ESQNews.id, JAKARTA - Seorang sahabat Nabi Shallallahu
’alaihi wasallam baru pulang dari sebuah perjalanan. Ketika hampir sampai di
Madinah, ada seekor anak burung merpati menciap-ciap kehilangan induknya.
Ia kemudian menolong burung itu dan diletakkannya di saku jubahnya.
Tak lama kemudian, induk merpati mengejar Sahabat tersebut.
Sang induk yang ternyata membawa makanan itu, lalu menyusup masuk ke dalam jubah Sahabat dan memberi makanan anaknya.

Sahabat tersebut takjub dan berkata dalam hati, ”Alangkah beraninya
si induk merpati. Ia tidak tahu bahwa saya bisa membunuhnya.” Karena takjub, Sahabat
tersebut tidak langsung pulang, tapi menemui Rasulullah SAW.
”Ya Rasulullah, ajaib, ajaib. Saya menemukan anak merpati, lalu saya taruh di jubah saya, tiba-tiba induknya dari angkasa masuk ke dalam jubah saya untuk memberi makan pada anaknya. Alangkah hebatnya induk merpati, segala risiko ditanggung karena cintanya pada anaknya.” Demikian sahabat mengungkapkan keheranannya pada Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW menjawab, ”Cinta induk merpati dengan segala risiko memberi makanan agar anaknya selamat, masih jauh lebih besar cinta Allah pada manusia, makhluk terbaik ciptaan-Nya. Segala risiko ditanggung Allah pada manusia, maka segala pemberiannya adalah yang terbaik.”
(Mengutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter Karya Ida S Widayanti)