ESQNews.id, BANDUNG - Sebuah kejutan besar terjadi dalam Rapat Kerja Forum Majelis Wali Amanat Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (MWA PTN-BH) Indonesia yang digelar di Ballroom Hotel Mason Pine, Padalarang, Selasa (5/5/2026).
Di tengah maraknya pembahasan teknis anggaran dan birokrasi kampus, forum ini mendadak gempar dengan tamparan keras soal arah dan substansi pendidikan tinggi masa depan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, bersama Ketua MWA Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) yang baru saja resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum MWA PTN-BH 2026-2027, Komjen. Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna, melontarkan pandangan tajam yang menggugah seluruh pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia: keberhasilan pendidikan tinggi tidak lagi cukup hanya mengandalkan sistem, melainkan karakter, nilai, dan moralitas sejati.
"Otak Diganti AI, Otot Diganti Robot": Tamparan Nyata untuk Dunia Pendidikan
Dalam pemaparannya yang mendalam, Ary Ginanjar menegaskan bahwa agenda rapat kerja ini menjadi sangat krusial karena berhasil mengembalikan ruh pendidikan tinggi ke substansi dasarnya.
Menurutnya, dunia pendidikan saat ini tengah terjebak pada modernisasi fisik dan teknis semata, sembari melupakan pembentukan manusia seutuhnya.
"Kegiatan forum ini benar-benar sangat penting karena mengembalikan kita kepada substansi dari pendidikan.
Tidak cukup hanya membangun otak manusia yang kini sudah digantikan oleh AI, atau otot yang digantikan oleh robot.
Kita harus menjadikan manusia seutuhnya yang memiliki emosi dan spiritualitas, atau istilah Pak Nanan adalah nilai-nilai dan belief system.
Ini adalah langkah mengembalikan manusia kepada realita dunia pendidikan yang sesungguhnya," tegas Ary Ginanjar.
Pernyataan tersebut diakui secara terbuka oleh Nanan Soekarna. Sebagai tuan rumah Raker Forum MWA PTN-BH melalui UPI, mantan Wakapolri tersebut mengaku sengaja "memaksa" menghadirkan Ary Ginanjar untuk mendobrak rutinitas forum yang biasanya garing dan melulu terjebak pada isu administratif.
"Terima kasih Pak Ary yang berkenan hadir. Biasanya pertemuan forum itu tidak membahas masalah karakter atau kejujuran.
Semuanya melulu masalah SDM, sumber daya, dan persoalan teknis anak didik.
Hari ini saya 'memaksa' Pak Ary hadir untuk mengingatkan kita bahwa pendidikan tidak hanya soal otak, tetapi juga hati.
Kita disadarkan bahwa hari ini kita butuh 'obat' mengatasi krisis karakter dan hilangnya kejujuran di masyarakat.
Forum ini harus bernilai (value), bukan sekadar mengejar status atau pulus! Beyond system, it's about values," ujar Nanan Soekarna mendalam.
Estafet Kepemimpinan: Nanan Soekarna Resmi Pimpin Forum MWA PTN-BH 2026-2027
Selain pergulatan pemikiran strategis mengenai karakter bangsa, Rapat Kerja ini menandai momen bersejarah penetapan estafet kepemimpinan baru. Komjen. Pol. (Purn) Drs. Nanan Soekarna resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum MWA PTN-BH Indonesia periode 2026-2027, menggantikan Prof. Mohamad Nasir.
Dalam sambutan penutupnya, Prof. Mohamad Nasir menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan dinamika sehat untuk menjaga keberlanjutan program penguatan kolaborasi antar-PTN-BH.
"Kepemimpinan dalam forum ini adalah estafet yang dilakukan secara rutin. Tidak ada ketua abadi, melainkan kepemimpinan yang terus bergantian untuk memastikan program berjalan berkelanjutan," jelas Prof. Nasir.
Ia menekankan pentingnya forum ini dalam menjembatani komunikasi dengan pemerintah, khususnya terkait pemanfaatan aset, SDM, dan regulasi pembiayaan.
Menanggapi amanah tersebut, Nanan Soekarna berkomitmen penuh mengedepankan integritas dan nilai tanggung jawab tanpa ada agenda kepentingan pribadi.
"Yang harus dipikirkan adalah tugas, kewajiban, dan tanggung jawab. Jika itu dijalankan dengan baik, kepemimpinan akan berjalan tanpa konflik. Saya berkomitmen tidak ada kepentingan lain kecuali memajukan forum PTN-BH ini," tegas Nanan.
Poin-Poin Strategis & Rekomendasi Raker MWA PTN-BH 2026:
- Penguatan Anggaran & Dana Abadi: Urgensi peningkatan anggaran pendidikan nasional serta optimalisasi pengelolaan endowment fund (dana abadi) perguruan tinggi.
- Optimalisasi Aset & Formasi CPNS: Penyusunan skema optimalisasi pemanfaatan aset PTN-BH serta dorongan penetapan formasi CPNS khusus bagi perguruan tinggi setiap tahunnya.
- Audiensi Tingkat Tinggi: Forum merencanakan audiensi resmi dengan Kementerian Keuangan dan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk merekomendasikan peningkatan dana LPDP serta kebijakan peningkatan daya saing global.
- Tata Kelola Non-Akademik: Penguatan tata kelola SDM, keuangan, dan aset sebagai fondasi utama penopang kinerja akademis perguruan tinggi.
Forum MWA PTN-BH Indonesia sepakat untuk menindaklanjuti seluruh agenda strategis ini melalui evaluasi dan pertemuan rutin setiap semester demi memastikan implementasi kebijakan yang konsisten, berintegritas, dan berdampak nyata bagi kemajuan pendidikan Indonesia di era global.
https://www.instagram.com/reel/DYJ5H4QSp-M/?igsh=MXB1amE0dHRrOW9uaw==