Senin, H / 02 Februari 2026

Cara Memperlakukan Anak, Pergaulan Anak Zaman Now, Hingga Pesona Pulau Sangiang

Selasa 03 Sep 2019 15:17 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Seorang pemuda sedang menikmati indahnya sunset, inilah salah satu pesona di pulau Sangiang

Foto: Muhammad Zaidan Feikar

ESQNews.id, JAKARTA – Berita populer kali ini banyak sekali perbincangan terkait anak-anak. Mulai dari hebohnya anak-anak sudah bisa menghasilkan banyak uang, sudah mengenal teknologi dengan cepat, lebih update di sosial media dan lainnya.


Dan ini adalah top 3 yang terpopuler akhir bulan Agustus 2019 lalu. Mulai dari cara memperlakukan anak dengan beberapa tahap, pergaulan anak zaman sekarang yang sangat mengkhawatirkan hingga pesona pulau Sangiang yang menyimpan kisah.


Cara Memperlakukan Anak


Anak-anak selepas akil baligh seharusnya diberi lebih ruang supaya mereka tidak merasa terkekang namun masih tetap di dalam pengawasan orang tua.


Saidina Ali bin Abi Thalib RA merumuskan cara-cara untuk memperlakukan anak:


1. Kelompok pertama 7 tahun (umur 0-7 tahun), melayan anak sebagai raja.

2. Kelompok kedua 7 tahun (umur 8-14 tahun), melayan anak sebagai tawanan.

3. Kelompok ketiga 7 tahun (umur 15-21 tahun), melayan anak sebagai sahabat.


Selengkapnya di sini: Cara Memperlakukan Anak dalam 3 Tahapan Fase 7 Tahun


Pergaulan Anak Zaman Now


Segala sesuatu pasti ada sisi positif dan negatifnya. Sama halnya dengan teknologi zaman sekarang yang serba digital.


Namun, kerap kali teknologi di salah gunakan. Terutama akses yang berkaitan dengan sosial media seperti Youtube, Instagram, Twitter dan lainnya.


Contoh yang dialami oleh anak-anak dibawah umur, sekitaran anak Sekolah Dasar (SD) maupun Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pergaulan yang kurang terpuji, yang dilakukan saat masa kanak-kanak. 


Selengkapnya di sini: Pergaulan Anak Zaman Now Bikin Miris


Pesona Pulau Sangiang


Label daerah tertinggal dan keterbatasan berbagai sarana seperti: listrik, air bersih, dan sinyal, Pulau Sangiang menyajikan kelimpahan lain. Masyarakat di sini mengajarkan bahwa duduk bersama, berbagi cerita, canda dan tawa adalah kemewahan yang sesungguhnya.


Apa yang pertama terlintas di benak Anda ketika mendengar daerah dengan kategori 3T (Terluar, Tertinggal, Terdepan)?


Ya, benar. Beberapa poin di atas dapat menggambarkan bagaimana kondisi daerah 3T. Letak daerah yang jauh dari ibukota provinsi menyebabkan pertumbuhan ekonomi terhambat dikarenakan pembangunan infrastruktur yang belum merata.


Namun di sisi lain, daerah 3T biasanya menyimpan keelokan yang tidak dimiliki oleh daerah dengan peradaban maju, di antaranya adalah keunikan budaya, kearifan lokal yang masih dijunjung tinggi dan keanekaragaman hayati yang berlimpah. Salah satunya adalah Pulau Sangiang.


Selengkapnya di sini: Pulau Sangiang, MenyimpanPesona Juga Kisah


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA