ESQNews.id, MAJALENGKA - Selain dikenal sebagai taman nasional, Gunung Ciremai menyimpan rahasia geologis yang mengejutkan.
Dalam tinjauan vulkanologi, gunung berapi tipe A yang berbentuk kerucut (strato) dan berdiri soliter ini ternyata telah tiga kali berganti rupa akibat aktivitas vulkanismenya sendiri, yang berlangsung sejak jutaan tahun lalu!
Berdasarkan data Kementerian ESDM, pertumbuhan aktivitas vulkanik di area Ciremai diawali oleh Gunung Putri, disusul oleh Gunung Geger Halang, barulah kemudian lahir Gunung Ciremai yang kita kenal sekarang.
Tiga Generasi Pembentuk Ciremai:
– Generasi Pertama (Jutaan Tahun SM – 11.500 SM): Gunung Putri.
Cikal bakal Ciremai berasal dari vulkanisme era Plistosen yang membentuk Gunung Putri. Jejak gunung purba ini, yang sempat menghasilkan aliran lava, masih bisa dilihat di Desa Sukamukti, Kuningan.
– Generasi Kedua (11.500 SM – 10.000 SM): Kaldera Geger Halang.
Peristiwa magmatik vulkanisme kemudian membentuk Geger Halang, yang diyakini berwujud kaldera (kawah raksasa).
Kaldera yang melingkar dari blok Gunung Putri, ke Sukageri dan memanjang di sepanjang dinding selatan, hingga puncaknya yaitu Kawah Burung, bertahan selama 500 tahun sebelum akhirnya runtuh diterjang aliran lava, awan panas, dan jatuhan piroklastik.
– Generasi Ketiga (Mulai 10.000 SM) Hingga Kini: Gunung Ciremai.
Di masa Holosen, vulkanisme terbaru pun muncul, menumbuhkan Gunung Ciremai di sisi utara reruntuhan Kaldera Geger Halang, dengan total ketinggian mencapai 3078 mdpl.
Jadi, meskipun ‘menyendiri’ dan tampak tenang, Gunung Ciremai adalah hasil evolusi geologis dramatis yang melibatkan tiga gunung api pendahulu selama jutaan tahun sejarah bumi. [infomjlk]


