi Anda yang merindukan tontonan yang mampu memberikan energi positif sekaligus ingin berkontribusi bagi pendidikan anak bangsa, Teater "Tepi Waktu" adalah jawabannya. Kehadiran Anda adalah dukungan nyata bagi seni yang mencerahkan dan pendidikan yang memerdekakan.


"Selain menikmati karya yang reflektif, kehadiran kita menjadi bagian dari solusi untuk pendidikan saudara-saudara kita yang membutuhkan," tambah Zailani.


Mari menjadi saksi sebuah perjalanan menemukan cahaya, sekaligus menjadi cahaya bagi masa depan orang lain. Sampai jumpa di depan panggung refleksi!


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA