Minggu, H / 01 Maret 2026

Jangan Baper

Selasa 27 Jan 2026 09:48 WIB

Author :Hary Kuswanto

Ilustrasi

Foto: Dokumen Pribadi

#CeritaHK


ESQNews.id, JAKARTA — Aku masih ingat jelas kalimat itu keluar dari mulutku di ruang rapat, dengan nada datar tapi tegas, “Ini evaluasi kerja, jangan baper.”


Seisi ruangan mendadak sunyi.


Tatapan mata mereka berubah. Ada yang menunduk, ada yang menghela napas panjang, ada juga yang tetap menatap layar, seolah menahan sesuatu yang ingin meledak. Saat itu aku merasa benar. Target tidak tercapai, progres lambat, dan tekanan dari atas makin kuat. Aku berpikir, sebagai atasan, tugasku hanya satu, memastikan hasil.


Namun hari itu, sepulang rapat, dadaku terasa sesak. Bukan karena mereka membantah, tidak ada satu pun yang melawan. Justru karena mereka diam. Terlalu diam.


Di perjalanan pulang, kalimat “jangan baper” berputar di kepalaku. Aku ulangi, lagi dan lagi. Tiba-tiba aku sadar, mungkin kalimat itu bukan sekadar arahan, tapi juga tameng. Tamengku agar tak perlu menghadapi emosi mereka dan emosiku sendiri.


Aku lupa satu hal penting, mereka bukan mesin. Mereka manusia yang lelah, yang juga punya rumah, keluarga, dan beban yang tak selalu terlihat di laporan mingguan. Aku menuntut profesionalisme, tapi lupa menghadirkan empati.


Malam itu aku merenung. Dalam diam, aku bertanya pada diri sendiri, Apakah aku benar-benar memimpin, atau hanya mengendalikan?


Keesokan harinya, aku kembali masuk ruang kerja dengan niat berbeda. Aku tidak menarik kata-kataku kemarin, tapi aku mengubah caraku mendengar. Aku membuka ruang dialog. Bukan untuk mencari siapa salah, tapi untuk memahami apa yang sedang mereka perjuangkan.


Dan di situlah aku belajar, jangan baper bukan berarti mematikan rasa, tapi mengelola emosi agar tidak saling melukai. Tegas tidak harus keras. Objektif tidak harus dingin.


Pemimpin yang kuat bukan yang paling lantang menuntut hasil, tapi yang paling jujur bercermin saat hubungan mulai retak.


Mari kita, para pemimpin dan rekan kerja, belajar menata emosi, mendengar dengan hati, dan bertumbuh bersama tanpa saling menyalahkan.


“Pemimpin terbaik adalah mereka yang membuat orang lain menjadi lebih baik, bukan merasa lebih kecil.”

— John C. Maxwell


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA