Mengacu pada data teknis yang dirilis oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, bendung gerak ini berfungsi sebagai simpul utama pembagian air Sungai Cimanuk untuk melayani kebutuhan di tiga wilayah administratif sekaligus, yakni Kabupaten Majalengka, Cirebon, dan Indramayu.
Berdasarkan skema jaringan irigasi yang dikelola oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Bendung Rentang bertugas mengalirkan air ke Daerah Irigasi (DI) Rentang yang luas layanannya mencapai puluhan ribu hektare.
Secara teknis, aliran air dari sungai Cimanuk dipecah melalui dua pintu intake utama. Melansir informasi dari peta jaringan irigasi, saluran pertama adalah Saluran Induk (SI) Sindupraja yang mengarah ke timur untuk mengairi lahan di Cirebon dan sebagian Indramayu.
Sementara itu, saluran kedua adalah Saluran Induk (SI) Cipelang yang fokus melayani kebutuhan air di wilayah Indramayu bagian barat.
Pembagian air yang terukur ini sangat krusial mengingat posisi Kabupaten Indramayu dan sekitarnya sebagai lumbung padi nasional.
Merujuk pada pola operasional yang diterapkan BBWS, pengaturan debit air di kedua saluran induk tersebut dilakukan secara ketat, terutama saat musim kemarau, guna meminimalisir risiko gagal panen akibat kekeringan di wilayah hilir.
Selain berfungsi sebagai penopang sektor pertanian, Bendung Rentang juga tercatat memiliki peran vital dalam penyediaan air bersih.
Mengutip publikasi terkait pengelolaan Sumber Daya Air (SDA), air baku yang tertampung di bendung ini menjadi sumber utama bagi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di wilayah Cirebon dan Indramayu.
Kualitas dan kontinuitas debit air yang dijaga di Bendung Rentang menjadi kunci agar instalasi pengolahan air minum di daerah tersebut dapat beroperasi melayani kebutuhan domestik masyarakat.
Secara keseluruhan, Bendung Rentang memiliki peran yang cukup sentral dalam sistem pembagian air di wilayah ini.
Ketergantungan sektor pertanian dan penyediaan air bersih terhadap bendung ini menunjukkan betapa pentingnya operasional infrastruktur tersebut.
Dengan pengelolaan yang tepat, diharapkan kebutuhan air di tiga kabupaten yang dilayani dapat terus terpenuhi dengan baik. [infomjlk]





