ESQNews.id, MAJALENGKA — Setelah melewati masa sulit akibat bencana alam yang melanda Takengon, Aceh Tengah, sebelas warga Kabupaten Majalengka akhirnya bisa bernapas lega.
Langkah kaki mereka kini kembali berpijak di tanah kelahiran pada Senin (5/1/2026), menandai keberhasilan misi kemanusiaan yang diinisiasi oleh BAZNAS dan Pemerintah Kabupaten Majalengka.
Dilansir dari rri.co.id, rombongan yang terdiri dari warga asal Kecamatan Cikijing, Bantarujeg, dan Malausma ini dipulangkan dalam kondisi aman dan bermartabat.
Pemulangan ini bukan sekadar perjalanan biasa, melainkan perwujudan nyata dari amanah para donatur yang telah menyisihkan sebagian hartanya melalui donasi bantuan bencana Sumatera dan Aceh.
Proses pemulangan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Majalengka, Eman Suherman. Beliau menekankan bahwa setiap warga Majalengka yang tertimpa musibah di perantauan wajib mendapatkan perlindungan serta pendampingan yang manusiawi.
Ketua BAZNAS Majalengka, Agus Asri Sabana, menjelaskan bahwa pendanaan misi ini bersumber dari sisa alokasi donasi bencana Sumatera-Aceh yang sebelumnya juga telah disalurkan melalui BAZNAS RI.
Hal ini menunjukkan komitmen BAZNAS yang tidak hanya fokus pada penghimpunan dana, tetapi juga memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat secara berkelanjutan.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran para muzaki (pembayar zakat) dan donatur. BAZNAS Kabupaten Majalengka menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kepercayaan masyarakat yang telah menjadi motor penggerak aksi kemanusiaan ini.
Bantuan yang diberikan bukan sekadar materi, melainkan harapan baru bagi mereka yang sedang berjuang di tengah duka bencana.
Melalui sinergi antara pemerintah, lembaga amil zakat, dan kepedulian masyarakat, kepulangan 11 warga ini menjadi bukti bahwa jarak bukan penghalang untuk merajut kembali tali persaudaraan dan gotong royong. [infomjlk]


