Senin, H / 02 Februari 2026

Kilas Balik 1937, Ketika Letusan Gunung Ciremai Menggemparkan Hindia Belanda!

Jumat 07 Nov 2025 07:55 WIB

Author :Kontributor

Tangkapan Layar

Foto: Infomjlk

ESQNews.id, JABAR - Gunung Ciremai, gunung tertinggi di Jawa Barat (3.078 Mdpl), punya sejarah panjang sebagai gunung berapi aktif. Salah satu babak paling dramatis terekam pada tahun 1937, yang mana aktivitasnya saat itu menjadi berita utama di berbagai surat kabar Hindia Belanda.


Pada Juni 1937, dilaporkan terjadi letusan ringan dari Gunung Ciremai yang mengeluarkan asap tebal dan terasa hingga Linggarjati.


Kejadian ini disertai hujan abu dan suara gemuruh yang terdengar sampai Argalingga, Majalengka. Meski penduduk awalnya tenang, ledakan awal membuat warga ketakutan, membentuk beberapa lubang kawah baru di utara dan selatan gunung.


Aktivitas vulkanik yang intens ini, dengan uap, abu, dan ledakan yang sesekali melontarkan batu menyebabkan vegetasi di dinding kawah mati.


Pemerintah Hindia Belanda sigap mengirimkan ahli Vulkanologi, Dr. Neumann, untuk investigasi. Neumann mengamati titik-titik erupsi baru yang memuntahkan abu dan batu, bahkan mengubah bentuk danau kawah menjadi lubang besar.


Puncaknya, pada 9 Juli 1937, terjadi letusan baru yang lebih dahsyat, memaksa penduduk di beberapa desa mengungsi.


Neumann melaporkan adanya empat titik letusan baru dan retakan di dinding kawah.


Merespons situasi ini, Pemerintah Hindia Belanda menetapkan zona berbahaya sementara dan membangun pos peringatan setelah berdiskusi dengan para Bupati terkait.


Beberapa bulan kemudian, di bulan Desember 1937, letusan kembali terjadi.


Peneliti lain, Dr. Stehn, melaporkan letusan berkepanjangan yang menyebabkan bertambahnya lubang, merusak tambak ikan dan sawah, bahkan mengganggu pasokan air di beberapa mata air.


Ciremai sendiri memiliki riwayat erupsi sejak 1698. Namun, saat ini, Gunung Ciremai telah menjadi hutan konservasi sejak 2004.


Menurut Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), aktivitas vulkanik Ciremai saat ini tergolong aman dan berada di Level I (Normal).


Sumber: Detik Jabar/Fahmi Labibinajib. Diolah dari berbagai laporan surat kabar Hindia Belanda mengenai Letusan Gunung Ciremai 1937 dan data TNGC/MAGMA Indonesia.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA