ESQNews.id, MAJALENGKA - Bulan Rajab kembali menyapa sebagai salah satu “Bulan Haram” atau bulan yang dimuliakan dalam Islam. Momentum ini sering dimanfaatkan umat Muslim untuk meningkatkan timbangan amal, salah satunya melalui ibadah puasa sunnah.
Meski tidak ada hadits yang secara spesifik mengharuskan “Puasa Rajab” sebagai ibadah tunggal, para ulama seperti Imam Al-Ghazali menganjurkan kita untuk menghidupkan bulan mulia ini dengan berbagai puasa sunnah yang memiliki dasar hukum kuat.
Pilihan Puasa Sunnah dan Jadwalnya
Untuk tahun 2025-2026, bulan Rajab akan berlangsung mulai 21 Desember 2025 hingga 19 Januari 2026.
Anda dapat mengisi hari-hari tersebut dengan empat jenis puasa sunnah berikut:
1. Puasa Daud: Pola selang-seling (sehari puasa, sehari tidak), merupakan puasa yang paling dicintai Allah.
2. Puasa Senin-Kamis: Dilakukan setiap pekan untuk menjemput ampunan di hari pelaporan amal.
3. Puasa Ayyamul Bidh: Puasa “hari putih” di tengah bulan Hijriah. Pada Rajab kali ini, jadwalnya jatuh pada tanggal 2, 3, dan 4 Januari 2026.
Intisari Niat dan Keutamaan
Keutamaan berpuasa di bulan Rajab berakar pada kedudukannya sebagai bulan suci. Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk memperbanyak ibadah di bulan-bulan mulia ini.
Sebelum memulai, pastikan untuk memantapkan hati dengan niat yang sesuai:
– Niat Puasa Daud: “Nawaitu shauma daawuuda sunnatal lillaahi ta’aalaa.”
– Niat Senin/Kamis: “Nawaitu sauma yaumal itsnaini/khomiisi sunnatan lillahi ta’ala.”
– Niat Ayyamul Bidh: “Nawaitu shauma yaumul biidh sunnatal lillaahi ta’aalaa.”
Dengan menjalankan puasa-puasa ini, kita tidak hanya mengikuti sunnah Nabi, tetapi juga melatih spiritualitas sebagai persiapan menyambut bulan suci Ramadhan yang kian dekat. [infomjlk]





