Kamis, H / 23 Juli 2026

Menempuh Rute Panjang, Ini Pola Berkendara dan Istirahat Pemudik

Rabu 22 Jul 2026 07:11 WIB

Author :Kontributor

Tangkapan Layar

Foto: Jakpat

ESQNews.id, JAKARTA - Mudik Lebaran 2026 kembali menggerakkan jutaan masyarakat secara serentak ke kampung halaman. Padatnya arus lalu lintas membuat aktivitas berhenti sejenak untuk melepas lelah menjadi kebutuhan utama sepanjang perjalanan. 


Jakpat melakukan riset untuk mengetahui tren mudik Lebaran 2026 jalur darat dari barat ke timur. Laporan yang melibatkan 500 responden ini hadir untuk memotret tren pergerakan dan kebiasaan istirahat para pemudik. 

 

Profil Perjalanan Pemudik dari Moda hingga Tujuan


Tujuh dari 10 responden mengaku mudik dengan mobil pribadi. Transportasi darat lain yang digunakan adalah bus (21%) dan mobil travel (7%). Terkait rute, lebih dari setengah mengaku melewati Tol Trans Jawa secara penuh (56%). Sementara, 44% melewati jalur kombinasi tol dan non-tol. 


Durasi perjalanan mudik bervariasi dengan rerata 10 jam. Sebanyak 27% responden menempuh perjalanan selama 3-5 jam. Satu dari 4 pemudik menempuh perjalanan 9-12 jam. Sejumlah 46% responden mengaku berhenti 2-3 kali selama perjalanan mudik Lebaran 2026, menunjukkan kecenderungan untuk mengambil jeda secara berkala.


Jawa Tengah Utara menjadi tujuan mudik paling banyak dengan perolehan 19%. Wilayah destinasi mudik terbanyak lainnya adalah Jawa Tengah Solo Raya (18%) dan DI Yogyakarta (14%). 

 

Kebutuhan Pemudik Selama Berhenti di Jalur Perjalanan


Beragam aktivitas dilakukan saat perjalanan mudik. Semua responden mengaku singgah ke tempat istirahat (rest area). Kemudian, mayoritas juga mampir membeli makanan atau minuman (78%) serta beribadah di tempat ibadah (76%). Selain itu, ada juga yang mendengarkan musik/radio (76%) dan mengakses media sosial (73%). 




Secara umum, keputusan pemudik dalam memilih tempat berhenti sangat didominasi oleh faktor ketersediaan fasilitas dasar dan aspek kebersihan. Toilet yang memadai menjadi pertimbangan paling utama (74%), diikuti oleh keberadaan musala (72%) dan kebersihan fasilitas (65%).


Data itu sejalan dengan temuan Jakpat dimana mayoritas pemudik memanfaatkan rest area untuk memenuhi kebutuhan dasar fisik dan kendaraan mereka selama perjalanan.


Fasilitas sanitasi dan ibadah menjadi yang paling banyak dikunjungi, dengan toilet umum menempati posisi teratas (81%), disusul musala (76%). Fasilitas lain yang juga banyak dikunjungi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan tempat makan (restoran, kafe, dll.) dengan persentase masing-masing 69%. 


"Mayoritas pemudik saat ini menempuh perjalanan berjam-jam bersama keluarga menggunakan kendaraan pribadi. Karena perjalanan berlangsung cukup panjang, titik singgah memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung kenyamanan selama perjalanan.


Hal ini tercermin dari tingginya ekspektasi pemudik terhadap fasilitas yang mampu memenuhi kebutuhan esensial, baik secara fisik maupun spiritual, seperti toilet yang bersih, area istirahat yang nyaman, serta tempat ibadah yang memadai," ucap Lead ResearcherJakpat, Farida Hasna.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA