Oleh: Mushlihin (Guru MA Muhammadiyah Takerharjo Solokuro Lamongan)
ESQNews.id, JAKARTA – Kami diundang makan supplier pasir dan urukan (pedel). Inisialnya MI. Kami kerap kerja sama dengannya dalam membangun masjid dan madrasah atau sekolah, meski beda ormas. Malahan kami saling diuntungkan. Istilahnya simbiosis mutualisme.
Rasulullah bersabda, "Apabila kalian diundang (makan) hendaklah dipenuhi." Kami segera berkoodinasi dengan AM, AA, AB dan MM selaku pengurus harian. Kami juga mengabari MS, MA, dan AH selaku tukang bangunan. Kami pun menghubungi ES, pewakaf sekaligus driver.
Kami bersepuluh menuju RM Trubus di Tunggul Paciran Lamongan Jawa Timur. Bukanya setiap hari jam 11.00–01.30. Menunya kepiting, kerang, cumi, lobster, ayam, bebek, udang, gurame, kakap, bawal, kerapu dan sebagainya. Akibatnya kami bingung memilihnya.

Solusinya kami mengikuti pilihan driver, yakni ikan kerapu saus tiram asam manis pedas. Ikan yang dapat hidup di air tawar atau di laut ini bersisik. Siripnya diperkuat dengan jari-jari lunak dan berduri.
Sementara sirip perutnya terletak agak ke depan dan di bawah dada. Jenisnya ada yang beracun (serranus). Adapula kerapu kayu (serranus malabaricusis), dan kerapu tikus. Hidupnya di pantai karang, berwarna putih berbintik-bintik hitam, dagingnya putih bersih dan empuk. Sebab makanannya ikan kecil dan udang.
<more>
Walaupun menuggu sejam kami betah. Lantaran RM Trubus ini terang benderang, rapi, unik, bagus, dan 'uenak tenan.' Lebih dari itu ikan kerapu asam manis pedas dapat menghilangkan rasa lapar, aman dari ketakutan terserang penyakit, dan tanpa bayar.




