Senin, H / 31 Agustus 2026

Bukan Sekadar Ospek, 3.500 Mahasiswa Baru Universitas Esa Unggul Borong Pembekalan Diri lewat Training ESQ

Senin 31 Aug 2026 16:53 WIB

Editor :EDQP

tangkapan layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, JAKARTA — Memasuki dunia perguruan tinggi bukan hanya soal mengejar indeks prestasi. Bagi ribuan mahasiswa baru Universitas Esa Unggul, langkah pertama sebagai mahasiswa justru dimulai dengan pembekalan karakter, kesadaran diri, hingga penguatan nilai kebangsaan.


Sekitar 3.500 mahasiswa baru Universitas Esa Unggul mengikuti program Pembekalan Karakter melalui Training ESQ yang digelar secara bertahap pada 19–21 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di tiga lokasi kampus Universitas Esa Unggul, yakni Tangerang, Bekasi, dan Jakarta.




Program ini dirancang sebagai fondasi awal bagi mahasiswa sebelum menjalani kehidupan akademik dan sosial di lingkungan perguruan tinggi. 


Universitas Esa Unggul menggandeng ESQ sebagai mitra pendamping dalam memberikan pembekalan yang menitikberatkan pada penguatan karakter, integritas, tanggung jawab, kesadaran diri, serta nilai-nilai kebangsaan.


Tidak hanya berbicara mengenai pencapaian akademik, pembekalan tersebut juga mengajak mahasiswa memahami bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.




Rangkaian pembekalan dilaksanakan selama tiga hari dengan pembagian lokasi serta trainer ESQ berlisensi dari Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian sebagai berikut di antaranya, tanggal 19 Agustus 2026 (Kelas Tangerang) dipandu oleh Coach Syaiful dan Coach Rudi, 20 Agustus 2026 (Kelas Bekasi) dipandu oleh Coach Sandi dan Coach Adek serta 21 Agustus 2026 (Kelas Jakarta) dipandu oleh Coach Syaiful dan Coach Rudi.




Melalui training ESQ, mahasiswa diajak tidak hanya mengenali lingkungan baru di perguruan tinggi, tetapi juga melakukan refleksi terhadap diri sendiri. 


Salah satu pesan yang mengemuka dalam pembekalan adalah pentingnya memahami diri sendiri sebelum menentukan arah kehidupan dan kepemimpinan di masa depan.




Bagi mahasiswa baru, materi tersebut rupanya meninggalkan kesan yang kuat.


Valia, mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika, mengaku mendapatkan pengalaman positif setelah mengikuti training.


“Saya sangat senang, karena hari ini saya juga mendapatkan banyak teman. Dengan kegiatan ini, saya juga makin menambah ilmu.”


Menurut Valia, salah satu materi yang paling berkesan adalah pembahasan mengenai memahami diri sendiri. Ia pun mulai melihat pentingnya pengembangan diri sejak awal memasuki perguruan tinggi.


“Rencana ke depannya, saya ingin mengembangkan bakat saya dan menjadi pemimpin.”


Hal senada disampaikan Zalinda Danis Prasetya, mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika. 


Ia menilai training tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperluas wawasan.


“Jujur seru banget, karena saya jadi mempunyai banyak wawasan dan menambah banyak ilmu di training kali ini.”


Bagi Zalinda, pembahasan mengenai manusia yang belum sepenuhnya memahami dirinya sendiri menjadi salah satu materi yang paling membekas.


“Kita belum memahami diri kita sendiri. Itu yang paling berkesan buat saya.”


Dari pembelajaran tersebut, ia ingin menjadikan masa kuliah sebagai momentum untuk melakukan perubahan pribadi.


“Saya ingin mengubah diri saya untuk menjadi lebih baik. Saya ingin menjadi pemimpin seperti yang sudah dipaparkan tadi. Saya juga ingin mengajak teman-teman saya untuk melakukan hal yang sama.”


Antusiasme juga dirasakan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat, Tiara Febrianti.


Ia mengaku mendapatkan suasana yang menyenangkan sekaligus wawasan baru selama mengikuti kegiatan.


“Happy, banyak wawasan juga.”


Dari berbagai materi yang diberikan, Tiara paling terkesan dengan sesi mengenai cara merealisasikan impian, khususnya melalui proses menuliskan dan memvisualisasikan tujuan yang ingin dicapai.


“Dari situ aku belajar untuk bisa menuliskan dan memvisualisasikan impian aku sendiri.”


Bagi Tiara, materi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang training. Ia berencana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


“Aku bakal nulis impian aku dan memvisualisasikan juga impian aku, supaya one day siapa tahu nanti bakal kejadian.”


Menyiapkan Mahasiswa yang Unggul Sekaligus Berkarakter




Pembekalan karakter ini menjadi bagian dari upaya Universitas Esa Unggul menyiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan kehidupan kampus dengan fondasi nilai yang kuat.


Melalui pendekatan training ESQ, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya integritas, tanggung jawab, kesadaran diri, pengembangan potensi, kepemimpinan, serta nilai-nilai kebangsaan. 


Edukasi mengenai bahaya narkoba juga menjadi bagian penting agar mahasiswa memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menjaga diri dari berbagai ancaman yang dapat menghambat masa depan mereka.


Konsep “VISI EMASKU” menjadi salah satu nilai yang diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menjalani perjalanan akademik maupun kehidupan sosial.


Pesan yang ingin dibangun sederhana, tetapi fundamental: perguruan tinggi bukan hanya tempat mencetak mahasiswa berprestasi secara akademik, melainkan juga ruang untuk membentuk pribadi yang memiliki arah, tanggung jawab, dan karakter.




Dengan pembekalan bagi sekitar 3.500 mahasiswa baru di Tangerang, Bekasi, dan Jakarta, Universitas Esa Unggul bersama ESQ menjadikan masa awal perkuliahan sebagai momentum untuk menanamkan fondasi tersebut.


Sebab, sebelum menjadi profesional, seorang mahasiswa perlu terlebih dahulu mengenal dirinya, memahami nilai yang diyakininya, mampu menentukan tujuan hidupnya, serta memiliki keberanian untuk menjadi pribadi yang lebih baik.


Dari ruang training, perjalanan ribuan mahasiswa baru Universitas Esa Unggul pun dimulai: bukan sekadar mengejar gelar, tetapi menyiapkan diri menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan mampu memimpin masa depan.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA