ESQNews.id, MALAYSIA — Ketika hampir semua pengetahuan dapat ditemukan dalam hitungan detik melalui internet dan kecerdasan buatan, masih ada alasan yang membuat ratusan orang memilih hadir langsung dalam sebuah ruang training.
Jawabannya bukan semata-mata mencari ilmu.
Lebih dari 700 peserta berkumpul dalam ESQ Personal Transformation Program (PTP) Grand Event Level 1 di SACC Shah Alam, Malaysia, pada 22–24 Agustus 2026. Selama tiga hari, mereka mengikuti rangkaian sesi pembelajaran, inspirasi, refleksi, dan penguatan diri.
Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa proses perubahan manusia tidak selalu cukup dilakukan melalui layar.
Buku dapat memberikan pengetahuan. Video dan podcast dapat menghadirkan wawasan. Bahkan artificial intelligence kini mampu menjawab berbagai pertanyaan dalam waktu singkat.
Namun, ada satu hal yang belum dapat sepenuhnya digantikan teknologi: energi positif yang lahir dari pertemuan antarmanusia.

Ketika ratusan orang datang dengan niat yang sama, ingin belajar, bertumbuh, memperbaiki diri, dan menjadi pribadi yang lebih baik, terbentuk energi kolektif.
Energi tersebut kemudian menjadi kekuatan sosial dan emosional yang saling menguatkan.
Dalam training ESQ, suasana ruang bukan sekadar dipenuhi peserta. Setiap individu hadir membawa pengalaman, harapan, perjuangan, dan tekad masing-masing. Ketika semuanya dipertemukan dalam satu tujuan, tercipta shared energy dan shared power.
Kekuatan inilah yang diyakini dapat membantu seseorang tidak hanya memahami sesuatu secara intelektual, tetapi juga merasakan dorongan emosional dan spiritual untuk melakukan perubahan.
Momentum ESQ PTP Grand Event di Shah Alam semakin istimewa karena berlangsung berdekatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peserta diajak tidak hanya memperluas wawasan, tetapi juga melakukan refleksi mengenai iman, akhlak, tujuan hidup, serta bagaimana nilai-nilai kebaikan diterapkan dalam keluarga, pekerjaan, dan kehidupan bermasyarakat.
Pendiri ESQ, Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta yang mengikuti rangkaian training selama tiga hari.
Ia menggambarkan pertemuan tersebut bukan hanya sebagai sebuah kegiatan pelatihan, melainkan momentum bertemunya orang-orang dalam satu ikatan hati dan semangat untuk menjadi manusia yang lebih baik.
“Energi itu menular. Pilihlah berada di tempat yang membuatmu bertumbuh,” menjadi pesan penting dari rangkaian kegiatan tersebut.
Bagi ESQ, transformasi personal tidak berhenti ketika training berakhir. Tantangan sesungguhnya justru dimulai ketika peserta kembali ke rumah, tempat kerja, keluarga, dan lingkungan sosial masing-masing.
Karena itu, pengalaman selama tiga hari diharapkan menjadi pemantik untuk membawa nilai yang dipelajari ke dalam tindakan nyata.
Di tengah dunia yang semakin terdigitalisasi, ESQ melihat ada wilayah manusia yang tetap membutuhkan sentuhan manusia: hati, nilai, makna, dan spiritualitas.
Sebab, perubahan besar tidak selalu dimulai dari informasi baru.
Bisa jadi, perubahan besar justru dimulai ketika seseorang berada di lingkungan yang tepat dan mendapatkan energi positif untuk berani berubah.


