ESQNews.id, JAKARTA - Seorang
ibu begitu menyesali tindakannya membiarkan handphone yang memiliki koneksi
internet miliknya tergeletak begitu saja. Tanpa sepengetahuannya, alat
komunikasi pintar itu dibawa oleh anaknya ke luar rumah.
Di luar, anak tersebut bertemu
dengan teman-temannya yang lebih besar. Lalu terjadilah peristiwa yang tidak diinginkan
sang ibu, temannya itu membuka situs porno. Mereka secara bergantian
menyaksikan tayangan yang tidak layak dilihat anak-anak seusia mereka.
“Bagaimana ya, cara menghapus
memori di pikiran anak saya, supaya yang dilihatnya itu hilang dari
pikirannya?” tanya si ibu penuh kesedihan.

“Sengaja saya jauh-jauh memasukkannya ke pesantren, ternyata sekalinya pulang teracuni juga,” si ibu mulai terisak.
<more>
Ia lupa bahwa anak-anak di lingkungan rumahnya kebanyakan anak-anak kelas bawah, yang orangtuanya sibuk mencari makan. Mereka tidak sempat memperhatikan akidah dan akhlak anak-anaknya.
(Dikutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S Widayanti)





