ESQNews.id, JAKARTA - Menjawab tantangan 70% program pelatihan tidak berdampak karena materi yang tidak relevan (Source : Harvard), ESQ – ACT Consulting International meluncurkan My Growth Map (MGM) – AI Personalized Talent Training pada 5 Februari 2026.
Inovasi ini didukung teknologi AI TalentDNA 5.0, yang bertindak sebagai kompas pertumbuhan untuk memetakan kebutuhan pengembangan individu secara presisi.

Founder ESQ Corp, Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, menegaskan akhir dari pendekatan one-size-fits-all dalam pelatihan.
“Dengan MGM, Training Need Analysis (TNA) berubah total. AI menganalisis kombinasi Job Analysis dan TalentDNA individu, menghasilkan rekomendasi yang tepat untuk orang, peran, dan pengembangannya,” jelas Ary.
Ia juga memperkenalkan formula SKID (Spiritual, Kreatif, Intelektual, Dampak) dalam kurikulum Universitas Ary Ginanjar untuk membangun motivasi intrinsik yang berdampak pada profitabilitas.
Mengatasi Beban HR di Era Disrupsi
Puan Rina Sarif, Advisor to President HC Transformation ESQ, menyoroti “Triple Burden” yang dihadapi HR: transformasi digital, krisis kesehatan mental, dan perubahan sistem kerja.

“MGM hadir sebagai enabler dengan akurasi 97-99%, menggeser peran HR dari koordinasi rutin menjadi arsitek budaya,” paparnya.
Sistem ini memberdayakan karyawan untuk memantau perkembangan mereka sendiri melalui percakapan berbasis data setiap 30 hari.
Presisi Ilmiah untuk Pertumbuhan Manusia
Madyastha Aji Bhirawa, Clinical Psychology Specialist & Dosen Psikologi Universitas Ary Ginanjar, menekankan MGM sebagai Personal Growth Navigation System yang valid secara ilmiah dan legal.

“Ini bukan sekadar tes kepribadian, tetapi alat navigasi pertumbuhan yang memampukan HR melihat heat map prioritas organisasi tanpa ‘tebak-tebakan’,” ungkap Aji.
Sharing Experience : Revolusi dalam Pengembangan Talenta
Dr. Tri Widodo Wahyu Utomo (LAN RI) menyebut MGM sebagai terobosan untuk memetakan keunikan 6,5 juta ASN secara presisi, mentransformasi birokrasi tradisional menjadi adaptif.
Perwakilan BCA Syariah mengapresiasi MGM sebagai solusi yang memangkas beban administratif sekaligus menjadi instrumen muhasabah untuk kesadaran mandiri karyawan, dengan monitoring real-time tanpa menghilangkan jati diri individu.
Perwakilan PT Mitra Tanjung Lestari Berau Coal menyatakan MGM merevolusi TNA di industri pertambangan dari proses manual yang lamban menjadi personal, cepat, dan akurat untuk pengambilan keputusan strategis.
Kehadiran pimpinan dari berbagai instansi seperti Lion Air, BioFarma, hingga Kementerian Koperasi menguatkan posisi MGM sebagai standar baru pengembangan talenta nasional.
Menyongsong Indonesia Emas 2045, Ary Ginanjar menekankan kunci utama adalah pengembangan manusia yang tepat sesuai keunikan masing-masing.
Peluncuran MGM menegaskan posisi ESQ sebagai korporasi yang terus berinovasi menghadirkan solusi berdampak untuk masa depan talenta Indonesia.
Selengkapnya ada di sini (Klik Youtube)


