Jumat, H / 20 Maret 2026

Trainer ESQ Bagikan Tiga Tips Memaksimalkan Ibadah saat Ramadhan dengan Kecerdasan Emosional

Sabtu 28 Feb 2026 22:36 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Media massa

ESQNews.id, TANGSEL - Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, umat Islam diajak untuk menjadikan Ramadhan bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi sebagai momentum perbaikan diri yang lebih bermakna dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Seorang Trainer dari ESQ, Trie Setiatmoko atau yang biasa dikenal dengan Tiko, membeberkan tips memaksimalkan momentum bulan Ramadhan dengan ibadah. Berbeda dengan kebanyakan yang orang tau, Tiko melakukannya dengan pendekatan kecerdasan emosional atau emotional spiritual quotient (ESQ).

“Hari ini saya berbagi dua hal ya untuk hikmah ataupun tips-tips menghadapi Ramadhan ini supaya Ramadhan ini jadi Ramadhan yang lebih baik atau berbeda dibandingkan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya,” ungkapnya dalam kegiatan Pesantren Kilat Ramadhan Komisi Pendidikan dan Kaderisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Masjid al-Mau’idzah Hasanah, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, Sabtu (28/2/2026).

Pertama, menjadikan Ramadhan sebagai “pit stop” atau “rest area” kehidupan. Menurut Tiko, Ramadhan diibaratkan sebagai tempat persinggahan untuk merenung, berkontemplasi, dan melakukan refleksi diri secara mendalam.

Refleksi tersebut, kata dia, dapat dilakukan salah satunya dengan mengingat kembali dosa-dosa yang telah diperbuat serta membangun kesadaran untuk memperbaikinya.

Agar dosa-dosa mendapat ampunan, umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan setiap waktu di bulan Ramadhan dengan memperbanyak istighfar. Amalan ini dinilai sebagai langkah konkret dalam proses pembersihan diri dan pendekatan kepada Allah SWT. 

“Refleksi diri, salah satunya adalah tentu dengan mengingat dosa-dosa kita. Nah supaya dosa kita terampuni, maka tipsnya apa? Manfaatkan setiap waktu itu dengan beristighfar. Nah jadi itu tips yang pertama,” ujarnya.

Kedua, adalah dengan menjaga level energi tetap positif selama menjalankan ibadah Ramadhan. Menurutnya, terdapat tiga aspek utama yang perlu diperhatikan, yakni gerak, kata, dan fokus pikiran, yang kemudian biasa dikenal dengan GKF.

Konsep GKF disebut Tiko sudah selaras dengan ajaran Islam dalam berbagai ibadah. Gerak tercermin dalam aktivitas fisik seperti shalat dan amalan lainnya.

Kata-kata terwujud dalam doa dan dzikir yang senantiasa dilantunkan. Sementara fokus bermakna meluruskan niat serta memusatkan tujuan ibadah hanya kepada Allah SWT.

Ia juga menambahkan, perkembangan penelitian modern, termasuk dalam bidang neuroscience, menunjukkan pentingnya keselarasan antara gerakan tubuh, ucapan, dan fokus pikiran dalam membentuk energi positif. Hal ini, menurutnya, telah lebih dahulu diajarkan dalam ajaran Islam.

“Nah apa sih yang bisa kita lakukan untuk tetap positif itu tiga hal. Gerak kita, kata-kata kita, dan juga fokus pikiran kita. Nah disingkat dengan GKF. Itu tips yang sebenarnya Allah sudah ajarkan kepada kita,” jelasnya.

Dengan demikian, Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum transformasi diri melalui refleksi mendalam, istighfar yang konsisten, serta pengelolaan energi positif melalui gerak, kata, dan fokus yang selaras.

Diharapkan melalui dua langkah tersebut, Ramadhan tahun ini dapat menjadi Ramadhan yang lebih baik dan berbeda dibandingkan Ramadhan-Ramadhan sebelumnya.

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal MUI bidang Pendidikan, Prof Armai Arif menyebut, Pesantren Kilat Ramadhan dilaksanakan bekerjasama dengan ESQ, suatu lembaga yang bergerak di bidang pelatihan dan pendidikan berbasis pada kecerdasan emosional dan spiritual.

Menurut Prof Armai, tujuan kerja sama tersebut dalam rangka memberikan pembinaan ekstensif kepada para peserta di bidang penguatan spritualitas, intelektualitas, serta kemampuan mengolah kecerdasan emosional.

“Kemudian kita tambah kerja sama dengan ESQ. Di ESQ itu melakukan pembinaan spiritualitas, intelektualitas, kemudian emosional, dan sosial. Nah itu kita kasih waktu dua jam sampai tiga jam untuk khusus ESQ,” jelasnya, melansir dari media massa.

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA