Sabtu, H / 18 April 2026

Ketika Hati Belajar Melepaskan

Senin 23 Mar 2026 10:44 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Inspire 165

ESQNews.id, JAKARTA - Sore itu saya duduk di teras rumah, memandangi langit yang mulai berubah warna. Angin berhembus pelan, tetapi hati saya terasa penuh.


Ada sesuatu yang sulit saya lepaskan. Harapan yang tidak terwujud, rencana yang tidak berjalan sesuai keinginan, dan kenangan yang masih tertinggal.


Saya mencoba menguatkan diri dengan berkata, "Saya harus ikhlas."


Namun semakin saya memaksa, semakin terasa berat.


Hingga suatu malam, dalam keheningan setelah berdoa, saya berhenti melawan perasaan itu. Saya tidak lagi berusaha terlihat kuat. Saya hanya diam dan jujur pada diri sendiri.


Ternyata, melepaskan bukan tentang melupakan atau menghapus. la adalah proses menerima bahwa tidak semua hal harus kita genggam selamanya.


Saya mulai memahami bahwa apa yang pergi bukan selalu kehilangan, tetapi bisa jadi bagian dari cara Allah mengosongkan ruang untuk sesuatu yang lebih baik.


Perlahan, hati saya belajar.


Belajar bahwa tidak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik. Belajar bahwa rencana kita terbatas, sementara rencana-Nya jauh lebih sempurna.


Hari demi hari, rasa itu tidak langsung hilang. Namun ia berubah. Dari yang awalnya menyakitkan, menjadi lebih tenang.


Saya tersenyum kecil. Ternyata melepaskan bukan melemahkan, tetapi justru menguatkan.


Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering dihadapkan pada hal-hal yang tidak sesuai harapan. Kita ingin mempertahankan, padahal mungkin sudah waktunya merelakan.


Mari kita belajar melepaskan dengan lapang. Kita ikhtiarkan yang terbaik, tetapi juga percaya pada ketetapan-Nya.


Karena ketika hati mampu melepaskan, ia akan menemukan kedamaian yang selama ini dicari.


"Melepaskan bukan berarti kehilangan, tetapi memberi ruang bagi kebaikan yang lebih besar untuk datang." - Hafasa Academy


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA