Senin, H / 02 Februari 2026

Komentar Mengejutkan dari Seorang Peserta Training ESQ di MA

Sabtu 29 Aug 2020 21:33 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

30.000 Warga Peradilan serentak ikuti Pembekalan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Sekitar 30.000 warga peradilan dari seluruh Indonesia berkesempatan hadir di pada acara virtual pada Sabtu, (29/8/20). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) di lingkungan Mahkamah Agung (MA). 

Hadir Ketua/Kepala, Wakil Ketua (Dr. H. Sunarto, SH., MH.), Hakim, Panitera, Sekretaris (Achmad Setyo Pudjoharsoyo, SH., M.Hum.), dan seluruh aparatur Peradilan. Termasuk 69 Calon Unit Kerja berpredikat Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). 409 unit kerja berpredikat Calon Unit Kerja Wilayah Bebas Korupsi (WBK). Hadir pula Dr. HC. Ary Ginanjar Agustian sebagai narasumber utama.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan Hymne MA dilantunkan oleh para warga peradilan, sebagai pembuka acara. Dilanjutkan oleh paparan dari Sekretaris MA RI.

“Berharap 25 tahun ke depan bahkan seterusnya cita-cita dan harapan yang diinginkan oleh seluruh Badan Peradilan di MA bisa terwujud,” ujar Achmad Setyo Pudjoharsoyo sekaligus membuka peresmian acara.

<more>

Oleh karenanya, Mahkamah Agung gandeng ACT Consulting ESQ Group, untuk membantu wujudkan impian MA tersebut. Salah satunya dengan cara memperkenalkan ilmu GKF. Apakah itu?

1. Gerak yang positif. Misalnya sudah membuat keputusan yang adil, mengucapkan kata-kata yang positif. Lalu gerakkan bagian tubuh, seperti tangan mengepalkan palu saat hendak memukul, tanda sidang telah diputuskan dengan hasil yang sebaik-baiknya.

2. Kata-kata yang positif. Ucapkan dengan lantang 8 tata nilai Mahkamah Agung. Seperti: saya jujur, saya adil, saya tidakberkepihakkan. 

3. Fokus pada tujuan yang lebih besar. Jangan panik dalam membuat keputusan. Fokuskan diri kalian. Di saat merasa tenang, lalu buatlah keputusan dengan sangat adil

“Anda harus yakin dan percaya bahwa Anda adalah Al-Hakam yang memutuskan atau menentukan Hukum. Mewakili sifat Tuhan Al-Adl atau keadilan. Anda mulia, dengan tujuan yang mulia. Mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Ary.

Ilmu yang dijelaskan secara gamblang oleh Ary Ginanjar itu bisa menyentuh hati 30.000 warga peradilan. Satu di antaranya terlihat dari sebuah komentar dari seorang Hakim.

Pria bernama Robert Simorangkir itu mengatakan, “Tuhan, saya Hakim. Warga pengadilan, penegak keadilan. Mohon ampun karena sudah banyak salah, banyak keliru. Telah mengubur moralitas dan keadilan terlalu dalam. Ampunilah ya Rabbi, ya Tuhanku, ampuni.”



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA