ESQNews.id, JAKARTA — Di tengah tantangan industri perhotelan yang kian dinamis dan penuh tuntutan, para pemimpin (leader) dituntut tidak hanya bekerja secara rutin, tetapi juga harus berani melakukan pembenahan radikal dan bertindak lebih (go the extra mile).
Komitmen inilah yang ditunjukkan dalam gelaran TRAINING ESQ PROGRAM TalentDNA Collaboration yang berlangsung penuh antusiasme di Hotel Grand Sahid Jaya pada Jumat, 25 September 2026.

Kegiatan pelatihan kepemimpinan ini dipandu langsung oleh trainer ESQ berlisensi resmi dari Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, yakni Coach Ramdani bersama Asisten Fasilitator Coach Adek.
Dalam opening speech yang membakar semangat, Herman Courbois, General Manager Hotel Grand Sahid Jaya, menekankan pentingnya mentalitas proaktif dan keberanian mencari solusi dalam menghadapi tantangan operasional.

"Rekan-rekan sekalian, terima kasih atas kehadirannya. Ini lah yang harus kita sadari, we have to be proactive. Kalau pihak luar seperti ESQ memberikan training, mereka go the extra mile untuk memastikan pesan itu tersampaikan. Di bidang perhotelan, we need to go the extra mile," tegas Herman di hadapan para peserta.

Herman juga menyoroti korelasi langsung antara kerja keras, kontribusi nyata, dan hasil yang akan diterima oleh karyawan maupun organisasi.
"Kalau mau gaji dinaikkan atau bonus ditinggikan, ya harus bekerja lebih keras lagi. Jangan minta doang kalau tidak ada hasil, it’s simple.
Jadi kita harus perbaiki dan cari solusi bersama-sama. Sebagai leader, kita harus pikirkan how can we fix it. It takes time, tapi kita harus sadar dan mau ke arah yang lebih baik.
Boleh cari masalah untuk memperbaiki, jadi jangan hanya komplain saja tanpa adanya solusi.
Jika kita lakukan itu, saya yakin Grand Sahid Jaya bisa lebih baik lagi, dan kita bisa dapat bonus serta gaji yang lebih baik lagi," tambahnya memotivasi.

Membedah Potensi Tersembunyi Lewat TalentDNA
Program pelatihan kolaboratif ini dirancang khusus untuk membekali para leader dengan pola pikir serta kemampuan kepemimpinan yang adaptif, tangguh, reflektif, dan solutif.
Melalui pendekatan berbasis bukti dan fakta, peserta diajak untuk mampu mengambil keputusan tepat dengan mempertimbangkan risiko serta tujuan organisasi.

Salah satu fokus utama dalam pelatihan ini adalah pemanfaatan TalentDNA, metode asesmen dan tes psikologis yang dikembangkan oleh pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian.
Metode ini dirancang untuk memetakan kecenderungan pola perilaku, potensi unik, serta bakat bawaan seseorang secara alami dan spontan.

Konsep TalentDNA memeta 45 tipe talenta yang bersandar pada tiga pilar utama (DNA) yakni Drive (Motivasi atau dorongan internal untuk mencapai tujuan hidup), Network (Kemampuan membangun hubungan dan pengaruh positif dengan orang lain), serta Action (Tindakan nyata dalam mengeksekusi dan menyelesaikan tugas).

Dengan pemahaman TalentDNA, organisasi dapat menempatkan setiap individu di posisi yang tepat (the right person on the right position), yang pada akhirnya dapat mendongkrak efektivitas kepemimpinan dan produktivitas tim secara signifikan.
Menerapkan 5G Leadership dan Pengendalian Diri (Growth Mindset)
Dalam sesi materi, Coach Ramdani membekali para peserta dengan konsep 5G Leadership, Self-Awareness & TalentDNA, Growth Mindset, serta Purpose at Work.
Kerangka 5 Pilar "5G Leadership" yang ditanamkan meliputi, Grand Why (Alasan mendalam dan motivasi terbesar di balik pekerjaan seseorang), Great Hope (Harapan besar dan visi optimistis menatap masa depan).
Kemudian Grind (Ketahanan, kegigihan, dan kerja keras dalam melewati proses serta hambatan), Gift (Potensi bawaan dan keunggulan unik (seperti TalentDNA) yang dimaksimalkan), dan Growth Mindset (Pola pikir bertumbuh yang selalu terbuka untuk belajar dan beradaptasi).

Coach Ramdani menekankan bahwa dalam dunia kerja banyak hal berada di luar kendali manusia (seperti perubahan ekonomi atau kebijakan).
Kunci utama keberhasilan terletak pada respon terhadap situasi, "Seorang leader harus mampu merespon setiap kejadian baik maupun buruk secara positif.
Respon yang positif akan meningkatkan energi sehingga outcome yang dihasilkan menjadi jauh lebih baik," ungkap Coach Ramdani.
Mengunci Motivasi Tertinggi: Grand Why
Pelatihan ini juga mengajak para pemimpin untuk mengevaluasi kembali motivasi kerja mereka.

Secara umum, motivasi individu terbagi ke dalam tiga tingkatan antara lain Strong Why (Berorientasi pada materi (uang, honor, bonus)), Big Why (Berorientasi pada pengakuan dan apresiasi sosial), dan Grand Why (Berorientasi pada nilai kemaslahatan, keberkahan, serta kontribusi nyata bagi sesama dan organisasi).
Dengan menanamkan Grand Why sebagai fondasi bekerja, para leader diharapkan dapat bekerja dengan high energy dan memberikan performa terbaik untuk mencapai tujuan bersama secara berkelanjutan.