ESQNews.id, JAKARTA — Upaya mewujudkan Jakarta sebagai kota global tidak hanya membutuhkan pembangunan infrastruktur dan penguatan ekonomi, tetapi juga perubahan budaya kerja aparatur sipil negara (ASN).
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan KOPI SEDAP BPKD Episode ke-145 bertajuk “Pentingnya Budaya Kerja dalam Meningkatkan Kinerja yang Optimal” yang digelar secara daring, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) Provinsi DKI Jakarta, Michael, yang mengikuti paparan Coach Eka (Trainer ESQ Lisensi dari Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian) dengan antusias.
Dalam kesempatan tersebut, Michael menyampaikan salam kepada Prof. Ary Ginanjar sekaligus memberikan perhatian khusus terhadap pembahasan mengenai pentingnya budaya kerja sebagai fondasi peningkatan kinerja organisasi.
Budaya kerja dipandang bukan sekadar kumpulan slogan atau nilai yang tertulis dalam dokumen organisasi.
Lebih dari itu, budaya kerja merupakan nilai, sikap, dan perilaku yang menjadi cara bersama dalam melaksanakan pekerjaan, serta harus tercermin dalam keseharian setiap ASN.
“Budaya kerja bukan sekadar slogan. Budaya harus terlihat dalam perilaku ASN sehari-hari,” demikian pesan yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Budaya kerja yang kuat dinilai dapat menciptakan lingkungan organisasi yang profesional, produktif, kolaboratif, dan berintegritas.
Karena itu, internalisasi budaya kerja menjadi bagian penting dalam memastikan setiap program pemerintah tidak berhenti pada perencanaan, tetapi menghasilkan kinerja yang terukur dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dari Budaya Kerja ke Aksi Nyata
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan arahan Gubernur DKI Jakarta dalam Rapim Paripurna bersama seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Direktur Utama BUMD Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Dalam arahan tersebut, seluruh jajaran Pemprov DKI Jakarta didorong untuk menginternalisasikan semangat:
"JAGA JAKARTA MENUJU KOTA GLOBAL"
Semangat tersebut tidak cukup diwujudkan melalui narasi atau kampanye semata. Setiap OPD dan Unit Kerja Perangkat Daerah (UKPD) diharapkan mampu menerjemahkannya ke dalam program konkret sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Program tersebut harus memiliki ukuran keberhasilan yang jelas, dilaksanakan secara berkelanjutan, serta memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Dengan demikian, transformasi Jakarta menjadi kota global dimulai bukan hanya dari pembangunan fisik, tetapi juga dari transformasi manusia dan organisasi yang menjalankan pelayanan publik.
BerAKHLAK Harus Terlihat dalam Perilaku
Coach Eka dari ESQ dalam paparannya menekankan bahwa budaya organisasi tidak dapat dibangun secara instan. Budaya perlu ditanamkan melalui proses pembiasaan yang konsisten hingga akhirnya menjadi perilaku nyata.
Dalam konteks pemerintahan, prinsip tersebut menjadi semakin penting karena kualitas budaya kerja ASN akan berpengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan publik.
Nilai BerAKHLAK pun tidak seharusnya berhenti sebagai slogan yang tercantum dalam berbagai dokumen dan materi komunikasi. Nilai tersebut perlu menjadi kompas perilaku dalam menjalankan tugas sehari-hari.
ASN dituntut untuk mampu menghadirkan pelayanan yang akuntabel, adaptif, kolaboratif, profesional, serta berorientasi pada dampak bagi masyarakat.
“BerAKHLAK bukan hanya slogan di atas kertas, tetapi menjadi kompas perilaku nyata,” menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka dalam kegiatan KOPI SEDAP BPKD episode ke-145.
Target 50 Besar Kota Global pada 2030
Transformasi budaya kerja menjadi semakin strategis di tengah ambisi Jakarta untuk meningkatkan daya saingnya di tingkat dunia.
Dengan target Jakarta masuk 50 besar kota global dunia pada 2030, perubahan tidak dapat hanya dibebankan kepada satu institusi. Diperlukan konsistensi dari setiap ASN, setiap OPD, dan setiap lini pelayanan pemerintahan.
Kota global bukan hanya tentang gedung tinggi, konektivitas, investasi, dan teknologi. Kota global juga dibangun oleh aparatur yang memiliki integritas, bekerja secara profesional, mampu berkolaborasi, adaptif terhadap perubahan, serta menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas.
Karena itu, KOPI SEDAP BPKD episode ke-145 menjadi momentum untuk kembali menegaskan bahwa budaya kerja merupakan bagian penting dari perjalanan Jakarta menuju standar kota global.
Perubahan tersebut dimulai dari hal yang paling mendasar: perilaku setiap individu dalam menjalankan tugasnya setiap hari.
Dari ASN yang berintegritas, lahir organisasi yang berkinerja. Dari organisasi yang berkinerja, lahir pelayanan publik yang berdampak.
Dan dari pelayanan publik yang berkualitas, terbentuk Jakarta yang semakin siap bersaing di panggung global.
https://www.youtube.com/live/plcR_z00q5I