Minggu, H / 01 Maret 2026

Status Rentang Siaga! Wilayah Ligung hingga Indramayu Terdampak Luapan Sungai Cimanuk

Sabtu 31 Jan 2026 03:12 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Infomjlk

ESQNews.id, MAJALENGKA — Peningkatan debit air Sungai Cimanuk yang signifikan pada pekan terakhir Januari 2026 mengakibatkan luapan di sejumlah wilayah utara Kabupaten Majalengka. 


Berdasarkan data pencatatan di Bendung Rentang, Jatitujuh, debit air mencapai puncaknya di angka 921,631 meter kubik per detik pada Sabtu (24/1/2026) pukul 03.00 WIB. 


Angka tersebut menempatkan status Sungai Cimanuk pada level Siaga, mengindikasikan bahwa volume air yang melintas telah melampaui batas normal kapasitas sungai.


Lonjakan debit air ini berdampak langsung pada kondisi tanggul di wilayah hilir yang tidak mampu menahan tekanan arus deras. 


Di Kecamatan Ligung, khususnya Desa Wanasalam, air sungai melimpas dan menjebol tanggul di Blok Muara hingga mengakibatkan genangan di area pemukiman. 


Sekitar 200 unit rumah dilaporkan terendam, yang memaksa sebagian warga untuk melakukan evakuasi ke lokasi yang lebih aman guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.


Selain merendam pemukiman, dampak luapan juga melumpuhkan sektor pertanian dan aksesibilitas wilayah. 


Di Desa Sukawera, khususnya Dusun Cimuncang, laporan lapangan per Kamis (29/1/2026) mencatat seluas 50 hektare lahan persawahan produktif terendam banjir. 


Genangan air yang bertahan dalam durasi cukup lama ini berpotensi menyebabkan gagal panen (puso), serta sempat memutus akses jalan penghubung antar-dusun akibat tertutup material lumpur yang terbawa arus.


Eskalasi dampak luapan Sungai Cimanuk ini turut tercatat oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu di wilayah hilir. 


Pada rentang waktu yang sama, instansi terkait melaporkan adanya kerusakan infrastruktur berupa tanggul jebol di empat titik yang tersebar di Kecamatan Kertasemaya dan Sukagumiwang.


Kerusakan ini memicu banjir yang memperluas area terdampak hingga ke wilayah pemukiman di kabupaten tetangga tersebut.


Tingginya volume air yang melintas di Sungai Cimanuk saat ini menuntut kewaspadaan bersama untuk mencegah dampak yang lebih luas.


Masyarakat di sepanjang bantaran sungai diharapkan tetap berhati-hati memantau situasi, sementara instansi terkait perlu memastikan langkah penanganan yang tepat dalam menghadapi kondisi debit air yang masih fluktuatif ini. [infomjlk]


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA