ESQNews.id - Al Maajid artinya yang memaafkan padahal mampu untuk untuk membalas, yang menepati janji janjinya, jika diadukan suatu hajad selainnya Dia tidak ridha, bilamana direnggangi dia mencela, tidak menyia nyiakan orang yang berharap (bersandar) kepadaNya, memberi tanpa imbalan, Dia yang bersifat dengan sifat kebesaran.
Itulah secara luas makna dari nama Allah Al Maajid, secara ringkas diartikan yang Maha Mulia.
Terdapat tujuh makna dari Asmaul Husna Al Maajid yang ke :
1. Al Majid dialah yang memaafkan kesalahan hambaNya padahal mampu untuk membalas contoh apabila manusia berbuat maksiat atau melanggar hukum Allah dia mampu membalas dan menghukum tetapi dia maafkan.
Allah dengan Al Maajid banyak mengampuni dosa hanya karena disuatu bulan mulia, seperti bulan ramadhan, Dia mencurahkan ampunan kepada hambaNya walaupun kita tidak meminta ampun, karena berada di dalam bulan ramadhan Allah tetap berikan, itulah kemurahan Allah Swt.
2. Bila dia berjanji pasti dia tepati, sedikitpun kita tidak ragu, satu satunya yang menempati janji hanya Allah.
Dalam Al Qur'an disebutkan :
" Berdo'alah kepadaKu, minta kepadaKu maka pasti Aku ijabah do'a kalian ".
Namun dalam janji itu Allah tidak menyebutkan waktu dan bisa juga tidak sesuai dengan keinginan kita.
Para ahli tafsir menjelaskan setiap berdo'a kepada Allah ada banyak cara Allah meng ijabah.
Pertama diqabulkan apa yang kita minta secepat cepatnya.
Kedua bisa diqabulkan dengan waktu yang lama.
Ketiga ada juga yang Allah gantikan dengan yang lebih baik.
Keempat bisa juga dengan cara dipalingkan dari pada bala.
Kelima bisa pula dengan cara dihapuskan dari dosa.
Keenam bisa juga diganti Allah dengan ganjaran dalam syurga nantinya.
Kita yakin setiap do'a pasti diqabulkan Allah.
<more>
3. Jika diadukan hajat selainNya dia tidak suka.
Setiap apapun yang menimpa kita hendaklah Allah yang pertama untuk mengadu karena Dia tidak suka jika setiap ada masalah berkeluh kesahnya yang pertama terhadap sesama manusia.
4. Jika direnggangi Dia mencela.
Allah menginginkan kita dekat dengan Dia,
Caranya dekat kita harus banyak berzikir maupun membaca Al Qur'an jika kita jarang berzikir jarang baca qur"an berarti kita tidak ingin dekat denganNya.
5. Dia tidak akan menyia nyiakan orang yang besandar, orang yang mengharap kepadaNya
Karena Allah yang maha Mulia, maha Kuasa pasti Allah akan memperhatikan.
Banyak contoh secara akal tidak bisa dicerna
Contoh Nabi Ibrahim dimasukkan kedalam api namun karena dia menyerahkan kepada Allah,
" Cukuplah bagiku Allah, Dia lah yang sebaik baik tempat berserah /penyerahan ".
Kata Allah Hai api jadilah engkau dingin dan selamat atas Ibrahim.
Kenapa kita sering lepas dari pertolongan Allah karena kita tidak berserah sepenuh hati hanya setengah setangah akhirnya banyak yang lepas dari pertolongan Allah.
Nabi Kita Muhammad Saw, ketika melatih pasukan perang, ada yang menghabarkan wahai kaum muslimin ada beribu ribu pasukan kafir akan menyerang kota Madinah, kaum muslimin yang sedikit tidak banyak berpikir kekuatan, cukup bagi kami hanya Allah sebaik baik tempat berserah, akhirnya kekuatan yang sedikit menghadapi orang kafir menang dan orang kafir pulang dengan membawa kekalahan.
Allah berfirman !
"Akhirnya orang yang mengucap hasbunallah wani'mal wakil pulang dalam keadaan selamat tidak kurang apapun".
6. Dia yang memberi kita berbagai macam tanpa mengharapkan imbalan atau keperluan untuk diriNya.
Manfaatnya bukan kepada Allah apapun yang diberikan mutlak kepada kita
Itulah bedanya dengan manusia setiap ada memberi maka akan mengharap ada kembali kepada kita.
7. Dia yang bersifat dengan Sifat kebesaran.
Dari ketujuh itu diringkas nama Allah Al Majid yaitu " Yang Maha Mulia ".
Kalau sudah beriman dengan Al Maajid bahwa dia muamalah dengan Allah dengan muamalah yang baik.
Bersikap bagus apa yang diberikan Allah Swt, bila Allah memberikan seorang hamba nikmat baik berupa uang atau pangkat dengan mensyukurinya.
Adapun cara mensyukurinya.
Kita gembira dengan Allah yang memberi nikmat dan dia meng i'tikadkan nikmat itu dari Allah, dia puji Allah dengan mengucap Alhamdulillah dan dia gunakan nikmat dengan taat kepada Allah.
Bilamana Allah memutuskan kita dengan bala disikapi dengan sabar dan ridha.
Sabar artinya tidak keluh kesah serta ridha dengan cara kita yakin setiap musibah banyak kebaikan.
Bilamana Allah memberikan taat, itu semata mata taufik dan hidayah, maka disikapi dengan melihat maupun meng i'tikadkan bahwa semua Anugerah Allah.
Bila Allah memutuskan kita maksiat, menyikapinya dengan bagus segera taubat kepada Allah, maka bila sudah taubat akan digantikan Allah dengan kebaikan.
Bila kita menyikapi semua itu maka semuanya mengandung kebaikan itulah sikap dari buah keimanan denga nama Allah Al Maajid.
Oleh KH.Muhammad Bakhiet AM,
Majlis Ta'lim Bustanul Muhibbin Banjarmasin,
Sabtu malam ( 12/10/2019)
tkb penulis Muayyad ( Humas Setda HST )





