Minggu, H / 19 April 2026

Sinergi Integritas dan Spiritual: Strategi KPP Madya II Jakarta Selatan Melampaui Target Penerimaan Negara

Kamis 12 Mar 2026 14:47 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Suasana khidmat dan penuh energi menyelimuti Lantai 8 Gedung Bursa Efek Indonesia (IDX) pada Rabu, 11 Maret 2026. Puluhan pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya II Jakarta Selatan berkumpul bukan sekadar untuk koordinasi teknis, melainkan untuk melakukan "recharge" mental dan spiritual bersama Founder ESQ, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian.


Kegiatan Pembinaan Mental Pegawai ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat integritas di tengah tantangan ekonomi global. Prof. Ary Ginanjar menekankan bahwa kepatuhan pajak, termasuk pelaporan SPT Tahunan, harus dilihat melampaui kewajiban administratif.


"Melaporkan SPT adalah wujud integritas dan tanggung jawab moral kita sebagai warga negara. Fondasi negara yang sejahtera berakar dari pajak yang kuat dan kesadaran spiritual para pengelolanya," ujar Prof. Ary di hadapan peserta yang antusias.


Dalam sesi yang inspiratif, Prof. Ary mengulas balik sejarah dua dekade lalu saat bekerja sama dengan Dirjen Pajak kala itu, Hadi Purnomo.


Ia membuktikan bahwa ketika instrumen spiritual (ESQ) digunakan untuk menyatukan hati para pemimpin pajak se-Indonesia, target penerimaan yang dianggap mustahil justru berhasil tercapai.


Hal ini diamini oleh Muhammad Faiz, Kepala Kantor KPP Madya II Jakarta Selatan II. Faiz, yang telah mengenal metode Prof. Ary selama 20 tahun, meyakini bahwa keberhasilan kolektif hanya bisa dicapai jika setiap individu memiliki kebahagiaan dunia dan akhirat.


"Keberhasilan itu milik kita bersama. Saya ingin nilai-nilai ini dipraktikkan di kantor, di rumah, hingga di lingkungan sosial agar DJP semakin sukses dan Indonesia maju," tegas Faiz.


Pelatihan ini juga memperkenalkan teknik praktis pengelolaan kondisi mental melalui konsep GKF (Gerak, Kata, dan Fokus). 


Ellen, Kepala Seksi Penjaminan Kualitas Data, mengaku mendapatkan vision baru. Menurutnya, pencapaian target tidak cukup hanya dengan kompetensi teknis.


"Kita butuh energi yang berlipat ganda. Melalui penyelarasan Gerak, Kata, dan Fokus, hambatan kerja menjadi lebih ringan dan kita optimis melampaui target yang ditetapkan," jelas Ellen.


Senada dengan Ellen, Arnold Wibowo, Kepala Seksi Pengawasan III, menyoroti pentingnya afirmasi positif. Ia berharap metode mental state ini dapat ditularkan ke KPP lain di seluruh Indonesia guna membangkitkan semangat pejuang pajak dalam mengawal penerimaan negara.


Menariknya, acara ini juga dihadiri oleh mahasiswa Universitas Ary Ginanjar (UAG University), seperti Muhammad Afi Bintang Perdana dan Raisya Shizuka. 


Mereka berkesempatan melihat langsung bagaimana teori Growth Mindset dan Vision Board diimplementasikan secara nyata di dunia kerja.


"Melihat langsung bagaimana pimpinan KPP merencanakan syukuran bahkan sebelum target tercapai adalah bukti kekuatan visualisasi dan keyakinan. Ini pelajaran lapangan yang luar biasa berharga bagi kami," ungkap Afi Bintang.


Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama untuk menjaga integritas dan profesionalisme demi mencapai target penerimaan negara dengan semangat "Pajak Kuat, Indonesia Sejahtera."


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA