ESQNews.id, MAJALENGKA — Desa Payung yang terletak di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, memiliki keunggulan geografis berupa ketersediaan sumber daya air yang melimpah.
Potensi alam ini dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat setempat, baik untuk kebutuhan domestik maupun sektor pariwisata.
Di kawasan pemukiman warga, sistem distribusi air bersih dikelola secara mandiri menggunakan jaringan pipa dan selang.
Instalasi pipa tersebut terpasang di sepanjang bahu jalan dan gang desa, mengalirkan air dari mata air pegunungan menuju rumah-rumah penduduk dengan memanfaatkan gaya gravitasi.
Selain untuk keperluan rumah tangga, debit air yang stabil ini juga digunakan untuk mengairi kolam-kolam ikan yang terdapat di pekarangan rumah warga sebagai salah satu sumber ketahanan pangan desa.
Sementara itu, aliran air yang bermuara ke Sungai Cikadongdong dimanfaatkan untuk pengembangan sektor pariwisata.
Arus sungai yang deras dengan kontur bebatuan alami dikelola menjadi wahana wisata olahraga air atau river tubing.
Destinasi ini menawarkan aktivitas menyusuri sungai menggunakan ban karet melintasi area hutan bambu yang masih asri.
Pengelolaan wisata air ini melibatkan pemuda dan warga setempat dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Kondisi sungai terpantau bersih dari sampah plastik, yang menjadi indikator tingginya kesadaran ekologis masyarakat.
Pengelolaan sumber daya air secara terpadu ini mencerminkan kematangan warga Desa Payung dalam memaksimalkan potensi wilayah.
Air tidak hanya diposisikan sebagai kebutuhan konsumsi semata, tetapi telah bertransformasi menjadi aset produktif bernilai tinggi.
Ketergantungan ekonomi pada kejernihan sungai inilah yang pada akhirnya menjadi jaminan terkuat bagi terjaganya kelestarian lingkungan di kawasan tersebut. [infomjlk]


