Senin, H / 02 Februari 2026

Persiapan 2 Tanah Suci Masjidil Haram dan Nabawi dalam Menyambut Kedatatangan Jamaah Umroh Indonesia serta Negara Lainnya

Selasa 11 Jan 2022 09:46 WIB

Reporter :EDQP

Ilustrasi

Foto: islamichelp.org.uk

ESQNews.id, JAKARTA - Kedatangan jamaah umroh asing diperkirakan akan meningkat besar dalam tiga bulan mendatang, yang berakhir dengan Ramadhan, yang merupakan puncak musim umroh tahunan.

 

Saeed Bahashwan, Anggota Komite Nasional Penyelenggaraan Ibadah Haji, Umroh, dan Kunjungan, mengatakan sektor jasa umroh mengharapkan peningkatan besar jumlah jamaah haji yang datang dari luar negeri selama tiga bulan ke depan yaitu Rajab, Syaban dan Ramadhan.


Dia menghubungkan ini dengan persiapan rumit yang sedang berlangsung dari sejumlah negara untuk mengirim peziarah mereka ke Mekkah. Negara-negara tersebut termasuk Indonesia, Pakistan, India, Mesir, Tunisia, Aljazair, Uzbekistan dan Libya, Al Arabiya.net melaporkan.


Bahashwan mengatakan, sebanyak 201 perusahaan dan lembaga umroh berlisensi disiapkan untuk memberikan layanan terbaik bagi para jamaah sejak kedatangan mereka hingga keberangkatan mereka ke tanah air, setelah melakukan ritual umroh dengan mudah dan nyaman.

 

Dia menekankan kesiapan perusahaan dan lembaga layanan umroh untuk memberikan layanan dan keramahan yang luar biasa kepada para jamaah, termasuk hotel, transportasi dan katering, dan itu sesuai dengan protokol kesehatan virus corona.



Saudi Gazette memberitakan, Implementasi sistem elektronik yang efektif untuk mendapatkan izin yang dikeluarkan untuk melakukan umroh, shalat di Masjidil Haram di Mekkah serta Rawdah Syarif di Masjid Nabawi di Madinah, dan mengunjungi makam Nabi, mengatur pengaturan untuk kelancaran arus jamaah haji, dengan protokol virus corona sangat berperan dalam peningkatan jamaah, kata Bahashwan.


 <more>


Dia juga mencatat bahwa hal ini akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pemulihan sektor umroh dan selanjutnya kenaikan tingkat hunian hotel dan fasilitas perumahan, serta peningkatan kegiatan komersial dalam hal transportasi, restoran, belanja dan sektor jasa lainnya di kota suci Makkah dan Madinah.


Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah menekankan bahwa jemaah umrah, pengunjung dan jemaah harus sepenuhnya mematuhi tindakan pencegahan terhadap virus corona dengan memakai masker dan menjaga jarak sosial di Dua Masjid Suci untuk melindungi jemaah dari penularan infeksi.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA