Minggu, H / 01 Maret 2026

Kerja dengan Hati Tenang

Kamis 01 Jan 2026 07:38 WIB

Author :Hary Kuswanto

Ilustrasi

Foto: Dokumen Pribadi

#CeritaHK


ESQNews.id, JAKARTA — Pagi itu aku duduk di meja kerja dengan napas yang terasa lebih pendek dari biasanya. Email menumpuk, target mendesak, dan notifikasi grup kerja terus berbunyi tanpa jeda.


Ada rasa jengkel yang tertahan, ada lelah yang sulit dijelaskan. Aku tersenyum ke rekan kerja, tapi di dalam hati aku bertanya, *sampai kapan ritme seperti ini bertahan?*


Pernah ada hari ketika aku hampir marah hanya karena hal kecil. Kesalahan sepele terasa besar, candaan terasa mengganggu, dan aku merasa tidak dipahami. Sedih, kesal, bercampur jadi satu. Namun di tengah itu semua, aku terdiam sejenak.


Aku ingat satu hal sederhana, bekerja juga bagian dari ibadah, dan ibadah tidak pernah dimaksudkan untuk menyiksa jiwa.


Aku mulai belajar memperlambat napas, menata niat, dan mengerjakan satu demi satu tugas dengan lebih sadar. Ternyata bukan beban pekerjaannya yang membuatku berat, tapi pikiranku yang terlalu berisik. Saat aku menurunkan ekspektasi yang tidak perlu dan berhenti membandingkan diri dengan orang lain, hatiku perlahan menjadi lebih tenang.


Ada momen haru ketika aku menyadari, rekan kerjaku pun sedang berjuang dengan versinya masing-masing. Ada yang tampak tegar tapi sedang rapuh, ada yang terlihat ceria tapi menyimpan lelah. Dari situ, empati tumbuh. Aku memilih mendengar lebih dulu sebelum menilai, memahami sebelum bereaksi.


Tidak semua hari terasa ringan. Ada saatnya tegang, ada kalanya kecewa. Tapi kini aku tahu, ketenangan bukan datang dari lingkungan yang sempurna, melainkan dari hati yang mau berdamai. Aku tidak perlu melawan siapa pun, tidak perlu pergi ke mana pun. Yang perlu aku lakukan hanyalah terus memperbaiki cara memandang dan menyikapi.


Kerja dengan hati tenang dimulai dari niat yang lurus, pikiran yang jernih, dan empati pada diri sendiri serta orang lain. Ketika hati tenang, kerja menjadi lebih bermakna.


Mari kita bekerja dengan lebih sadar. Kita jaga hati, kita rawat pikiran, dan kita jadikan tempat kerja sebagai ruang tumbuh, bukan ruang luka.


"Ketenangan batin adalah kekuatan terbesar manusia.” — Dalai Lama


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA