Senin, H / 02 Februari 2026

Istirahat adalah Ibadah

Sabtu 01 Nov 2025 22:56 WIB

Author :Hary Kuswanto

Ilustrasi

Foto: Dokumen Pribadi

#CeritaHK


ESQNews.id, JAKARTA - Aku masih ingat sore itu, matahari di balik jendela kantor sudah condong ke barat, tapi cahaya laptop di meja kami belum padam. Layar penuh angka, mata lelah, dan suara klik mouse seolah jadi irama kerja tanpa jeda.


“Tim, kita belum boleh pulang sebelum laporan ini selesai,” suara Pak Ade terdengar tegas dari ujung ruangan.


Tidak ada yang berani menatapnya langsung. Semua menunduk, berpura-pura sibuk dengan lembar Excel masing-masing. 


Aku menarik napas panjang, menatap jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul 20.30. Dalam hati aku bergumam, Kapan terakhir kali aku makan malam di rumah tanpa laptop di meja makan?


Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Kami bekerja seperti mesin, bahkan mesin pun mungkin lebih beruntung karena mereka punya tombol off.


Sampai suatu pagi, kabar mengejutkan datang. Rani, rekan kerja yang paling ceria di tim, pingsan di kantor. Tekanan darahnya drop, katanya. Ia sudah berhari-hari tidur cuma tiga jam. Pak Ade langsung panik, tapi reaksinya membuat kami terdiam.


“Kenapa tidak bilang dari awal kalau kamu sakit?” katanya datar, tapi matanya menyiratkan rasa bersalah.


Rani dibawa ke rumah sakit. Setelah itu, suasana kantor berubah senyap. Tidak ada lagi suara tawa kecil di sela kerja, tidak ada obrolan ringan di pantry. Kami bekerja dalam diam, bukan karena disiplin, tapi karena takut.


Beberapa hari kemudian, Pak Ade mengumpulkan kami di ruang meeting. Untuk pertama kalinya sejak aku bergabung, ekspresinya tidak setegang biasanya. Ada lelah di matanya.


“Saya baru dari rumah sakit,” katanya pelan. “Rani bilang, dia takut mengecewakan saya, takut terlihat tidak kuat.”


Ruangan mendadak hening. Aku bisa merasakan denyut kecil di dada antara marah, sedih, dan tersentuh.


Pak Ade melanjutkan, suaranya bergetar, “Saya lupa kalau kalian bukan robot. Saya lupa kalau saya juga manusia yang butuh istirahat.”


Beberapa dari kami saling pandang. Tak ada yang menyangka kata-kata itu keluar dari mulutnya.


Hari itu, sesuatu berubah. Bukan sistem, bukan jam kerja, tapi cara kami memandang istirahat.


Sejak saat itu, setiap sore pukul lima, Pak Ade sendiri yang mematikan lampu ruangan lebih dulu. “Ayo pulang. Keluarga kalian juga butuh kalian.” katanya sambil tersenyum.


Awalnya kami canggung. Tapi perlahan, kantor ini jadi lebih manusiawi. Rani kembali bekerja beberapa minggu kemudian dengan wajah yang jauh lebih segar. Dan anehnya, produktivitas kami justru meningkat.


Aku belajar sesuatu dari peristiwa itu, kadang ibadah paling sederhana adalah berhenti sejenak untuk menghargai hidup yang kita miliki.


Kita sering berpikir kerja keras adalah segalanya bahwa makin lama kita duduk di depan layar, makin tinggi nilai kita di mata boss. Tapi siapa yang menilai harga kesehatan? Siapa yang menghitung jam tidur yang hilang dari hidup kita?


Kini, setiap kali aku menutup laptop di jam kerja yang wajar, aku merasa bukan sedang malas, tapi sedang beribadah. Karena menjaga diri adalah bagian dari rasa syukur kepada Tuhan.


Dan aku juga belajar bahwa pemimpin sejati bukan yang membuat timnya takut, tapi yang memberi ruang bagi manusia di balik jabatan dan target.


Hari itu, sebelum meninggalkan kantor, aku menatap ruangan yang mulai gelap. Ada rasa damai yang tak pernah aku rasakan sebelumnya.


Dalam hati aku berkata, Mungkin inilah arti sebenarnya dari bekerja dengan hati, bukan untuk mengejar waktu, tapi untuk memberi makna pada waktu yang kita punya.


Istirahat bukan kemalasan, melainkan bentuk syukur karena kita masih diberi tenaga dan waktu untuk hidup lebih lama dan lebih bermakna.


Mari kita belajar menyeimbangkan kerja dan istirahat. Karena kita bukan mesin yang perlu ditekan, tapi manusia yang perlu dirawat. Saat kita menjaga diri, kita sedang menjaga semesta kecil bernama kehidupan.


"Istirahat adalah bagian dari pekerjaan. Tanpa jeda, tidak ada tenaga untuk melangkah lagi.” – Leonardo da Vinci


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA