Senin, H / 02 Februari 2026

Pangot

Rabu 29 Jun 2022 08:36 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: reviewed.com

Oleh: Mushlihin


ESQNews.id, JAKARTA - Istilah Pangot berasal dari bahasa Jawa. Pangot adalah lading alias pisau yang bagian pucuknya runcing.


Saya membeli pangot atas dasar suka sama suka melalui adik ipar. Ia berasal dari Sambogunung yang terkenal akan pandai besi. Harganya terjangkau, saya kadang diberi diskon bahkan gratis. Padahal pangot buatan keluarganya sangat tajam.


Saya menggunakan pangot untuk menyembelih dan mengiris hewan kurban 1441 H. Saya teringat buku M. Quraish Shihab yang berjudul "Islam yang Saya Anut".


Nabi SAW berpesan, Penyembelih kudu mengasah pisau sehingga tajam agar hewan kurban segera menghembuskan nafas. Profesor M. Quraish Shihab menambahkan, "Bagaimana pun, hewan harus disayangi dan diperlakukan dengan baik karena hewan juga makhluk hidup yang merasa."


<more>


Gayung bersambut jelang kurban 1443 H. Seorang sahabat memesan pangot, "Pak nitip beli pisau yang tajam untuk ngiris daging, ukuran sedang aja."


Pesan tersebut saya sampaikan. Tiga hari kemudian adik mengabari pangot sudah selesai dan harganya tujuh puluh ribu rupiah. Saya bersecepat mengambilnya dan mengantarkan ke pemesan serta menunjukkan harganya.


Pemesan sangat gembira. Karenanya beliau membayar sembilan puluh lima ribu rupiah. Malahan beliau memesan lagi pangot untuk menyembelih kambing.


Saya pun menghubungi adik. Empat hari kemudian bakda asar pangot diserahkan kepada saya. Harganya seratus ribu. Bakda magrib saya mengantarnya ke rumah pemesan. Alhamdulillah saya dibayar seratus dua puluh lima ribu rupiah.




Setelah itu saya memperoleh pelajaran. Jual beli diperlukan untuk memenuhi hajat kehidupan. Setiap orang boleh melakukan jual beli. Syaratnya atas dasar suka sama suka. Insyaallah beruntung.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA