Selasa, H / 02 Juni 2026

Nongkrong Tanpa Asap & Live Music: Sensasi Tenang dan Estetik di Sedjati Coffee Majalengka

Kamis 30 Apr 2026 04:08 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, MAJALENGKA - Lanskap industri kreatif dan kuliner di Kabupaten Majalengka semakin bergeliat. Menjawab tingginya pertumbuhan pasar dan permintaan akan ruang komunal yang berkualitas, Sedjati Coffee hadir membawa warna baru.


Berlokasi strategis di pusat kota, tepatnya di Jl. Raya K.H. Abdul Halim No. 165, kedai kopi bernuansa modern-futuristik ini sukses mencuri perhatian sejak melakukan soft launching pada 29 April 2026, disusul grand launching pada 15 Mei 2026.


Sedjati Coffee siap menjadi episentrum baru bagi anak muda, pekerja kantoran, hingga keluarga.


Komitmen Unik: Bebas Asap Rokok & Tanpa Live Music


Satu hal yang menjadi daya tarik utama dan mendapat apresiasi tinggi dari masyarakat adalah komitmen tegas Sedjati Coffee sebagai kawasan bebas asap rokok (no smoking) di dalam ruangan, serta keputusan untuk tidak menyediakan alunan live music.


Konsep ini sengaja diterapkan demi menjaga udara tetap bersih dan sehat. Di saat yang sama, suasana ini menciptakan ruang yang aman, tenang, dan sangat kondusif, baik untuk bertukar cerita maupun fokus bekerja (Work from Cafe).


Daya tarik unik ini pula yang memikat tiga sekawan: Elsi, Neneng, dan Ida. Perkenalan mereka dengan Sedjati Coffee bermula dari ketidaksengajaan seminggu lalu setelah menyantap makanan di dekat kawasan GGM.


Mata mereka tertuju pada sebuah bangunan estetik dengan logo kopi yang ikonik.


Rasa penasaran mereka kian memuncak saat visual Sedjati Coffee berseliweran di For Your Page (FYP) TikTok. Tanpa pikir panjang, video tersebut langsung dibagikan ke grup obrolan mereka.


"Kami langsung share dan sepakat untuk hangout ke sini. Benar-benar penasaran dengan menunya, rasanya, dan seperti apa tempatnya," ujar Elsi antusias.


Kesan Pertama yang Hangat & Bersahabat


Langkah pertama memasuki Sedjati Coffee langsung disambut dengan impresi yang hangat. Sebagai pelanggan yang baru pertama kali berkunjung, tiga sekawan ini sempat kebingungan mengenai alur pemesanan.


Namun, kesigapan para staf bar langsung mencairkan suasana.


"Pelayanannya masya Allah, ramah-ramah sekali. Kami sempat bingung mau pesan apa dan bagaimana prosedurnya, tapi dari depan sudah langsung disambut, diarahkan, dan diberikan rekomendasi menu yang bagus," ungkap Neneng.


Menariknya, meski momen kunjungan mereka bertepatan dengan masa "tanggal tua" di akhir bulan, ketiganya kompak sepakat bahwa harga yang ditawarkan Sedjati Coffee masih sangat ramah di kantong dan terjangkau untuk kualitas hidangan yang premium.


Karena pengalaman berkesan ini, mereka tidak ragu untuk membagikan momen kunjungan tersebut ke media sosial.


Bagi mereka, merekomendasikan tempat sekondusif ini kepada teman-teman pencinta kopi adalah hal yang menyenangkan.


Sinergi Alumni ESQ: Bisnis dengan Dampak Sosial


Di balik konsepnya yang matang, Sedjati Coffee diinisiasi oleh Gilang Permana Putra, seorang pemuda sekaligus alumni program Second Generation ESQ Business School.


Untuk mengeksekusi sisi operasional dan produk, Gilang menggandeng Muhamad Wijanarko, yang juga merupakan alumni dari program yang sama, untuk bertindak sebagai motor penggerak di area Research & Development (R&D).


Melalui program pendidikan khusus yang melatih para penerus bisnis agar matang secara kepemimpinan, emosional, hingga spiritual tersebut, keduanya berkolaborasi melahirkan sebuah bisnis yang tidak sekadar mengejar profit.


Lebih dari itu, Sedjati Coffee berkomitmen untuk membawa dampak sosial yang nyata bagi pertumbuhan perekonomian lokal di Majalengka.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA