Minggu, H / 31 Mei 2026

Melukis Hati dengan Rasa Syukur: Seni Berdamai dengan Diri di Tengah Keresahan Modern

Kamis 30 Apr 2026 11:12 WIB

Editor :EDQP

Ilustrasi

Foto: AI

ESQNews.id, JAKARTA – Di tengah pusaran kehidupan modern yang menuntut kecepatan, pencapaian, dan kompetisi konstan, kejenuhan mental (burnout) kerap menjadi badai senyap yang melanda masyarakat urban.


Banyak individu mencari ketenangan hingga ke titik terjauh, menerka-nerka formula kebahagiaan, tanpa menyadari bahwa jawaban hakiki sering kali tersimpan rapat dalam kesederhanaan bersyukur.


Fenomena psikologis dan spiritual ini dikupas secara mendalam dalam episode terbaru segmen khusus Heart to Heart Podcast, sebuah produksi dari program diskusi multi-perspektif Obrolan Esensial, yang merupakan inovasi terbaru dari ESQ.


Mengusung sub-tema reflektif "Melukis Hati dengan Rasa Syukur", episode ini mempertemukan tiga figur dengan latar belakang yang kontras namun saling melengkapi untuk merajut narasi kedamaian batin.


Hadir sebagai pemantik diskusi adalah pendiri ESQ sekaligus tokoh pembangunan karakter nasional, Ary Ginanjar Agustian; praktisi manajemen human capital senior, M. Adityawarman; serta musisi legendaris sekaligus pembaca dinamika sosial, Ivanka Slank.


"Seringkali kita mencari ketenangan terlalu jauh ke luar diri kita, mengejar validasi dan materi tanpa batas. Padahal, jawaban dan muara dari seluruh pencarian itu ada pada seberapa dalam kita mampu bersyukur atas apa yang telah ada dalam genggaman," demikian petikan refleksi bersama dalam ruang diskusi tersebut.


Melalui obrolan yang mengalir intim dan jujur, ketiga tokoh membagikan pengalaman personal mereka dalam menghadapi titik nadir, rasa lelah, hingga keresahan eksistensial yang kerap melanda manusia modern.


Ivanka Slank, dengan perspektif industri kreatifnya yang dinamis, memaparkan bagaimana ruang spiritual dan rasa syukur bertindak sebagai jangkar emosional yang menyelamatkannya dari distorsi popularitas dan tekanan industri.


Sementara itu, M. Adityawarman menyoroti urgensi integrasi rasa syukur dalam etos kerja korporasi modern, di mana kesehatan mental karyawan kini menjadi pilar vital keberlanjutan sebuah institusi.


Di sisi lain, Ary Ginanjar merangkum seluruh dimensi tersebut ke dalam metodologi praktis, menjelaskan bagaimana bersyukur secara spiritual maupun ilmiah mampu mengubah arsitektur emosi manusia dari kondisi stres (flight or fight) menuju kondisi tenang dan kreatif.


Sesi ini dirancang bukan sekadar sebagai tontonan hiburan, melainkan sebuah ruang jeda kontemplatif bagi siapa saja yang merasa lelah dengan rutinitas dunia luar dan sedang mencari jawaban atas keresahan batin yang sulit diartikulasikan.


Tayangan penuh perbincangan mendalam segmen Heart to Heart: "Melukis Hati dengan Rasa Syukur" dari Obrolan Esensial ini sudah dapat diakses oleh publik secara gratis melalui platform YouTube resmi.


https://youtu.be/XqYGBApcKNA?si=NF6dd0K4AQewbcjy


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA