ESQNews.id, SURABAYA - Telah digelar MoU atau Nota Kesepahaman antara ESQ dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Agenda ini dilaksanakan pada Senin 6 Maret 2023, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
Penandatanganan Kerjasama antara ESQ Leadership Center dengan Pemprov Jatim merupakan dalam rangka Program Pembangunan Karakter & Budaya Organisasi.
MoU ini ditandatangani langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa sebagai pihak pertama. Serta oleh Founder ESQ Group Ary Ginanjar Agustian selaku pihak kedua.
"Program Pembangunan Karakter dan Budaya Organisasi di lingkungan Pemprov Jatim ini, termasuk dan tidak terbatas pada lembaga-lembaga, Organisasi Massa dan tokoh masyarakat yang berada dalam cakupan wilayah Pemerintah Provinsi Jawa Timur," kata Khofifah.
Ia mengaku sudah mengikuti training ESQ sebanyak 3 kali. Dan menurutnya banyak sekali pencerahan atau bekal yang didapatkan pasca pelatihan dari Ary Ginanjar tersebut. Sehingga dampak positifnya bisa dirasakan langsung olehnya.
"Kalau saya menyebutnya hablum minallah dan hablum minannas itu menjadi bagian yang di implementatif. Mengapa? Contohnya kami punya grup WA puasa Ayyamul Bidh. Sehingga para OPD atau insan ASN di sini insyaAllah pada berpuasa."
Lalu katanya, "Kami memberikan santunan yatim karena kami berharap seperti yang Rasulullah janjikan jika kita mencintai dan menyayangi anak yatim maka akan berjarak 2 jari tangan dengan Rasulullah. Dan tentu kami pun melakukan sholawat nabi karna ingin dapat syafaatnya."
"Dan saya rasa juga seperti di ESQ yang kegiatannya itu dimulai dengan bersholawat. Jadi banyak hal yang saya rasa kalau kita ingin mengimplementasikan nilai nilai yang pernah diajarkan di ESQ dengan proses dimana saja baik itu di eksekutif, legislatif, sektor dan lainnya. Maka akan memberikan manfaat yang besar," tambah Khofifah.
<more>
Sedangkan kata Ary Ginanjar, "Kesepakatan bersama ini bertujuan untuk Membangun Karakter dan Budaya Organisasi yang dapat dijadikan teladan dan mengubah pola pikir serta membangun nilai-nilai dasar budaya organisasi yang sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dilingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur."
"Semoga ASN BerAKHLAK terus terinternalisasi kepada semua ASN di Indonesia menjadi nilai budaya organisasi yang mewujudkan Employer Branding Bangga Melayani Bangsa," harapnya.
MoU tersebut menjadi bagian dari moment "Penguatan Implementasi Core Values ASN BerAKHLAK Bersama Gubernur Jawa Timur dan Founder ESQ Group" yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Adhy Karyono, Para Asisten Sekda, Para Staf Ahli Gubernur Jatim, Para Ka. OPD Jatim, Para Sekda Kabupaten/Kota, Para Ka. BPSDM/BKPSDM Kabupaten/Kota Se-Jatim yang berjumlah 150 orang.
Menurut Kepala BKPSDM Jember Sukowinarno, bersama sejawat eselon yang sama di Jatim salah satu alasan setuju dengan adanya MoU ini karena Ary Ginanjar Agustian bisa melatih konsentrasi pejabat se-Jatim dengan penuh empati dan telaten.
Tujuan paling esensial adalah untuk memperkuat budaya kerja pembentukan karakter ASN. Adanya Core Values ASN ini sebagai sari dari nilai-nilai dasar ASN sesuai dengan Undang-Undang No. 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 20 Tahun 2021 Tentang Implementasi Core Values dan Employer Branding ASN. Harapannya yaitu ada satu kesamaan persepsi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh ASN.
"Program pelatihan ESQ ini sangat bermanfaat. Kesadaran ASN dalam melayani masyarakat perlu mendapat perhatian bersama dan lebih baik. BerAKHLAK menjadi fondasi yang kokoh dalam penguatan budaya kerja ASN yang profesional dan solid. Semua OPD Pemkab Jember bisa tumbuh di atas fondasi tersebut untuk mencapai target Visi dan Misi Jember," ungkap Sukowinarno.
Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendapatkan 2 penghargaan sekaligus dari Ary Ginanjar Agustian. Founder ESQ Group/ACT Consulting International itu memberikan apresiasi kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa beserta jajaran dan ASN Se-Jatim sebagai Juara 2 Pemerintah Provinsi dengan Indeks Implementasi "Berorientasi Pelayanan" tertinggi persentasenya secara nasional. Kemudian, sebagai 5 besar Pemerintah Provinsi dengan Indeks Implementasi BerAKHLAK.
Ary menjelaskan bahwa pengukuran dan pemetaan Indeks Implementasi BerAKHLAK ini dilakukan oleh pihak ketiga, dalam hal ini lembaga independen terpercaya ACT Consulting International/ESQ melalui metode OCHI (Organization Culture Health Index) dalam bentuk pengisian survei. Survei tersebut diisi langsung oleh pegawai organisasi yang bersangkutan.
"Selamat, Pemprov Jatim ini luar biasa dalam merespon dan langsung mengimplementasikan Core Values BerAKHLAK ini. Semua terbukti dengan adanya penghargaan ini, dan dampaknya bisa dirasakan oleh para ASN serta jajarannya se-Jatim," kata Ary.
Ary, mantan ASN itu juga memuji kepemimpinan Khofifah untuk Wilayah Jatim. Ary katakan lewat pantun, "Launching Ber-AKHLAK di Surabaya. Gubernurnya Ibu Khofifah Indar Parawansa. Wanita Bukan Hanya Tiang Keluarga. Doa Kami Semoga Tahun Depan Menjadi Tiang Negara."
"25 tahun lalu, saya sudah memikirkan sebuah konsep bahwa seorang pemimpin itu harus punya 3 kecerdasan yakni intelektual, emosional, dan spiritual."
"Dan saya temukan 3 kombinasi tersebut di sosok beliau (Ibu Khofifah)," lanjutnya.




