Rabu, H / 19 Agustus 2026

Audiensi ESQ dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)

Senin 17 Aug 2026 10:16 WIB

Editor :EDQP

tangkapan layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Sebuah terobosan baru dalam pengelolaan lingkungan hidup di Indonesia resmi digulirkan. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menerima audiensi strategis dari pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian, pada Rabu, 29 Juli 2026 di Jakarta. 


Pertemuan yang berlangsung hangat dari pukul 11.00 hingga 12.00 WIB ini menjadi momentum penting dalam menandai lahirnya arah baru penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang lingkungan hidup, yang menyinergikan aspek teknis, kepemimpinan, hingga pendekatan spiritual. 




Dalam audiensi tersebut, jajaran pimpinan KLH hadir secara lengkap, mulai dari Menteri LH Moh. Jumhur Hidayat, Sekretaris Utama Rosa Vivien Ratnawati, Ari Sudjianto (Dep. PPI), Sigit Reliantoro (Dep. TLSDAB), Rasio Ridho Sani (Dep. PPKL), Laksmi Wijayanti (Plt. Dep. PSLB3), Noer Adi Wardojo (SAM Kehati), hingga Mini Farida selaku Kapus PPSDM, dan segenap jajarannya.




Audiensi ini menyoroti satu fakta kunci bahwa keberhasilan berbagai program kelestarian lingkungan tidak lagi bisa hanya mengandalkan regulasi yang ketat atau sistem teknis semata. 


Kunci utama keberlanjutan berada pada perubahan mindset dan perilaku manusia itu sendiri. 


Untuk menjawab tantangan tersebut, konsep ESQ dinilai sangat menarik dan relevan dalam meningkatkan kapasitas SDM, baik secara internal di lingkungan KLH maupun eksternal. 


Dalam kesempatan ini, ESQ memperkenalkan pendekatan pionir bertajuk Environmental Intelligence atau Kecerdasan Lingkungan sebagai pendekatan baru untuk memperkuat kompetensi lingkungan hidup secara holistik.


Diskusi mendalam ini juga membuka peluang kolaborasi yang luas pada sertifikasi Environmental, Social, and Governance (ESG) serta pengembangan Sustainability Beyond Compliance bagi dunia usaha.


 


Salah satu poin krusial yang dibahas adalah penguatan Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER), di mana program ini akan diperkuat melalui pengembangan mindset, kepemimpinan, dan budaya kerja, tidak lagi berfokus hanya pada aspek teknis. 


Sinergi antara aspek teknis dan spiritual dalam pelatihan serta sertifikasi SDM ini diharapkan mampu menciptakan dampak sosial yang jauh lebih berkesinambungan. 


"Program lingkungan hidup butuh sentuhan karakter dan kesadaran spiritual. Ketika mindset dan budaya kerja terbentuk, kepatuhan terhadap lingkungan bukan lagi beban, melainkan kebutuhan," ungkap Ary Ginanjar Agustian.


Selain itu, audiensi turut membahas peluang kolaborasi dengan asosiasi Psikologi Industri dan Organisasi (PIO) dengan tetap memperhatikan regulasi psikometri. 


Kerja sama ini juga disiapkan untuk mendukung penuh program-program prioritas Menteri, seperti gerakan "Taubat Ekologis" dan program aksi pengurangan sampah plastik.




Sebagai tindak lanjut (Next To Do) dari pertemuan strategis ini, kedua belah pihak sepakat untuk segera menyusun konsep kerja sama antara ESQ dan KLH dalam pengembangan kapasitas SDM bidang lingkungan, sekaligus mengidentifikasi peluang implementasi Environmental Intelligence. 


Langkah ini diiringi dengan penyusunan usulan kolaborasi konkret pada beberapa program utama, meliputi Sustainability Beyond Compliance, penguatan PROPER berbasis kepemimpinan, pengembangan kompetensi ESG, serta pelaksanaan program Taubat Ekologis. 


Seluruh Rencana Aksi ini nantinya akan dimatangkan melalui penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan menjadi payung kerja sama strategis jangka panjang antara ESQ dan Kementerian Lingkungan Hidup demi mewujudkan kelestarian alam yang digerakkan dari hati dan karakter bangsa.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA